-->

Profil Hamba Tuhan

Foto Saya
Jakarta, Indonesia
Seorang Hamba Tuhan yang memiliki kerinduan untuk dapat memberkati banyak orang melalui Pastoral Konseling, dengan berbagai hal dan cara, salah satunya adalah melalui fasilitas dunia maya (Internet). Riwayat Pendidikan Teologi: - Sarjana Theology (S. Th) jurusan teologi, 1999. - Master of Art (M. A) jurusan Christian Ministry, 2002. - Master of theology (M. Th)Thn 2010. - Doctor of Ministry (D. Min)Thn 2009. God Bless You All.

Pendahuluan

Shallom, selamat datang di blog saya Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min. Saudara, saya senang sekali jika dapat memberkati saudara sekalian melalui setiap tulisan-tulisan dan artikel-artikel yang ada pada blog ini. Jika saudara ingin membaca setiap tulisan-tulisan dan artikel-artikel terdahulu yang ada pada blog ini, saudara cukup memilih label daftar isi blog atau dengan memilih pada arsip blog yang ada di samping kiri blog ini, dan silahkan mengisi buku tamu blog saya dibawahnya, agar saya dapat mengetahui siapa saja yang telah berkunjung diblog saya. Terima kasih atas perhatiannya, Tuhan Yesus Kristus memberkati.

12 April 2010

Peran Roh Kudus




Dalam rangka selalu menyertai umat-Nya, Tuhan memberikan
seorang Penolong, yaitu Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh
Allah. Dia memiliki peran penting dalam mengawal kehidupan
kita di dalam Tuhan. Apa sajakah peran-Nya itu?
Pertama: Roh Kudus Memerintah
Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke
Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus (Kis. 13:4). Para rasul
percaya betul bahwa pelayanan mereka diperintah oleh Roh
Kudus. Sebagai pelayan Tuhan, kita juga harus sadar, bahwa
pelayanan kita seharusnya karena diperintah oleh Roh Kudus,
bukan karena mau, mampu, pintar dan sempat. Kalau pelayanan
kita tidak diperintah oleh Roh Kudus, kita akan gagal di tengah
jalan. Kita cuma akan bertahan sebentar.
Saya menyaksikan banyak hamba Tuhan yang jatuh dalam dosa
karena tidak mengoptimalkan Roh Kudus yang ada dalam
dirinya. Banyak pula sesama pelayan yang saling sikut dan
berkelahi. Ada juga yang berzinah. Jatuh dalam keculasan dan
keserakahan. Banyak juga jemaat yang mau ke gereja malah ke
mall. Semua itu adalah gangguan dari si jahat. Karena iblis tidak
suka anak-anak Tuhan melakukan kebenaran.
Ada kisah nyata, seorang hamba Tuhan yang ingin
mendedikasikan pelayanannya khusus untuk para wanita tuna
susila. Mulanya dia berhasil memenangkan mereka. Namun, 5
tahun kemudian, dia malah menjadi germo. Tragis dan ironis!
Saya jadi pendeta karena diperintah oleh Roh Kudus. Jika
tidak, maka tidak ada pembelaan Tuhan terhadap saya. Anda
jangan main-main dengan pelayanan kalau tidak diperintah atau
dipanggil oleh Tuhan. Tujuh anak imam Skewa digagahi dan
dipermalukan iblis karena mereka mencoba mengusir roh-roh
jahat tanpa memiliki otoritas dari Tuhan.
Ayat 9 dari bacaan perikop kita memperlihatkan bagaimana
upaya iblis menghalangi tumbuhnya iman pada diri seorang
gubernur. Ia muncul dalam raga Elimas, seorang tukang sihir.
Pada jaman itu, pelayanan Paulus dan Barnabas diganggu oleh
kuasa tukang sihir. Pada jaman sekarang, gangguan para pendeta
adalah uang dan roh najis. Saya juga tidak luput dari gangguan
ini tentunya. Apalagi saya juga ganteng...
Suatu waktu, setelah usai ibadah. Saya diajak makan berdua
saja oleh seorang wanita cantik. Cantik buanget. Saya ‘kan tidak
buta… Dengan tegas saya menolak tawaran wanita tersebut. Saya
punya prinsip, kalau bukan suami-istri, tidak boleh makan berdua
saja. Dari apa yang saya pelajari, banyak pendeta jatuh dalam
perzinahan karena hal semacam ini. Tidak ada pendeta yang kebal
dengan hal ini. Jika ia tidak menghindar, maka jatuhlah ia dalam
dosa. Dalam suasana makan berdua tadi, tidak mungkin kita tidak
saling berbicara satu sama lain, dan berpandang-pandangan. Itu
kerbau namanya. Pastilah kita berdialog; konseling; lalu korsleting
dan akhirnya ... . Siapapun anda, kita harus berhikmat,
bijaksana dan berhati-hati dalam bersikap, karena iblis tidak
pernah menyerah. Dia terus berusaha menjatuhkan sebanyakbanyaknya
iman orang beriman.
Iblis di akhir zaman ini tidak sama dengan iblis tempo dulu
yang jelek, hitam, bergigi runcing dan menakutkan. Iblis sekarang
punya rupa yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Jadi berhatihatilah!
Kedua: Roh Kudus Menghibur
Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria
berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut
akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan
penghiburan Roh Kudus (Kis. 9:31). Seorang ibu muda di rumah
duka berkata seperti ini kepada saya: “Pendeta, Tuhan itu jahat,
karena suami saya mati muda, padahal dia adalah tulang
punggung keluarga. Kalau dia sekarang mati, bagaimana saya
dapat menghidupi anak-anak saya? Saya tidak mau lagi ke gereja”.
Inilah sungut-sungut; tidak ada pengharapan apalagi sukacita
karena bersandar pada duniawi. Kita perlu cek dan ricek apakah
sukacita kita itu asli atau palsu. Kalau sukacita kita asli dari Roh
Kudus, maka ada uang atau tidak, tetap haleluya! Sebab,
penghiburan dari Roh Kudus pasti menghasilkan sukacita sejati.
Paulus dan Silas dalam keadaan terpenjara, tetapi mereka tetap
bersukacita. Penjara tidak bisa mematikan sukacita mereka. Ini
bukan sukacita terpaksa. Bukan pula sukacita ala dunia. Inilah
sukacita asli yang daripada Roh Kudus.
Sebagai suami-istri, tekan, atasi dan tolak segala hal-hal kecil
yang bisa merampas sukacita dari kehidupan keluargamu. Jadilah
suami-istri yang kompak dan sepakat dalam menyelenggarakan
hidup (Mat. 18:19-20), dan bersukacitalah! Karena itu akan
membahagiakan hidup dan menyehatkan kita. Orang yang
bergembira alias bersukacita, dalam dirinya akan membentuk zat
endrophin yang menambah kekebalan tubuh. Ini adalah hasil
sebuah penelitian ilmiah-medis. Sebaliknya, orang yang penuh
dengan amarah dan persungutan dan kesedihan, akan mengurangi
metabolisme tubuhnya; zat adrenalin meningkat. Dalam beberapa
waktu kemudian, giginya akan tanggal. Kemudian berlanjut
dengan berkurangnya insulin. Mata juga cepat katarak dan telinga
cepat tuli. Otak cepat pikun. Anda mau seperti itu? Maka itu,
biarkan Roh Kudus mengambil alih hidupmu secara utuh, dan
bersukacitalah!
Ketiga: Roh Kudus Membimbing
Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus
mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di
Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak
mengizinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.
Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang
Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya:
“Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat
penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke
Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa
Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orangorang
di sana. (Kis. 16: 6-10).
Pada saat sebagai manusia, Yesus sendiri pernah dibimbing
oleh Roh Kudus (Luk. 4:1). Akibat bimbingan itulah Yesus kuat
dan menang atas 3 godaan iblis, termasuk godaan konyol yang
meminta Yesus mengubah batu menjadi roti.
Ada seorang pemudi, berusia 22 tahun, datang kepada saya.
Ia minta saya berdoa agar ia mendapatkan jodoh. Sebelum berdoa
saya bertanya kepadanya, jodoh seperti apa yang ia mau.
Jawabannya membuat saya kaget. Dia menginginkan jodoh yang
wajahnya sama seperti Vic Chou, bintang film Taiwan yang
kesohor melalui film Meteor Garden itu. Nah, inilah permintaan
yang mengada-ada alias konyol. Tuhan dipaksa untuk
mengabulkan doa konyol ini. Pertanyaan saya adalah, apakah
Tuhan sanggup melakukan hal-hal kemustahilan semacam itu?
Terlalu amat sanggup kalau Tuhan mau. Kendati begitu Tuhan
tidak semau-mau-Nya. Dia berkuasa atas apa saja, tetapi tidak
mengobral kuasa-Nya dengan ngawur.
Perhatikan dalam Alkitab, sekali waktu pada saat yang sesuai
dengan kondisi, Yesus pernah menghilang di depan orang-orang
yang berbondong-bondong hendak menangkap-Nya. Yesus juga
pernah berjalan di atas air. Tetapi perhatikan pula, bahwa tindakantindakan
supra-alamiah tersebut hanya dilakukan-Nya sekali
dalam konteks yang sesuai dan proporsional. Tetapi sekarang ini
banyak pendeta yang mengeksploitasi dan mengumbar kuasa
Tuhan seolah-olah itu kuasanya sendiri. Ini salah besar! Pada
akhirnya, orang seperti ini bisa menjadi tuhan bagi jemaat.
Semakin menjadi parah lagi apabila jemaat mulai
mengkultuskannya, dan si pendeta menikmati pengkultusan itu.
Jika ada pendeta dan jemaat yang seperti ini, bertobat!
Suatu waktu, saya dalam perjalanan pulang dari Tangerang
menuju rumah saya di Kelapa Gading. Tidak biasanya, saya
merasakan kekuatiran begitu rupa seolah akan terjadi sesuatu
dalam perjalanan saya, sehingga saya tidak bakal sampai di rumah.
Apa yang harus saya perbuat, Tuhan? Roh Kudus jelas berkata
kepada saya: berdoa. Saya pun berdoa dalam bahasa Roh hampir
sepanjang perjalanan. Menjelang dekat dengan rumah saya, ketika
melintasi polisi tidur, saya merasakan keanehan di salah satu ban
mobil saya. Saya pun mampir di bengkel yang tak jauh dari situ.
Setelah diperiksa oleh mekaniknya, ternyata salah satu roda mobil
saya nyaris terlepas. Entah kenapa ada beberapa bagian yang rusak
parah. Saya pun mengerti, mengapa Roh Kudus membimbing
saya untuk berdoa dalam Roh. Kita butuh Roh Kudus selalu
membimbing kita dalam menjalani hidup ini.
Roh Kudus itu tidak keluar-masuk dari diri kita. Dalam
Perjanjian Lama memang tampak seperti itu, tetapi setelah
pencurahan Roh Kudus di loteng Yerusalem kepada para murid
yang setia menantikan janji Bapa (Kis. 1-2), Roh Kudus bersifat
menetap dalam diri orang percaya. Itu sebabnya, semakin buruk
kehidupan kita, semakin berdukalah Roh yang ada di dalam kita.
Janganlah kita mendukakan Roh Kudus!
Keempat: Roh Kudus Menguatkan
Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin
umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu
kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa
manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian
dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang
Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah
dari antara orang mati—bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri
dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang
oleh tukang-tukang bangunan—yaitu kamu sendiri—,namun ia telah
menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun
juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada
nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat
diselamatkan.” Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes
dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar,
heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus
(Kis. 4:8-13).
Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya
sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi
Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri
manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat
kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkatakata
tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar” (Kis.
4:18-20).
Petrus tadinya seorang penakut. Namun, dalam urapan Roh
Kudus, ia berani berhadapan dengan Sanhedrin (Mahkamah
Agama Israel). Banyak orang Kristen sekarang menjadi penakut.
Berhenti menjadi pelayan Tuhan. Berhenti menjadi saksi Tuhan.
Ada banyak alasan yang kerap dimunculkan manakala muncul
maksud untuk berhenti melayani Tuhan, semisal: karena dipecat
dari pekerjaan. Diputusin pacar. Banyak masalah rumah tangga,
dsbnya. Ingatlah, bahwa baik atau tidak baik waktunya, kita harus
menyaksikan bahwa Yesus adalah Tuhan, karena masih banyak
orang yang belum percaya dan hidup bersungguh-sungguh dengan
Dia. Apapun profesi kita, semua kita harus menjadi saksi Tuhan.
Tuhan akan menguatkan kita yang lemah dan tak berdaya karena
berbagai masalah, demi kerajaan-Nya diperlebar melalui kita.




0 komentar:

Poskan Komentar