<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594</id><updated>2012-02-17T03:06:52.052+07:00</updated><category term='Ruang anak muda'/><category term='Artikel renungan'/><category term='Humor'/><category term='Artikel pengetahuan'/><category term='Pastoral Konseling'/><category term='Artikel Teologi'/><category term='Artikel Khotbah'/><title type='text'>Pastoral Konseling</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>95</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-8151361608537941647</id><published>2011-12-24T12:52:00.002+07:00</published><updated>2011-12-24T12:53:08.955+07:00</updated><title type='text'>Salam Damai Untuk Semua</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-faStr_MlejQ/TvVouY1YOaI/AAAAAAAAAXg/AgZk46fbDfo/s1600/merry-christmas.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/-faStr_MlejQ/TvVouY1YOaI/AAAAAAAAAXg/AgZk46fbDfo/s320/merry-christmas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5689568850402097570" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-8151361608537941647?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/8151361608537941647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2011/12/salam-damai-untuk-semua.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8151361608537941647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8151361608537941647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2011/12/salam-damai-untuk-semua.html' title='Salam Damai Untuk Semua'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-faStr_MlejQ/TvVouY1YOaI/AAAAAAAAAXg/AgZk46fbDfo/s72-c/merry-christmas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-1098963312578302720</id><published>2010-07-03T20:52:00.004+07:00</published><updated>2010-07-03T20:57:47.043+07:00</updated><title type='text'>METANOIA</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/TC9BTZC_CdI/AAAAAAAAAWo/NIcFCHK3k5U/s1600/kupu-kupu9.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/TC9BTZC_CdI/AAAAAAAAAWo/NIcFCHK3k5U/s320/kupu-kupu9.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5489678272184650194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Galatia 1: 11-24&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.&lt;br /&gt;12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.&lt;br /&gt;13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.&lt;br /&gt;14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.&lt;br /&gt;15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia- Nya,&lt;br /&gt;16 berkenan menyatakan Anak- Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;&lt;br /&gt;17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali ke Damsyik.&lt;br /&gt;18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya.&lt;br /&gt;19 Tetapi aku tidak melihat seorang pun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta.&lt;br /&gt;21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia.&lt;br /&gt;22 Tetapi rupaku tidak dikenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea.&lt;br /&gt;23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya.&lt;br /&gt;24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali kali dari mulut kita keluar kata-kata pengakuan tentang pertobatan, akan tetapi lain dibibir lain dihati. Ternyata selang beberapa lama jatuh lagi dalam dosa, kemudian keluar lagi kata-kata pertobatan tidak lama setelah itu jatuh lagi dalam dosa. Pertanyaan kita disini adalah apakah hidup ini hanyalah sebuah permainan? Dan sampai kapan permainan ini akan berakhir?  Tidak tahukah kita bahwa hidup ini ada waktunya berakhir yang tidak bisa kita kuasai?  Untuk lebih bertanggung jawab dengan pertobatan kita, marilah kita belajar dengan orang jahat yang bernama Saulus, mengenai nilai sebuah petobatan yang Saulus lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     Metanoia sesuai dengan judul di atas artinya adalah perubahan seratus delapan puluh derajat, yang kalau istilah seorang pelaut ia telah salah arah membawa kapalnya dan harus berbalik arah mengikuti kompas agar tidak tersesat tetapi menuju arah yang benar.&lt;br /&gt;Gambaran ini sangat tepat yang dilakukan Saulus yang akhirnya berganti nama menjadi Paulus, dan setelah itu ia menjadi Rasul Yesus Kristus.&lt;br /&gt;     Dalam suratnya yang ditujukan untuk jemaat di Galatia, kita bisa melihat secara jelas siapa Paulus dahulu? dan siapa Paulus yang sekarang? Dalam suratnya itu kita bisa mengetahui rahasia yang besar tentang pertobatan Paulus, sehingga akan menjadi patokan hidup kita dalam pertobatan kita yang sesungguhnya dan untuk selamanya. &lt;br /&gt;     Saya percaya kita adalah orang-orang yang rindu menyenangkan dan mempermuliakan Tuhan Yesus dalam sisa umur kita ini yang Tuhan berikan. Terlalu sayang untuk kita sia-siakan, bukan?!&lt;br /&gt;     Hal pertama pintu masuk Paulus bertobat terletak pada ayat: 11 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia.12 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.   Jelas disini bahwa Paulus tidak pernah sedikitpun memandang bahwa Injil yang ia beritakan dan percayai itu adalah dari manusia, tetapi mutlak ia terima dari penyataan Yesus Kristus. Disini Paulus taat melakukannya dengan sunguh-sungguh tanpa kompromi. Bagaimana dengan kita?&lt;br /&gt;     Sesungguhnya masih banyak orang-orang Kristen beranggapan bahwa Injil itu bukan dari Tuhan tetapi hanya rekaan manusia belaka, sehingga menganggapnya rendah, bahkan lebih rendah dari kepentingan manusia tersebut sehingga segala yang tertulis dalam Alkitab bisa di kompromikan. Dan lebih celaka lagi Injil itu disejajarkan dengan buku-buku atau tulisan-tulisan lain semacam filsafat-filsafat nenek moyang, primbon, buku-buku paranormal dan sebagainya. Pada hal Injil itu terlalu mulia bila di sejajarkan dengan apapun juga, sebab Injil itu adalah firman Tuhan.&lt;br /&gt;     Jangan harap ada pertobatan yang sejati apabila pada kita masih tidak percaya bahwa Injil itu dari sorga, bukan dari manusia. Kita pasti akan jatuh bangun di dalam dosa yang akan berakhir dengan kekalahan total.&lt;br /&gt;     Hal kedua 13 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya. 14 Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku diantara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.  Disini Paulus ingin menjelaskan bahwa pengertiannya yang dalam tentang Agama tidak mampu membawa ia kepada kasih terhadap sesamanya, justru semakin ia kejam terhadap manusia yang berlainan agama dengannya. Dan hasil akhirnya dari rajin  dan tekun belajar agama adalah hanya memelihara adat istiadat nenek moyang yang diutamakan ketimbang mengasihi sesamanya. Sehingga sempit pemikirannya dan waktunya terbuang percuma.&lt;br /&gt;     Jadi disini terbukti semakin orang mendalami sebuah agama yang muncul adalah semakin merasa paling benar dan paling hebat dari pada orang lain dan tidak segan-segan untuk menyakiti orang-orang yang tidak sepaham dengannya, akan tetapi ajaran Yesus adalah semakin kita perduli akan orang lain atau sesama, semakin kita saling mengasihi dengan tidak memandang perbedaan yang ada. Hasilnya Paulus adalah Rasul yang khusus membawa kabar baik untuk orang-orang non Yahudi.   &lt;br /&gt;     Hal ketiga 15 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 16 berkenan menyatakan anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia; 17 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik. Disini Paulus sangat mempercayai rancangan Tuhan terhadap dirinya (Predestinasi) yang telah memilihnya dari semasa ia dikandungan ibunya. Paulus tidak mempercayai hidup itu adalah sebuah kebetulan,  atau hidup adalah sebuah permainan. Hidup ini adalah sebuah kepastian yang dirancangkan pencipta kita yaitu Yesus Kristus bagi umat manusia agar mendapatkan keselamatan-Nya. &lt;br /&gt;     Untuk dari itu Paulus tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada buat dirinya dan dia tidak perlu meminta pertimbangan kepada manusia, karena pilihan Tuhan Yesus atas dirinya di atas segalanya dan jauh lebih hebat dari pada sebuah pendapat atau nasehat dari manusia manapun di muka bumi ini. Terlebih Paulus sendiri adalah ahli Taurat.&lt;br /&gt;     Kalau kita hari ini masih percaya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan dan Juruselamat kita itu bukanlah perkara kebetulan akan tetapi Allah di dalam Yesus Kristus telah memilih kita untuk menjadi umat yang spesial bagi- Nya.&lt;br /&gt;     Kalau anda saat ini membaca tulisan ini juga bukan  suatu kebetulan, tetapi engkau adalah umat pilihan Tuhan Yesus untuk memperoleh keselamatan kekal di Sorga. Karena semua aktifitas yang ada di dunia ini bukan terjadi begitu saja secara kebetulan tetapi ada yang mengaturnya.    &lt;br /&gt;     Mari kita putuskan sekarang mau mengikuti kehendak Tuhan Yesus, atau mengikuti nasehat orang fasik yang kesudahannya adalah kebinasaan. Up to You.&lt;br /&gt;     Hal keempat 18 Lalu, tiga tahun kemudian, aku pergi ke Yerusalem untuk mengunjungi Kefas, dan aku menumpang lima belas hari di rumahnya. 19 Tetapi aku tidak melihat seorangpun dari rasul-rasul yang lain, kecuali Yakobus, saudara Tuhan Yesus. 20 Di hadapan Allah kutegaskan: apa yang kutuliskan kepadamu ini benar, aku tidak berdusta. Paulus kemudian kerumah Kefas atau Petrus, sebagai rasul yang paling dituakan sudah barang tentu Paulus bermaksud menghormati rasul Petrus tersebut sesuai tatakrama bangsa Yahudi. Lima belas hari Paulus menumpang dan sambil menunggu rasul Petrus, ternyata Paulus hanya menjumpai rasul Yakobus saudaranya Tuhan Yesus.&lt;br /&gt;     Pertanyaannya disini, kemana perginya para Rasul tersebut? Apakah mereka sedang bergiat menginjil? Dan kalau mereka bergiat menginjil mana hasil dari tulisan-tulisan mereka? Coba bandingkan dengan hasil dari tulisan-tulisan rasul Paulus, banyak mana? &lt;br /&gt;     Bukan bermaksud menghakimi rasul yang lain dibandingkan rasul Paulus, ternyata rasul Paulus lebih bekerja keras daripada rasul-rasul lain. Kita bisa melihat banyaknya surat-surat yang Paulus tulis(kurang lebih lima belas surat, itupun banyak tulisan-tulisan Paulus yang hilang) kepada jemaat yang ia layani. Mengapa? Karena Paulus sadar bahwa kasih karunia yang ia peroleh dari Tuhan Yesus Kristus dan ia yang dipercaya sebagai rasul-Nya, harus ia pertanggung jawabkan sebaik-baiknya dan tidak pernah sedikitpun Paulus buang-buang waktu. Bagaimana dengan kita?         &lt;br /&gt;     Hal kelima 21 Kemudian aku pergi ke daerah-daerah Siria dan Kilikia. 22 Tetapi rupaku tetap tidak di kenal oleh jemaat-jemaat Kristus di Yudea. 23 Mereka hanya mendengar, bahwa ia yang dahulu  menganiaya mereka, sekarang memberitakan iman, yang pernah hendak dibinasakannya. 24 Dan mereka memuliakan Allah karena aku.&lt;br /&gt;     Rasul Paulus mengalami kejadian yang aneh atas perubahan pada dirinya terhadap orang-orang di sekitar Paulus. Sebab saat Paulus berhadapan dengan orang-orang yang dahulu ia aniaya, mereka tidak lagi mengenal Paulus sebagai orang yang menganiaya mereka. pada hal kurun waktunya baru tiga tahun, bukankah kita seringkali mengingat seumur hidup kepada yang menganiaya kita? Gejala apakah ini? Apakah jemaat-jemaat tersebut terserang penyakit Amnesia (hilang ingatan) massal? Ternyata tidak demikian, lalu apa?&lt;br /&gt;     Saudaraku yang terkasih di dalam  TuhanYesus Kristus inilah perubahan yang Paulus rasakan dan alami pada dirinya, atas pertobatan yang sungguh-sungguh ia kerjakan pada saat pertama kali ia mengenal Yesus Kristus, Paulus tidak pernah berpura-pura pada waktu dalam pertobatannya sehingga Paulus pantas diberikan sebutan Metanoia (berbalik arah seratus delapan puluh derajat). &lt;br /&gt;     Manusia lama Paulus telah lenyap atas dirinya: yaitu yang dahulunya menjadi manusia jahat, sadis, dan tidak berkeprimanusiaan, kemudian berubah menjadi manusia yang mempunyai cinta kasih terhadap sesamanya, dahulu manusia yang hanya memikirkan dirinya dan kelompoknya saja, sekarang atas setiap suku bangsa Paulus mengasihi mereka.&lt;br /&gt;     Metanoia bisa juga digambarkan seperti binatang Ulat yang berubah menjadi seekor Kupu-kupu. Dahulu Ulat jalannya merayap, setelah menjadi Kupu-kupu jalannya terbang. Dahulu Ulat makannya daun-daunan, setelah menjadi Kupu-kupu makannya sari bunga dan dahulu Ulat adalah binatang yang menjinjikan dan banyak dibenci orang setelah menjadi Kupu-kupu menjadi serangga yang banyak di sukai orang. Hebat! GOD BLESS YOU ALL!       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-1098963312578302720?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/1098963312578302720/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/07/metanoia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1098963312578302720'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1098963312578302720'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/07/metanoia.html' title='METANOIA'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/TC9BTZC_CdI/AAAAAAAAAWo/NIcFCHK3k5U/s72-c/kupu-kupu9.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-8797705026388886832</id><published>2010-04-12T22:31:00.016+07:00</published><updated>2010-04-12T22:34:26.125+07:00</updated><title type='text'>Kesempatan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S8M9XQtcW7I/AAAAAAAAAWg/SxuySEBXqNE/s1600/change_000.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S8M9XQtcW7I/AAAAAAAAAWg/SxuySEBXqNE/s320/change_000.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459274643135028146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesempatan atau peluang tidak datang dua kali. Demikian&lt;br /&gt;ungkapan yang sering kita dengar. Itu sebabnya, kita juga sering&lt;br /&gt;mendengar orang berkata: Kalau ada kesempatan jangan sampai&lt;br /&gt;dilewatkan.&lt;br /&gt;Kesempatan itu bagian dari anugerah waktu yang Tuhan&lt;br /&gt;berikan. Bila dirangkum, waktu dalam bahasa Yunani kuno&lt;br /&gt;diwakili oleh 2 kata, yakni: Kairos dan Kronos (Chronos). Kairos&lt;br /&gt;adalah suatu kata Yunani kuno yang berarti “saat yang tepat atau&lt;br /&gt;yang benar”. Kronos berarti: menurut kronologis atau urutan&lt;br /&gt;waktu. Ini adalah waktu yang berulang; rutin. Chronos bersifat&lt;br /&gt;kuantitatif, Kairos mempunyai suatu yang bersifat natural.&lt;br /&gt;Terkadang, Kairos mendapatkan intervensi dari Tuhan – ia&lt;br /&gt;diberikan tidak kepada semua orang – tidak pula untuk setiap&lt;br /&gt;waktu – inilah kesempatan. Jadi, kesempatan adalah Kairos yang&lt;br /&gt;mesti diambil; jangan terlewatkan, karena ia tidak berulang;&lt;br /&gt;mungkin tidak akan terjadi lagi.&lt;br /&gt;Kesempatan yang tidak boleh kita buang adalah kesempatan&lt;br /&gt;yang berdampak kekal. Kalau kita ambil kesempatan sorga, maka&lt;br /&gt;kita kekal selama-lamanya di sorga. Tetapi kalau kita ambil&lt;br /&gt;kesempatan neraka, maka kekallah kita di neraka kelak. Tak bosanbosannya&lt;br /&gt;saya selalu mengatakan kepada banyak orang, hidup&lt;br /&gt;dan mati kita hanya Tuhan yang tahu pasti. Kita tidak hidup&lt;br /&gt;selamanya meski kita telah menjaga pola makan, berolahraga dan&lt;br /&gt;senantiasa berhati-hati tatkala beraktivitas. Suatu saat jika kloter&lt;br /&gt;(kelompok terbang) kita tiba, putus sudah kita punya nyawa. Puji&lt;br /&gt;Tuhan kalau kita mati sebagai anak Tuhan yang taat dan ketat&lt;br /&gt;menjalankan firman-Nya, tetapi bagaimana kalau kita pass away&lt;br /&gt;sementara melakukan praktik dosa? Anda pasti bisa menjawab&lt;br /&gt;pertanyaan ini.&lt;br /&gt;Soal masuk sorga ini bukan sekadar keyakinan, tetapi juga&lt;br /&gt;praktik hidup yang sesuai untuk syarat calon para penghuni sorga.&lt;br /&gt;Jika saya dan saudara hidup selaras dengan firman-Nya, sorga&lt;br /&gt;adalah suatu kepastian!&lt;br /&gt;Mari kita telaah firman Tuhan berikut ini: Ada juga tulisan di&lt;br /&gt;atas kepala-Nya: “Inilah raja orang Yahudi” (Lukas 23:38). Tulisan&lt;br /&gt;tersebut terpatri di bagian atas salib Yesus. Kalimat itu pulalah&lt;br /&gt;yang memicu terjadinya dialog terakhir antara Yesus dan dua&lt;br /&gt;orang penyamun yang disalibkan di kedua sisi-Nya.&lt;br /&gt;Dua orang manusia yang sedang meregang nyawa di atas kayu&lt;br /&gt;salib tersebut mendapatkan kesempatan terakhir berbicara&lt;br /&gt;dengan Tuhan. Kesempatan ini tidak berulang; tidak datang dua&lt;br /&gt;kali. Ternyata, dua penjahat ini mempunyai sikap yang berbeda&lt;br /&gt;dalam mengambil kesempatan tersebut. Penjahat yang pertama,&lt;br /&gt;yang berada di sebelah kiri, menggunakan kesempatannya untuk&lt;br /&gt;menyampaikan sesuatu kepada Yesus dengan kata-kata yang&lt;br /&gt;sebenarnya penuh ejekan dan ketidakyakinannya. Perkataannya&lt;br /&gt;bernada sinisme dan tidak rendah hati. Orang ini tidak tahu diri,&lt;br /&gt;sudah mau mati masih sombong. Dia merasa benar, makanya&lt;br /&gt;Yesus harus menyelamatkan dia. Dia tidak merasa bersalah. Dia&lt;br /&gt;penjahat yang tidak mengaku jahat.&lt;br /&gt;Begitu pula dengan kita. Kita sering menggunakan azas&lt;br /&gt;pembuktian efidensialisme. Kalau Engkau Tuhan, sembuhkan dong&lt;br /&gt;sakitku. Mana jodohku? Kalau Engkau Tuhan, buktikan kuasa-&lt;br /&gt;Mu! Mana bukti janji-Mu? Perkataan semacam ini sebenarnya sama&lt;br /&gt;dengan menantang Tuhan; meragukan kemahakuasaan-Nya.&lt;br /&gt;Orang-orang bertipe ini biasanya menjadi kecewa dan lalu&lt;br /&gt;meninggalkan Tuhan tatkala apa yang diminta tidak terpenuhi.&lt;br /&gt;Mereka tak jarang tidak mau ke gereja lagi. Bahkan, ada yang&lt;br /&gt;meninggalkan pelayanannya. Kehidupan mereka kemudian&lt;br /&gt;menjadi hampa tanpa dikontrol lagi oleh kebenaran Tuhan.&lt;br /&gt;Akibatnya bisa ditebak, mereka pergi ke dukun. Mereka mulai&lt;br /&gt;belajar mempercayai apa kata paranormal. Mereka lebih percaya&lt;br /&gt;hong sui. Mereka mengandalkan kekuatan sendiri.&lt;br /&gt;Sisi lain daripada orang-orang yang cepat menjadi kecewa dan&lt;br /&gt;undur dari Tuhan lantaran tidak mendapatkan apa yang&lt;br /&gt;diinginkannya, adalah menciptakan dirinya sebagai tuhannya&lt;br /&gt;Tuhan. Mereka memaksa dan menyuruh Tuhan untuk&lt;br /&gt;mengabulkan apa yang diminta. Tuhan bagai babu dan&lt;br /&gt;pesuruhnya. Tuhan dijadikan seperti jin yang dalam cerita-cerita&lt;br /&gt;dongeng 1001 malam ala timur tengah, pasti mengabulkan&lt;br /&gt;permintaan tuannya.&lt;br /&gt;Orang tipe begini akan mudah terbawa kepada pengajaran&lt;br /&gt;sesat. Hati-hati! Ada beberapa bidat atau sekte yang sekarang ini&lt;br /&gt;sangat genjar mewartakan ‘kebenarannya’. Mereka semakin berani&lt;br /&gt;dan sangat progress menjalankan misinya, merekrut anggota baru.&lt;br /&gt;Jika anda terus menjauh dari Tuhan, anda bisa menjadi seperti&lt;br /&gt;orang yang tidak bertuhan, dan sangat mungkin mengikuti sektesekte&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;Kita seringkali menuntut banyak kepada Tuhan, sedangkan&lt;br /&gt;kewajiban kita tidak dijalankan. Kita selalu maunya didengar oleh&lt;br /&gt;Tuhan, tetapi kita tidak mau mendengar suara Tuhan. Kita mau&lt;br /&gt;berkat dari Tuhan, tetapi kita tidak mau menjalankan perintah&lt;br /&gt;Tuhan. Kita adalah pembantunya Tuhan. Seyogianya kita&lt;br /&gt;mendegarkan dan melakukan apa yang Dia mau. Adakah&lt;br /&gt;Pembantu Rumah Tangga (PRT) yang tidak menjalankan perintah&lt;br /&gt;tuannya, tetapi tetap mendapatkan penghargaan (gaji) dari&lt;br /&gt;tuannya?&lt;br /&gt;Mungkin ada yang berkata: “Pak, penjahat itu ‘kan tidak sama&lt;br /&gt;dengan sikon kita”. Jawaban saya: Kita sama dengan dia. Bedanya,&lt;br /&gt;dia tahu dia mati kapan, kita tidak. Tapi jangan lupa, kalau penjahat&lt;br /&gt;itu mati pelan-pelan, kita bisa mati mendadak. Saya tidak sedang&lt;br /&gt;menakut-nakuti, tetapi hal ini bisa terjadi kepada saya atau juga&lt;br /&gt;anda. Posisi kita dengannya sama. Kita juga tersalib. Tersalib dari&lt;br /&gt;kehidupan yang lama. Karena setiap orang yang mengikut Tuhan&lt;br /&gt;harus menyangkal diri dan memikul salibnya sendiri (Mat. 16:24).&lt;br /&gt;Kita lihat penjahat yang kedua. Dalam Lukas 23:40: Tetapi&lt;br /&gt;yang seorang menegor dia, katanya: “Tidakkah engkau takut, juga tidak&lt;br /&gt;kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Tentu&lt;br /&gt;kita setuju dengan pernyataan penjahat yang kedua, bahwa Yesus&lt;br /&gt;tidak berbuat kesalahan. Faktanya, dalam hidup ini, seringkali&lt;br /&gt;kita menyalahkan Tuhan. Mengapa begini? Mengapa begitu? Kita&lt;br /&gt;merasa benar dan Tuhan salah. Kita lupa bahwa kita adalah&lt;br /&gt;manusia berdosa (Rm. 3:23). Manusia sudah berdosa, justru&lt;br /&gt;karena kemurahan Tuhan saja, kita bisa ada sebagaimana kita ada&lt;br /&gt;hingga dengan saat ini.&lt;br /&gt;Penjahat yang kedua ini hanya mengenal Yesus secara singkat.&lt;br /&gt;Mungkin sebelum disalib, dia telah diisolasi dalam waktu sebulan.&lt;br /&gt;Informasi tentang Yesus sedikit saja diterimanya. Tetapi penjahat&lt;br /&gt;yang tersalib di sebelah kanan ini memanfaatkan waktu dengan&lt;br /&gt;maksimal. Tidak demikian dengan kita yang sebenarnya memiliki&lt;br /&gt;waktu yang cukup panjang untuk mengenal dan mengikuti Yesus.&lt;br /&gt;Namun, kelakuan kita kerapkali mengecewakan Tuhan dan&lt;br /&gt;sesama.&lt;br /&gt;Mari koreksi diri sendiri, sudahkah kita mengasihi musuh kita&lt;br /&gt;sebagaimana yang firman Tuhan katakan? Apakah tidak ada lagi&lt;br /&gt;dendam kesumat dalam diri kita? Sudahkah kita membuang dan&lt;br /&gt;menolak pikiran najis dan cabul dari hati dan pikiran ini?&lt;br /&gt;Penjahat yang kedua ini tahu menempatkan dirinya jauh lebih&lt;br /&gt;rendah daripada Yesus. Dia menegor temannya yang tidak tahu&lt;br /&gt;diri dan tinggi hati itu. Dia merasa tidak layak Yesus dihukum&lt;br /&gt;mati dan karenanya disejajarkan dengan kejahatannya. Penjahat&lt;br /&gt;ini tahu, bahwa Yesus adalah Raja. Itu sebabnya dia berkata,&lt;br /&gt;“Ingatlah akan aku…” Mungkin dia tahu Yesus Raja dari&lt;br /&gt;sepenggal kalimat yang terletak di atas kayu salib Yesus itu.&lt;br /&gt;Penjahat ini percaya Yesus Raja kendatipun tulisan itu adalah&lt;br /&gt;tulisan ejekan. Pengakuan tulus dari penjahat yang kedua ini&lt;br /&gt;membuat Yesus memastikan, bahwa hari itu juga dia berada di&lt;br /&gt;Firdaus.&lt;br /&gt;Bagaimana dengan kita? Setiap hari kita mendengar dan&lt;br /&gt;melihat tentang Yesus dengan banyak penyebutan dan tulisan:&lt;br /&gt;Allah Maha Kuasa, El-Shaddai, Imanuel. Telinga kita pun tiaptiap&lt;br /&gt;minggu mendengar firman Tuhan. Nah, sudahkah kita&lt;br /&gt;menggunakan kesempatan yang masih terbuka ini untuk&lt;br /&gt;mengasihi Dia dan hidup melekat dengan-Nya? Jika belum,&lt;br /&gt;bersegeralah karena kesempatan bisa jadi tidak datang lagi!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-8797705026388886832?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/8797705026388886832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/04/kesempatan-atau-peluang-tidak-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8797705026388886832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8797705026388886832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/04/kesempatan-atau-peluang-tidak-datang.html' title='Kesempatan'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S8M9XQtcW7I/AAAAAAAAAWg/SxuySEBXqNE/s72-c/change_000.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-8126185148437576932</id><published>2010-04-12T22:22:00.003+07:00</published><updated>2010-04-12T22:43:02.383+07:00</updated><title type='text'>Peran Roh Kudus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S8M7Lx2Q11I/AAAAAAAAAWY/KrhAJZxPIUA/s1600/dove.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 270px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S8M7Lx2Q11I/AAAAAAAAAWY/KrhAJZxPIUA/s320/dove.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5459272246848706386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka selalu menyertai umat-Nya, Tuhan memberikan&lt;br /&gt;seorang Penolong, yaitu Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh&lt;br /&gt;Allah. Dia memiliki peran penting dalam mengawal kehidupan&lt;br /&gt;kita di dalam Tuhan. Apa sajakah peran-Nya itu?&lt;br /&gt;Pertama: Roh Kudus Memerintah&lt;br /&gt;Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke&lt;br /&gt;Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus (Kis. 13:4). Para rasul&lt;br /&gt;percaya betul bahwa pelayanan mereka diperintah oleh Roh&lt;br /&gt;Kudus. Sebagai pelayan Tuhan, kita juga harus sadar, bahwa&lt;br /&gt;pelayanan kita seharusnya karena diperintah oleh Roh Kudus,&lt;br /&gt;bukan karena mau, mampu, pintar dan sempat. Kalau pelayanan&lt;br /&gt;kita tidak diperintah oleh Roh Kudus, kita akan gagal di tengah&lt;br /&gt;jalan. Kita cuma akan bertahan sebentar.&lt;br /&gt;Saya menyaksikan banyak hamba Tuhan yang jatuh dalam dosa&lt;br /&gt;karena tidak mengoptimalkan Roh Kudus yang ada dalam&lt;br /&gt;dirinya. Banyak pula sesama pelayan yang saling sikut dan&lt;br /&gt;berkelahi. Ada juga yang berzinah. Jatuh dalam keculasan dan&lt;br /&gt;keserakahan. Banyak juga jemaat yang mau ke gereja malah ke&lt;br /&gt;mall. Semua itu adalah gangguan dari si jahat. Karena iblis tidak&lt;br /&gt;suka anak-anak Tuhan melakukan kebenaran.&lt;br /&gt;Ada kisah nyata, seorang hamba Tuhan yang ingin&lt;br /&gt;mendedikasikan pelayanannya khusus untuk para wanita tuna&lt;br /&gt;susila. Mulanya dia berhasil memenangkan mereka. Namun, 5&lt;br /&gt;tahun kemudian, dia malah menjadi germo. Tragis dan ironis!&lt;br /&gt;Saya jadi pendeta karena diperintah oleh Roh Kudus. Jika&lt;br /&gt;tidak, maka tidak ada pembelaan Tuhan terhadap saya. Anda&lt;br /&gt;jangan main-main dengan pelayanan kalau tidak diperintah atau&lt;br /&gt;dipanggil oleh Tuhan. Tujuh anak imam Skewa digagahi dan&lt;br /&gt;dipermalukan iblis karena mereka mencoba mengusir roh-roh&lt;br /&gt;jahat tanpa memiliki otoritas dari Tuhan.&lt;br /&gt;Ayat 9 dari bacaan perikop kita memperlihatkan bagaimana&lt;br /&gt;upaya iblis menghalangi tumbuhnya iman pada diri seorang&lt;br /&gt;gubernur. Ia muncul dalam raga Elimas, seorang tukang sihir.&lt;br /&gt;Pada jaman itu, pelayanan Paulus dan Barnabas diganggu oleh&lt;br /&gt;kuasa tukang sihir. Pada jaman sekarang, gangguan para pendeta&lt;br /&gt;adalah uang dan roh najis. Saya juga tidak luput dari gangguan&lt;br /&gt;ini tentunya. Apalagi saya juga ganteng...&lt;br /&gt;Suatu waktu, setelah usai ibadah. Saya diajak makan berdua&lt;br /&gt;saja oleh seorang wanita cantik. Cantik buanget. Saya ‘kan tidak&lt;br /&gt;buta… Dengan tegas saya menolak tawaran wanita tersebut. Saya&lt;br /&gt;punya prinsip, kalau bukan suami-istri, tidak boleh makan berdua&lt;br /&gt;saja. Dari apa yang saya pelajari, banyak pendeta jatuh dalam&lt;br /&gt;perzinahan karena hal semacam ini. Tidak ada pendeta yang kebal&lt;br /&gt;dengan hal ini. Jika ia tidak menghindar, maka jatuhlah ia dalam&lt;br /&gt;dosa. Dalam suasana makan berdua tadi, tidak mungkin kita tidak&lt;br /&gt;saling berbicara satu sama lain, dan berpandang-pandangan. Itu&lt;br /&gt;kerbau namanya. Pastilah kita berdialog; konseling; lalu korsleting&lt;br /&gt;dan akhirnya ... . Siapapun anda, kita harus berhikmat,&lt;br /&gt;bijaksana dan berhati-hati dalam bersikap, karena iblis tidak&lt;br /&gt;pernah menyerah. Dia terus berusaha menjatuhkan sebanyakbanyaknya&lt;br /&gt;iman orang beriman.&lt;br /&gt;Iblis di akhir zaman ini tidak sama dengan iblis tempo dulu&lt;br /&gt;yang jelek, hitam, bergigi runcing dan menakutkan. Iblis sekarang&lt;br /&gt;punya rupa yang cantik-cantik dan ganteng-ganteng. Jadi berhatihatilah!&lt;br /&gt;Kedua: Roh Kudus Menghibur&lt;br /&gt;Selama beberapa waktu jemaat di seluruh Yudea, Galilea dan Samaria&lt;br /&gt;berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup dalam takut&lt;br /&gt;akan Tuhan. Jumlahnya makin bertambah besar oleh pertolongan dan&lt;br /&gt;penghiburan Roh Kudus (Kis. 9:31). Seorang ibu muda di rumah&lt;br /&gt;duka berkata seperti ini kepada saya: “Pendeta, Tuhan itu jahat,&lt;br /&gt;karena suami saya mati muda, padahal dia adalah tulang&lt;br /&gt;punggung keluarga. Kalau dia sekarang mati, bagaimana saya&lt;br /&gt;dapat menghidupi anak-anak saya? Saya tidak mau lagi ke gereja”.&lt;br /&gt;Inilah sungut-sungut; tidak ada pengharapan apalagi sukacita&lt;br /&gt;karena bersandar pada duniawi. Kita perlu cek dan ricek apakah&lt;br /&gt;sukacita kita itu asli atau palsu. Kalau sukacita kita asli dari Roh&lt;br /&gt;Kudus, maka ada uang atau tidak, tetap haleluya! Sebab,&lt;br /&gt;penghiburan dari Roh Kudus pasti menghasilkan sukacita sejati.&lt;br /&gt;Paulus dan Silas dalam keadaan terpenjara, tetapi mereka tetap&lt;br /&gt;bersukacita. Penjara tidak bisa mematikan sukacita mereka. Ini&lt;br /&gt;bukan sukacita terpaksa. Bukan pula sukacita ala dunia. Inilah&lt;br /&gt;sukacita asli yang daripada Roh Kudus.&lt;br /&gt;Sebagai suami-istri, tekan, atasi dan tolak segala hal-hal kecil&lt;br /&gt;yang bisa merampas sukacita dari kehidupan keluargamu. Jadilah&lt;br /&gt;suami-istri yang kompak dan sepakat dalam menyelenggarakan&lt;br /&gt;hidup (Mat. 18:19-20), dan bersukacitalah! Karena itu akan&lt;br /&gt;membahagiakan hidup dan menyehatkan kita. Orang yang&lt;br /&gt;bergembira alias bersukacita, dalam dirinya akan membentuk zat&lt;br /&gt;endrophin yang menambah kekebalan tubuh. Ini adalah hasil&lt;br /&gt;sebuah penelitian ilmiah-medis. Sebaliknya, orang yang penuh&lt;br /&gt;dengan amarah dan persungutan dan kesedihan, akan mengurangi&lt;br /&gt;metabolisme tubuhnya; zat adrenalin meningkat. Dalam beberapa&lt;br /&gt;waktu kemudian, giginya akan tanggal. Kemudian berlanjut&lt;br /&gt;dengan berkurangnya insulin. Mata juga cepat katarak dan telinga&lt;br /&gt;cepat tuli. Otak cepat pikun. Anda mau seperti itu? Maka itu,&lt;br /&gt;biarkan Roh Kudus mengambil alih hidupmu secara utuh, dan&lt;br /&gt;bersukacitalah!&lt;br /&gt;Ketiga: Roh Kudus Membimbing&lt;br /&gt;Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus&lt;br /&gt;mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di&lt;br /&gt;Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak&lt;br /&gt;mengizinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas.&lt;br /&gt;Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang&lt;br /&gt;Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya:&lt;br /&gt;“Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!” Setelah Paulus melihat&lt;br /&gt;penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke&lt;br /&gt;Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa&lt;br /&gt;Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orangorang&lt;br /&gt;di sana. (Kis. 16: 6-10).&lt;br /&gt;Pada saat sebagai manusia, Yesus sendiri pernah dibimbing&lt;br /&gt;oleh Roh Kudus (Luk. 4:1). Akibat bimbingan itulah Yesus kuat&lt;br /&gt;dan menang atas 3 godaan iblis, termasuk godaan konyol yang&lt;br /&gt;meminta Yesus mengubah batu menjadi roti.&lt;br /&gt;Ada seorang pemudi, berusia 22 tahun, datang kepada saya.&lt;br /&gt;Ia minta saya berdoa agar ia mendapatkan jodoh. Sebelum berdoa&lt;br /&gt;saya bertanya kepadanya, jodoh seperti apa yang ia mau.&lt;br /&gt;Jawabannya membuat saya kaget. Dia menginginkan jodoh yang&lt;br /&gt;wajahnya sama seperti Vic Chou, bintang film Taiwan yang&lt;br /&gt;kesohor melalui film Meteor Garden itu. Nah, inilah permintaan&lt;br /&gt;yang mengada-ada alias konyol. Tuhan dipaksa untuk&lt;br /&gt;mengabulkan doa konyol ini. Pertanyaan saya adalah, apakah&lt;br /&gt;Tuhan sanggup melakukan hal-hal kemustahilan semacam itu?&lt;br /&gt;Terlalu amat sanggup kalau Tuhan mau. Kendati begitu Tuhan&lt;br /&gt;tidak semau-mau-Nya. Dia berkuasa atas apa saja, tetapi tidak&lt;br /&gt;mengobral kuasa-Nya dengan ngawur.&lt;br /&gt;Perhatikan dalam Alkitab, sekali waktu pada saat yang sesuai&lt;br /&gt;dengan kondisi, Yesus pernah menghilang di depan orang-orang&lt;br /&gt;yang berbondong-bondong hendak menangkap-Nya. Yesus juga&lt;br /&gt;pernah berjalan di atas air. Tetapi perhatikan pula, bahwa tindakantindakan&lt;br /&gt;supra-alamiah tersebut hanya dilakukan-Nya sekali&lt;br /&gt;dalam konteks yang sesuai dan proporsional. Tetapi sekarang ini&lt;br /&gt;banyak pendeta yang mengeksploitasi dan mengumbar kuasa&lt;br /&gt;Tuhan seolah-olah itu kuasanya sendiri. Ini salah besar! Pada&lt;br /&gt;akhirnya, orang seperti ini bisa menjadi tuhan bagi jemaat.&lt;br /&gt;Semakin menjadi parah lagi apabila jemaat mulai&lt;br /&gt;mengkultuskannya, dan si pendeta menikmati pengkultusan itu.&lt;br /&gt;Jika ada pendeta dan jemaat yang seperti ini, bertobat!&lt;br /&gt;Suatu waktu, saya dalam perjalanan pulang dari Tangerang&lt;br /&gt;menuju rumah saya di Kelapa Gading. Tidak biasanya, saya&lt;br /&gt;merasakan kekuatiran begitu rupa seolah akan terjadi sesuatu&lt;br /&gt;dalam perjalanan saya, sehingga saya tidak bakal sampai di rumah.&lt;br /&gt;Apa yang harus saya perbuat, Tuhan? Roh Kudus jelas berkata&lt;br /&gt;kepada saya: berdoa. Saya pun berdoa dalam bahasa Roh hampir&lt;br /&gt;sepanjang perjalanan. Menjelang dekat dengan rumah saya, ketika&lt;br /&gt;melintasi polisi tidur, saya merasakan keanehan di salah satu ban&lt;br /&gt;mobil saya. Saya pun mampir di bengkel yang tak jauh dari situ.&lt;br /&gt;Setelah diperiksa oleh mekaniknya, ternyata salah satu roda mobil&lt;br /&gt;saya nyaris terlepas. Entah kenapa ada beberapa bagian yang rusak&lt;br /&gt;parah. Saya pun mengerti, mengapa Roh Kudus membimbing&lt;br /&gt;saya untuk berdoa dalam Roh. Kita butuh Roh Kudus selalu&lt;br /&gt;membimbing kita dalam menjalani hidup ini.&lt;br /&gt;Roh Kudus itu tidak keluar-masuk dari diri kita. Dalam&lt;br /&gt;Perjanjian Lama memang tampak seperti itu, tetapi setelah&lt;br /&gt;pencurahan Roh Kudus di loteng Yerusalem kepada para murid&lt;br /&gt;yang setia menantikan janji Bapa (Kis. 1-2), Roh Kudus bersifat&lt;br /&gt;menetap dalam diri orang percaya. Itu sebabnya, semakin buruk&lt;br /&gt;kehidupan kita, semakin berdukalah Roh yang ada di dalam kita.&lt;br /&gt;Janganlah kita mendukakan Roh Kudus!&lt;br /&gt;Keempat: Roh Kudus Menguatkan&lt;br /&gt;Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin&lt;br /&gt;umat dan tua-tua, jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu&lt;br /&gt;kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa&lt;br /&gt;manakah orang itu disembuhkan, maka ketahuilah oleh kamu sekalian&lt;br /&gt;dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang&lt;br /&gt;Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah&lt;br /&gt;dari antara orang mati—bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri&lt;br /&gt;dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang&lt;br /&gt;oleh tukang-tukang bangunan—yaitu kamu sendiri—,namun ia telah&lt;br /&gt;menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapapun&lt;br /&gt;juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada&lt;br /&gt;nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat&lt;br /&gt;diselamatkan.” Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes&lt;br /&gt;dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar,&lt;br /&gt;heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus&lt;br /&gt;(Kis. 4:8-13).&lt;br /&gt;Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya&lt;br /&gt;sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. Tetapi&lt;br /&gt;Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri&lt;br /&gt;manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat&lt;br /&gt;kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkatakata&lt;br /&gt;tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar” (Kis.&lt;br /&gt;4:18-20).&lt;br /&gt;Petrus tadinya seorang penakut. Namun, dalam urapan Roh&lt;br /&gt;Kudus, ia berani berhadapan dengan Sanhedrin (Mahkamah&lt;br /&gt;Agama Israel). Banyak orang Kristen sekarang menjadi penakut.&lt;br /&gt;Berhenti menjadi pelayan Tuhan. Berhenti menjadi saksi Tuhan.&lt;br /&gt;Ada banyak alasan yang kerap dimunculkan manakala muncul&lt;br /&gt;maksud untuk berhenti melayani Tuhan, semisal: karena dipecat&lt;br /&gt;dari pekerjaan. Diputusin pacar. Banyak masalah rumah tangga,&lt;br /&gt;dsbnya. Ingatlah, bahwa baik atau tidak baik waktunya, kita harus&lt;br /&gt;menyaksikan bahwa Yesus adalah Tuhan, karena masih banyak&lt;br /&gt;orang yang belum percaya dan hidup bersungguh-sungguh dengan&lt;br /&gt;Dia. Apapun profesi kita, semua kita harus menjadi saksi Tuhan.&lt;br /&gt;Tuhan akan menguatkan kita yang lemah dan tak berdaya karena&lt;br /&gt;berbagai masalah, demi kerajaan-Nya diperlebar melalui kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-8126185148437576932?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/8126185148437576932/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/04/peran-roh-kudus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8126185148437576932'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8126185148437576932'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/04/peran-roh-kudus.html' title='Peran Roh Kudus'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S8M7Lx2Q11I/AAAAAAAAAWY/KrhAJZxPIUA/s72-c/dove.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-3955147375181282693</id><published>2010-03-23T22:44:00.004+07:00</published><updated>2010-03-24T11:24:31.214+07:00</updated><title type='text'>Rahasia Kuat Rohani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S6jjghtXqZI/AAAAAAAAAWQ/xehYZ739xA4/s1600-h/images1.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 164px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S6jjghtXqZI/AAAAAAAAAWQ/xehYZ739xA4/s320/images1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5451857496875968914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nats: I Samuel 3:7-11&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;7 Samuel belum mengenal TUHAN; firman TUHAN belum pernah dinyatakan&lt;br /&gt;kepadanya. 8 Dan TUHAN memanggil Samuel sekali lagi, untuk ketiga kalinya.&lt;br /&gt;Iapun bangunlah, lalu pergi mendapatkan Eli serta katanya: “Ya, bapa, bukankah&lt;br /&gt;bapa memanggil aku?” Lalu mengertilah Eli, bahwa Tuhanlah yang memanggil&lt;br /&gt;anak itu. 9 Sebab itu berkatalah Eli kepada Samuel: “Pergilah tidur dan apabila&lt;br /&gt;Ia memanggil engkau, katakanlah: Berbicaralah, TUHAN, sebab hamba-Mu ini&lt;br /&gt;mendengar.” Maka pergilah Samuel dan tidurlah ia di tempat tidurnya. 10 Lalu&lt;br /&gt;datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah:&lt;br /&gt;“Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini&lt;br /&gt;mendengar.” 11 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Samuel: “Ketahuilah, Aku&lt;br /&gt;akan melakukan sesuatu di Israel, sehingga setiap orang yang mendengarnya, akan&lt;br /&gt;bising kedua telinganya.&lt;br /&gt;Apakah faedahnya mendengarkan firman Tuhan? Dalam perikop&lt;br /&gt;ini kita melihat bahwa Samuel belum mengenal panggilan Tuhan.&lt;br /&gt;Atas ajaran imam Eli, Samuel kemudian mendengar Tuhan&lt;br /&gt;memanggilnya, dan manakala ia merespon panggilan itu, Tuhan&lt;br /&gt;pun berfirman kepadanya. Pada ayat 11 khususnya, ada kata&lt;br /&gt;“Ketahuilah”. Ini sebenarnya kata keterangan sekaligus kata&lt;br /&gt;petunjuk. Petunjuk supaya Samuel tahu akan rancangan Tuhan.&lt;br /&gt;Memang, orang yang mendengarkan firman Tuhan akan tahu&lt;br /&gt;rancangan Tuhan terhadap dirinya; keluarganya; masa depannya;&lt;br /&gt;dan bahkan terhadap negaranya.&lt;br /&gt;Banyak orang Kristen menjadi lemah karena mendengar suara&lt;br /&gt;yang bukan dari Tuhan. Yang didengar suara orang fasik. Suara&lt;br /&gt;setan. Suara dukun. Suara nafsu hati nuraninya. Makanya,&lt;br /&gt;perbuatannya mengandung dosa yang menuju kebinasaan.&lt;br /&gt;Orang yang mendengarkan suara Tuhan akan tahu apa yang&lt;br /&gt;ia lakukan pada saat menghadapi masalah. Bukan hanya masalah&lt;br /&gt;dia saja, tetapi hal-hal yang akan Tuhan kerjakan bagi dunia pun,&lt;br /&gt;dia bisa memahami maknanya terlebih dahulu, sementara orang&lt;br /&gt;lain masih diliputi kebingungan.&lt;br /&gt;Berapa banyak waktumu yang terpakai untuk mendengarkan&lt;br /&gt;suara Tuhan ketimbang suara keduniawian? Apakah saudara lebih&lt;br /&gt;banyak menonton dan mendengarkan suara tv yang belakangan&lt;br /&gt;ini penuh dengan berita malapetaka: gempa, tsunami, banjir, tanah&lt;br /&gt;longsor dan kecelakaan transportasi, daripada mendengarkan&lt;br /&gt;suara Tuhan? Orang-orang yang lebih banyak mendengarkan&lt;br /&gt;suara dunia dan terpengaruh olehnya, adalah orang-orang yang&lt;br /&gt;tidak mempunyai pegangan hidup. Umat Tuhan tidak boleh&lt;br /&gt;seperti ini.&lt;br /&gt;Kalau kita dekat dengan Tuhan dan mendengarkan suara-Nya,&lt;br /&gt;itu indah. Suatu waktu, saya dan keluarga hendak bepergian.&lt;br /&gt;Ketika hendak memasuki mobil, saya katakan kepada istri saya,&lt;br /&gt;bahwa saya mau buang air dulu. Istri saya berkata, “Bagaimana&lt;br /&gt;sih si papi, sudah mau pergi, pakai buang air segala”. Saya sempat&lt;br /&gt;bimbang beberapa detik antara segera pergi atau buang air&lt;br /&gt;terlebih dahulu. Hati saya sejahtera untuk menyelesaikan urusan&lt;br /&gt;ke kamar kecil dulu. Beberapa menit saya di kamar kecil. Setelah&lt;br /&gt;itu, begitu kami keluar hendak mengarah ke jalan raya, saya melihat&lt;br /&gt;banyak pecahan kaca berserakan di jalan. Saya bertanya kepada&lt;br /&gt;seorang hansip yang kebetulan berdiri di situ, apa gerangan yang&lt;br /&gt;terjadi. Pak hansip mengatakan baru beberapa menit lalu ada&lt;br /&gt;mobil yang menabrak tukang ojek. Mobil penabrak kemudian&lt;br /&gt;dirusak massa. Perhatikan saudaraku, kalau saya lebih dahulu&lt;br /&gt;melewati jalan itu, mungkin saya yang menabrak si tujang ojek.&lt;br /&gt;Penundaan semacam itu, bagi kita anak Tuhan adalah bukan&lt;br /&gt;kebetulan. Penundaan itu ada maksud Tuhan; kita terhindar dari&lt;br /&gt;malapetaka dan kecelakaan. Kenapa bisa begitu? Karena saya&lt;br /&gt;mendengar suara Tuhan; suara di hati saya yang lebih mendorong&lt;br /&gt;saya untuk menunda sebentar rencana bepergian tadi.&lt;br /&gt;Kata “ketahuilah” dalam ayat 11, berarti Tuhan hendak&lt;br /&gt;memberikan petunjuk kepada Samuel. Tuhan bekerja sama dengan&lt;br /&gt;Samuel di mana Tuhan sedang merancangkan sesuatu atas orang&lt;br /&gt;Israel. Samuel menjadi kawan sekerja-Nya.&lt;br /&gt;Kita harus mendengar suara Tuhan&lt;br /&gt;Bagaimana mendengar suara Tuhan? Ketika saya berkhotbah anda&lt;br /&gt;mendengar, maka anda sedang mendengarkan suara Tuhan.&lt;br /&gt;Begitu pula jika anda sedang membaca firman Tuhan, maka pada&lt;br /&gt;saat itulah anda sedang mendengarkan firman Tuhan. Jadi, tidak&lt;br /&gt;ada celah dari nasehat yang bukan dari Tuhan merasuk dalam&lt;br /&gt;pikiran dan hati kita.&lt;br /&gt;Menjadi pengikut Kristus itu bukan main-main. Dibutuhkan&lt;br /&gt;keseriusan. Saya sudah mendengar banyak kisah, bagaimana&lt;br /&gt;orang datang kepada saya dan menyampaikan bahwa dia kecewa&lt;br /&gt;dengan istri keduanya, yang dulu baik tetapi kemudian&lt;br /&gt;mengabaikannya karena kini menganggur. Tidak demikian dengan&lt;br /&gt;istri pertama yang selalu menerimanya apa adanya.&lt;br /&gt;Saya juga beberapa kali mengambil mayat di rumah istri muda&lt;br /&gt;yang tidak lagi mau mengakui bahwa itu suaminya. Benar memang,&lt;br /&gt;ada uang abang disayang, tidak ada uang abang ditendang.&lt;br /&gt;Firman Tuhan harus selalu kita dengar dan menguasai&lt;br /&gt;kehidupan kita, supaya perilaku kita senantiasa sesuai dengan&lt;br /&gt;firman itu. Itulah yang akan menjaga kita dari segala keinginan&lt;br /&gt;untuk melakukan apa yang tidak diinginkan Tuhan. Firman yang&lt;br /&gt;menguasai kita itu pulalah yang akan menahan kita untuk berzinah&lt;br /&gt;dan kawin lagi, dan akhirnya memulai rentetan kisah pilu&lt;br /&gt;sebagaimana yang tersebut di atas.&lt;br /&gt;Membaca firman Tuhan&lt;br /&gt;Dengan membaca firman Tuhan, timbul pertobatan (Neh. 1:7).&lt;br /&gt;Nehemia dan Ezra adalah nabi yang bersama-sama berada disaat&lt;br /&gt;orang Israel mengalami kekalahan berat dan tercerai berai.&lt;br /&gt;Nehemia mulanya merasa bingung karena mengapa bangsa yang&lt;br /&gt;disertai Tuhan ini kalah dalam perang dan menjadi lemah. Tetapi,&lt;br /&gt;ketika membaca kitab Musa, mengertilah ia, bahwa bangsa ini&lt;br /&gt;sudah berubah; tidak lagi setia kepada Allah. Apabila mereka&lt;br /&gt;setia, maka Tuhan akan mengumpulkan mereka menjadi satu&lt;br /&gt;kembali. Dengan membaca firman Tuhan, kita akan diingatkan&lt;br /&gt;seberapa jauh kita telah meninggalkan-Nya.&lt;br /&gt;Apabila kita tidak menerima informasi dari firman Tuhan,&lt;br /&gt;maka yang akan masuk dalam pikiran dan hati kita adalah&lt;br /&gt;informasi dari dunia. Sebab memang, suka atau tidak suka, di&lt;br /&gt;sekitar kita ini akan memberikan input kepada kita, baik melalui&lt;br /&gt;pendengaran, perasaan dan penglihatan.&lt;br /&gt;Mamon juga bisa menutupi keberadaan kita dari suara Tuhan.&lt;br /&gt;Karena alasan bisnis yang juga pemberian Tuhan, kita memberi&lt;br /&gt;alasan argumentatif: Tidak ada waktu mendengar suara Tuhan.&lt;br /&gt;Orang yang seperti ini adalah orang yang melupakan sumber&lt;br /&gt;berkat-Nya, tetapi menguber berkat-Nya. Ini kurang ajar&lt;br /&gt;namanya. Nanti, ketika sakit berat siapakah yang akan dimintakan&lt;br /&gt;pertolongan? Uang kita tidak bisa menyembuhkan penyakit&lt;br /&gt;kanker stadium 4. Penyakit ini tidak ada obatnya. Uang kita yang&lt;br /&gt;banyak pun akan habis karena itu. Kita boleh sibuk dengan urusan&lt;br /&gt;bisnis, tetapi kita harus tetap memberikan waktu kita&lt;br /&gt;mendengarkan suara Tuhan; membaca firman-Nya. Hadirlah di&lt;br /&gt;gereja setempat di mana kita berbisnis di luar kota.&lt;br /&gt;Firman Tuhan ini harus dibaca setiap hari. Ini wajib&lt;br /&gt;hukumnya! Tidak cukup hanya membaca firman Tuhan seminggu&lt;br /&gt;sekali di gereja.&lt;br /&gt;Menghafal firman Tuhan&lt;br /&gt;Dalam Mazmur 119:11 dikatakan: Dalam hatiku aku menyimpan&lt;br /&gt;janji-Mu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau. Dengan&lt;br /&gt;menghafal firman Tuhan, kita tercegah dari perbuatan-perbuatan&lt;br /&gt;dosa. Kalau sampai hari ini saya belum memukul orang, itu karena&lt;br /&gt;saya menghafal firman Tuhan. Mengapa saya mengatakan&lt;br /&gt;demikian? Karena, manusia, walaupun sudah 20 tahun bertobat,&lt;br /&gt;karakter lama itu tidak hilang sepenuhnya, ia cuma ‘diam’ saja di&lt;br /&gt;alam tidak sadar. Untuk diketahui, alam tidak sadar kita memonopoli&lt;br /&gt;88% dan alam sadar 12% saja. Makanya, kalau kehidupan kita&lt;br /&gt;yang dulu ‘kacau’, sekarang menjadi benar, itu tidak sepenuhnya&lt;br /&gt;menjadi benar. Jika tidak menyerahkan diri sungguh-sungguh&lt;br /&gt;dalam tuntunan Tuhan senantiasa, perilaku kacau itu bisa muncul&lt;br /&gt;lagi.&lt;br /&gt;Ada teman saya yang sudah 15 tahun tidak merokok. Suatu&lt;br /&gt;waktu dia bertemu kembali dengan teman lamanya yang perokok.&lt;br /&gt;Demi pertemanan, teman saya akhirnya merokok lagi bersama&lt;br /&gt;karibnya itu. Yang terjadi kemudian, teman saya ini kembali&lt;br /&gt;menjadi pemadat parah. Lebih parah dari 15 tahun lalu ketika&lt;br /&gt;masih merokok.&lt;br /&gt;Ada lagi kawan yang lain. Dulu mantan penjudi. Sudah&lt;br /&gt;bertobat. Dua puluh tahun meninggalkan meja judi. Suatu ketika&lt;br /&gt;dia dan keluarganya pindah rumah di wilayah lain. Demi untuk&lt;br /&gt;menghargai ajakan warga, ia pun mengambil bagian dalam&lt;br /&gt;pertandingan kartu dalam rangka 17 Agustus. Karena dia menang&lt;br /&gt;terus dan jadi pemenang, dia diajak untuk bermain judi lagi. Dari&lt;br /&gt;taruhan kecil sampai besar. Akhirnya, dia menjadi penjudi lagi.&lt;br /&gt;Dulu 9 tahun saya belajar ilmu kebatinan. Ilmu itu membuat&lt;br /&gt;saya percaya diri, sehingga suka berkelahi. Orang yang mencoba&lt;br /&gt;melawan saya akan bertekuk lutut sebelum bisa berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Ini adalah karakter lama yang tersimpan di alam bawah sadar&lt;br /&gt;saya. Itu bisa muncul lagi.&lt;br /&gt;Latar belakang kita tidak karuan semua. Kita semua pendosa&lt;br /&gt;(Rm. 3:23). Dalam berkendara, sering emosi kita terpancing&lt;br /&gt;karena perilaku pengendara lain yang merugikan kita. Kalau&lt;br /&gt;bukan karena firman Tuhan yang kita hafal, kita mungkin sudah&lt;br /&gt;kejar-kejaran dijalanan dan lalu baku hantam di tengah jalan ala&lt;br /&gt;film hollywood.&lt;br /&gt;Rasul Paulus pun ingin berbuat baik, tetapi yang jahat yang ia&lt;br /&gt;ingin perbuat. Sebab bukan apa yang aku kehendaki, yaitu yang baik,&lt;br /&gt;yang aku perbuat, melainkan apa yang tidak aku kehendaki, yaitu yang&lt;br /&gt;jahat, yang aku perbuat. Jadi jika aku berbuat apa yang tidak aku&lt;br /&gt;kehendaki, maka bukan lagi aku yang memperbuatnya, tetapi dosa yang&lt;br /&gt;diam di dalam aku. Demikianlah aku dapati hukum ini: jika aku&lt;br /&gt;menghendaki berbuat apa yang baik, yang jahat itu ada padaku (Rm.&lt;br /&gt;7:19-21). Mengapa bisa begitu? Karena kedagingan kita selalu&lt;br /&gt;berusaha mengalahkan kerohanian kita.&lt;br /&gt;Firman Tuhan yang dihafal itulah yang akan meredam&lt;br /&gt;menguatnya karakter lama kita. Ketika perilaku buruk itu&lt;br /&gt;mencoba kembali, firman Tuhan yang sudah dihafal itu akan&lt;br /&gt;teringat di hati; firman itu akan otomatis mencegah kita mengikuti&lt;br /&gt;kemauan perilaku tersebut. Celaka jadinya kita, jika tidak&lt;br /&gt;menghafal firman-Nya!&lt;br /&gt;Merenungkan&lt;br /&gt;Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi&lt;br /&gt;renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati&lt;br /&gt;sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian&lt;br /&gt;perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung (Yos 1:8).&lt;br /&gt;Merenungkan firman Tuhan seperti anda berjalan di jalan tol,&lt;br /&gt;dengan merenungkan jalan-jalan mana yang harus dilalui – yang&lt;br /&gt;mana yang lurus yang mana yang berbelok. Andai anda mencoba&lt;br /&gt;berjalan di jalan tol dalam keadaan merem 1 menit saja, begitu&lt;br /&gt;anda sadar, anda sudah di rumah sakit bagian instalasi gawat&lt;br /&gt;darurat. Beruntung jika anda masih hidup…&lt;br /&gt;Merenungkan firman Tuhan itu membuat kita waspada.&lt;br /&gt;Waspada, karena iblis menyamar seperti malaikat terang. Kita&lt;br /&gt;tidak boleh tertipu olehnya. Oleh karena itulah, betapa pentingnya&lt;br /&gt;merenungkan firman Tuhan itu siang dan malam.&lt;br /&gt;Perenungan yang baik itu seperti binatang yang memamah biak&lt;br /&gt;(sapi dan kambing). Pada waktu dilepas di padang mereka mencari&lt;br /&gt;makan. Tetapi makanan yang menjadi energi dan susunya adalah&lt;br /&gt;ketika ia makan di kandangnya, yaitu makanan tadi yang&lt;br /&gt;dikeluarkannya – dikunyah, diperhalus dan dimakan lagi. Itulah&lt;br /&gt;yang menjadi sumber energi bagi sapi atau kambing itu. Begitu&lt;br /&gt;pula dengan kita, dalam konteks mendengarkan firman Tuhan di&lt;br /&gt;gereja. Barangkali kita terganggu dengan orang yang berisik di&lt;br /&gt;samping kita, maka sesampai di rumah, bacalah dan renungkanlah&lt;br /&gt;kembali firman itu. Atau, ketika mendengarkan khotbah pendeta,&lt;br /&gt;ada bagian-bagian ayat tertentu yang tidak kita pahami, maka&lt;br /&gt;bacalah dan renungkan kembali firman Tuhan tersebut di rumah.&lt;br /&gt;Sempatkan waktu untuk melakukan hal ini segera dalam beberapa&lt;br /&gt;menit saja, karena jika tidak, anda akan mengisi waktu dengan&lt;br /&gt;urusan bersantai di rumah, tidur atau bahkan bertamasya. Maka,&lt;br /&gt;kebanaran firman Tuhan itu akan lewat, dan tidak akan menjadi&lt;br /&gt;rhema dalam hidupmu. Hal seperti inilah yang membuat banyak&lt;br /&gt;orang Kristen tua di gereja, tetapi sangat kerdil rohaninya.&lt;br /&gt;Melakukan firman Tuhan&lt;br /&gt;Semua bagian yang kita bahas ini penting, dan klimaks dari&lt;br /&gt;pembahasan kita adalah yag kelima ini.&lt;br /&gt;Saya mempunyai teman pendeta. Orang ini luar biasa karena&lt;br /&gt;kalau berkhotbah tidak menggunakan alkitab. Dia hafal semua&lt;br /&gt;ayat hingga ke titik komanya. Luar biasa. Barangkali, dia&lt;br /&gt;membawa alkitab hanya etika saja sebagai pendeta. Saya kagum&lt;br /&gt;dengan orang ini. Karena penasaran, saya bertanya kepadanya&lt;br /&gt;perihal rahasia beliau sehingga bisa seperti itu. Dia memberi&lt;br /&gt;jawaban, bahwa dia sudah membaca alkitab sampai habis 50x.&lt;br /&gt;Pantas saja.&lt;br /&gt;Namun, tak berapa lama kemudian saya mendengar kabar,&lt;br /&gt;bahwa hamba Tuhan yang luar biasa ini, melakukan kesalahan&lt;br /&gt;yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang pendeta.&lt;br /&gt;Sayang disayang, hamba Tuhan yang luar biasa ini lengah dan&lt;br /&gt;membuka celah, yang kemudian menjadi fatal akibatnya.&lt;br /&gt;Saudaraku, jangan sekalipun memberikan kesempatan kepada&lt;br /&gt;iblis; jangan buka celah untuk dia menguasai kita sedikit pun dan&lt;br /&gt;sedetik pun.&lt;br /&gt;Saya juga tidak kebal dengan situasi seperti itu. Tetapi dengan&lt;br /&gt;firman Tuhan dan doa, saya akan kuat menghadapinya.&lt;br /&gt;Dengar, baca, hafal, renungkan dan lakukanlah firman Tuhan&lt;br /&gt;dengan disiplin dan konsisten, maka niscaya kelas rohani kita akan&lt;br /&gt;semakin naik; bertambah dewasa dalam Tuhan, dan cakap&lt;br /&gt;menanggung segala perkara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-3955147375181282693?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/3955147375181282693/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/03/rahasia-kuat-rohani.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/3955147375181282693'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/3955147375181282693'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/03/rahasia-kuat-rohani.html' title='Rahasia Kuat Rohani'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S6jjghtXqZI/AAAAAAAAAWQ/xehYZ739xA4/s72-c/images1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-5871256330477458172</id><published>2010-03-12T10:56:00.002+07:00</published><updated>2010-03-12T11:01:09.181+07:00</updated><title type='text'>3 Peran Allah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S5m8fZUjuCI/AAAAAAAAAVk/JwNJ_eM3SBw/s1600-h/merpati.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S5m8fZUjuCI/AAAAAAAAAVk/JwNJ_eM3SBw/s320/merpati.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447592471840405538" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nats: Ulangan 30:19-20&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;19 Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini:&lt;br /&gt;kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah&lt;br /&gt;kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, 20 dengan&lt;br /&gt;mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya,&lt;br /&gt;sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang&lt;br /&gt;dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada&lt;br /&gt;Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka.”&lt;br /&gt;Nats di atas sebenarnya merupakan bagian dari perkataan&lt;br /&gt;perjanjian yang disampaikan Musa kepada bani Israel sewaktu&lt;br /&gt;mereka berada di tanah Moab. Perkataan perjanjian tersebut dapat&lt;br /&gt;menjadi pelajaran yang sarat makna rohani bagi kita, umat Tuhan&lt;br /&gt;dewasa ini.&lt;br /&gt;Dari nats di atas, kita dapat belajar tentang 3 peran Allah untuk&lt;br /&gt;kebaikan kehidupan kita di dunia ini, dan bahkan untuk kehidupan&lt;br /&gt;kekekalan bersama-Nya kelak. Mari kita telusuri satu demi satu.&lt;br /&gt;Peran yang pertama: Allah memperhadapkan kita untuk&lt;br /&gt;memilih. Perhatikan pada ayat 19, di sini Tuhan memberikan&lt;br /&gt;kepada kita dua pilihan ekstrim: memilih berkat atau memilih&lt;br /&gt;kutuk. Tentu saja kita akan memilih berkat bukan kutuk. Sebab,&lt;br /&gt;siapa yang mau dikutuk dan menjadi orang terkutuk? Bahkan&lt;br /&gt;orang bodoh sekalipun tidak mau memilih dikutuk – semua orang&lt;br /&gt;mau diberkati – kaya materi – dan masuk sorga. Tetapi sungguh&lt;br /&gt;ironis, ada banyak orang Kristen yang hidup seperti orang yang&lt;br /&gt;sedang kena kutuk. Di mana kehidupan mereka diliputi oleh ruparupa&lt;br /&gt;kesengsaraan. Oleh mereka, Tuhan kerap dianggap sebagai&lt;br /&gt;arsitek dari semua derita yang dialami; Tuhan diposisikan sebagai&lt;br /&gt;sang pemberi pencobaan. Akan hal ini, alkitab dengan tegas dan&lt;br /&gt;jelas mengatakan bahwa Tuhan tidak mencobai siapapun, iblislah&lt;br /&gt;yang mencobai manusia (Yak. 1:14-15).&lt;br /&gt;Orang Kristen yang membiarkan dirinya dicobai dan&lt;br /&gt;kemudian ditunggangi oleh iblis adalah orang Kristen yang&lt;br /&gt;memilih kutuk. Orang-orang seperti ini bukanlah tidak tahu akan&lt;br /&gt;kebenaran Tuhan. Tetapi pemuasan keinginan dirinya sendiri telah&lt;br /&gt;menjadi yang utama ketimbang kebenaran itu. Ia terus jatuh, dan&lt;br /&gt;jatuh lagi dalam berbagai dosa.&lt;br /&gt;Dikuasai atau ditunggangi iblis bukan hanya terlihat kasat mata&lt;br /&gt;seperti manifestasi orang yang sedang kerasukan yang disertai&lt;br /&gt;dengan ciri-ciri mata memerah, badan bergetar hebat dan&lt;br /&gt;berteriak-teriak, karena orang yang mementingkan keinginannya&lt;br /&gt;sendiri, dan lalu mengabaikan pekerjaan Tuhan pun juga telah&lt;br /&gt;dikontrol oleh iblis. Contoh riil akan hal ini dapat dilihat dalam&lt;br /&gt;Matius 16:22-23, yang mengisahkan bagaimana Petrus mencoba&lt;br /&gt;menahan maksud Yesus untuk pergi ke Yerusalem untuk&lt;br /&gt;mengalami banyak penderitaan di sana. Dalam hal ini Petrus&lt;br /&gt;tampak seperti seorang murid yang membela gurunya. Namun,&lt;br /&gt;hardikan Yesus memperlihatkan kepada kita, bahwa iblis telah&lt;br /&gt;mengintervensi pikiran dan hati Petrus. Dengan kata lain, pikiran&lt;br /&gt;dan perasaan Petrus telah disusupi oleh iblis.&lt;br /&gt;Mari cek dan ricek kehidupan kita masing-masing, sejauh&lt;br /&gt;manakah intervensi iblis dalam benak intelektual kita. Kita harus&lt;br /&gt;memiliki kepekaan untuk ini. Tetapi, bagaimana kepekaan ini bisa&lt;br /&gt;kita miliki untuk menjadi parameter, kalau kita sendiri tidak hidup&lt;br /&gt;melekat dengan Tuhan.&lt;br /&gt;Dalam Galatia 6:7, dikatakan: “Jangan sesat! Allah tidak&lt;br /&gt;membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu&lt;br /&gt;juga yang akan dituainya”. Siapa yang menabur dia yang akan&lt;br /&gt;menuai. Jadi, jangan kita menyalahkan Tuhan ketika derita kita&lt;br /&gt;alami, padahal derita itu bermula dari perbuatan dosa kita sendiri.&lt;br /&gt;Allah menghadapkan pilihan, dan kita yang memilih. Maka,&lt;br /&gt;bertanggungjawablah dengan apa yang kita pilih.&lt;br /&gt;Peran yang kedua, Allah menyarankan. Masih pada ayat 19,&lt;br /&gt;dikatakan bahwa Allah menyarankan manusia untuk memilih.&lt;br /&gt;Betapa baik dan hebatnya Tuhan kita. Betapa tidak, karena Dia&lt;br /&gt;menghadapkan pilihan sekaligus menyarankan pilihan yang&lt;br /&gt;terbaik, yaitu pilihan kehidupan untuk hidup.&lt;br /&gt;Saran Allah pastilah yang terbaik. Akan menjadi indah hidup&lt;br /&gt;ini jika kita menuruti saran-Nya. Salah satu saran Allah supaya&lt;br /&gt;kehidupan kita menyenangkan hati-Nya adalah hidup oleh Roh.&lt;br /&gt;Firman Tuhan berkata: “… Hiduplah oleh Roh, maka kamu tidak&lt;br /&gt;akan menuruti keinginan daging” (Gal. 5:16). Hidup oleh Roh akan&lt;br /&gt;membuat kita mampu menekan segala perbuatan kedagingan.&lt;br /&gt;Apa sajakah perbuatan daging itu? Alkitab berkata: “Perbuatan&lt;br /&gt;daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu, penyembahan&lt;br /&gt;berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri&lt;br /&gt;sendiri, percideraan, roh pemecah, kedengkian, kemabukan, pesta pora&lt;br /&gt;dan sebagainya” (Gal. 5:19-21). Kata “dan sebagainya” di sini hendak&lt;br /&gt;menyingkat daftar perbuatan dosa yang teramat banyak itu.&lt;br /&gt;Jika kita dipimpin oleh Roh, maka perbuatan-perbuatan dosa&lt;br /&gt;tidak akan kita lakukan. Ada perasaan jijik dan rasa malu jika&lt;br /&gt;hendak berbuat dosa. Saudaraku, betapa enak hidup ini jika kita&lt;br /&gt;dipimpin oleh Roh Tuhan, karena kita akan kuat di dalam Dia.&lt;br /&gt;Kuat dalam hal apa? Contohnya begini, jika pipi kiri kita&lt;br /&gt;ditampar, kita bersedia memberi lagi pipi kanan – tetapi sekali&lt;br /&gt;lagi, ini karena Roh ada dalam kita. Namun, tidaklah demikian&lt;br /&gt;jika kita hidup dengan jiwa saja – ini menjadi tidak enteng – karena&lt;br /&gt;siapa yang mau ditampar gratis? Kalaupun ada yang mau, pastilah&lt;br /&gt;menuntut balas yang lebih sadis.&lt;br /&gt;Ada orang yang sudah 4 tahun bertobat, tetapi selama itu&lt;br /&gt;pulalah ia disibuki dengan merubah posisi tangga menuju ke lantai&lt;br /&gt;dua rumahnya. Tangganya berubah posisi beberapa kali, hanya&lt;br /&gt;karena ia menuruti keinginan dewa di kepercayaannya yang lama.&lt;br /&gt;Repot sekali hidup orang ini. Orang seperti ini dipermainkan&lt;br /&gt;setan. Kasihan! Biarlah kita dipimpin oleh Roh, supaya kita dapat&lt;br /&gt;menuruti saran Tuhan, bukan saran iblis.&lt;br /&gt;Pilihan kehidupan sudah Tuhan sarankan kita pilih, tetapi&lt;br /&gt;masih banyak orang Kristen yang memilih jalan kematian. Sadar&lt;br /&gt;atau tidak sadar, atau tidak mau sadar, banyak orang Kristen&lt;br /&gt;yang membangun jalan kematian kekalnya: neraka kekal. Mereka&lt;br /&gt;lebih memilih jodoh yang tidak seiman daripada Yesus. Memilih&lt;br /&gt;pergi ke dukun dan paranormal ketimbang sabar meminta&lt;br /&gt;pertolongan dari Tuhan. Sebenarnya, kita harus bangga, karena&lt;br /&gt;kita bukan sekadar disarankan untuk memilih, tetapi kita terlebih&lt;br /&gt;dahulu telah dipilih oleh Tuhan untuk menjadi umat kesayangan-&lt;br /&gt;Nya (Yoh. 15:16). Oleh karena itulah, saya tidak akan mungkin&lt;br /&gt;menjual Yesus dengan apapun dalam keadaan bagaimanapun.&lt;br /&gt;Saudaraku, kita sudah dipilih oleh Tuhan, jadi kita tidak&lt;br /&gt;mungkin dibiarkan-Nya menghadapi badai hidup ini sendirian.&lt;br /&gt;Dalam susah dan bahagia, Dia akan selalu menyertai saya dan&lt;br /&gt;saudara. Di dalam I Samuel 12:22, dikatakan bahwa Tuhan Allah&lt;br /&gt;tidak akan pernah membuang kita oleh karena nama-Nya yang&lt;br /&gt;besar. Luar biasa makna rohani ayat ini, di mana nama Tuhan&lt;br /&gt;dipertaruhkan demi untuk membela saya dan saudara. Sungguh,&lt;br /&gt;betapa berharganya kita di hadapan Tuhan. Masihkah kita tega&lt;br /&gt;mengkhianati-Nya?&lt;br /&gt;Peran yang ketiga, Allah memberikannya kepada mereka.&lt;br /&gt;Dalam ayat 20 nats di atas, Allah memberikan 3 cara agar orang&lt;br /&gt;Israel beroleh tanah yang dijanjikan-Nya kepada mereka. Bagi&lt;br /&gt;kita, umat Tuhan dewasa ini, 3 cara ini berarti 3 cara untuk sampai&lt;br /&gt;ke sorga. Tiga cara tersebut adalah:&lt;br /&gt;Pertama, kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu,&lt;br /&gt;jiwamu dan akal budimu. Firman Tuhan ini hendak menerangkan&lt;br /&gt;bahwa tidak ada tempat bagi iblis, karena totalitas kehidupan&lt;br /&gt;kita hanya untuk Tuhan. No place for devils. Tidak hanya itu,&lt;br /&gt;mengasihi Tuhan secara total, otomatis akan membuat kita&lt;br /&gt;mengasihi sesama seperti mengasihi diri sendiri. Inilah kristalisasi&lt;br /&gt;dari alkitab: kasih terhadap Allah dan kasih terhadap sesama.&lt;br /&gt;Kalau kita mengasihi Allah, maka melakukan perintah-Nya&lt;br /&gt;bukanlah suatu beban. Kita akan melakukan perintah Tuhan&lt;br /&gt;dengan tulus, jikalau kita benar-benar mengasihi Dia (Yoh. 14:15).&lt;br /&gt;Kedua, mendengar suara Tuhan. Firman Tuhan berkata,&lt;br /&gt;domba-domba-Ku mendengar suara-Ku. Ingat, iman itu timbul&lt;br /&gt;dari pendengaran, dan pendengaran akan firman Kristus. Dalam&lt;br /&gt;bagian lain dikatakan: Barangsiapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!&lt;br /&gt;(Why. 13:9). Iman kita jangan tergoyahkan oleh apa yang saya&lt;br /&gt;sebut dengan suara-suara yang ‘bindeng’ alias segala dalil yang&lt;br /&gt;melemahkan iman. Suara-suara bindeng ini yang selalu meragukan&lt;br /&gt;kuasa Allah. Sebagai umat pilihan Tuhan, kita hanya&lt;br /&gt;mendengarkan suara Tuhan, bukan yang lain. Itulah sebabnya,&lt;br /&gt;kita harus senantiasa membaca firman Tuhan, ‘suara’ yang asli;&lt;br /&gt;suara yang benar.&lt;br /&gt;Ketiga, berpaut kepada-Nya. Artinya tumpang tindih tepat.&lt;br /&gt;Orang yang tidak berpaut kepada Kristus, perbuatannya tidak&lt;br /&gt;sedap dilihat. Hal ini sama dengan sebuah hasil cetakan full color,&lt;br /&gt;yaitu jika perwakilan masing-masing warna (Cyan, Magenta,&lt;br /&gt;Yellow, Black = CMYK) yang membentuk suatu image atau artwork&lt;br /&gt;meleset sedikit saja dari posisi yang semestinya, maka hasil&lt;br /&gt;cetakannya menjadi tidak bagus dan tidak sedap dipandang mata.&lt;br /&gt;Kalau kita tidak berpaut dengan Tuhan, maka kita akan meleset&lt;br /&gt;jauh dari kebenaran-Nya. Jangan ada gambaran setan dalam&lt;br /&gt;kehidupan kita. Keberadaan kita harus menjadi berkat. Dengan&lt;br /&gt;kata lain, kita menjadi seperti Kristus dalam berperilaku.&lt;br /&gt;Seorang petani tahu betul kapan dia akan panen. Namun,&lt;br /&gt;sebelum itu terjadi, tentu saja dia mesti terlebih dahulu menanam&lt;br /&gt;bibit padinya. Hari ini tanamlah keinginanmu untuk&lt;br /&gt;menyenangkan Tuhan; tentukan pilihan untuk memilih berkat dan&lt;br /&gt;kehidupan, niscaya kita punya hidup akan lebih hidup – maka&lt;br /&gt;sorga menjadi sebuah keniscayaan bagi kita. &lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-5871256330477458172?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/5871256330477458172/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/03/3-peran-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/5871256330477458172'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/5871256330477458172'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/03/3-peran-allah.html' title='3 Peran Allah'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S5m8fZUjuCI/AAAAAAAAAVk/JwNJ_eM3SBw/s72-c/merpati.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-3959222850528419016</id><published>2010-03-02T22:19:00.003+07:00</published><updated>2010-03-02T22:24:37.068+07:00</updated><title type='text'>Bukan Cuma Beribadah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S40topWUrTI/AAAAAAAAAVc/LZRdMjP9EbI/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 142px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S40topWUrTI/AAAAAAAAAVc/LZRdMjP9EbI/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5444057700878298418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SETELAH cukup lama terbiar kosong, di sebelah rumah saya, kini&lt;br /&gt;ada penghuni baru. Tetangga baru ini, pagi-pagi sudah melakukan&lt;br /&gt;ritual kepercayaannya. Mudah bagi saya untuk mengetahui&lt;br /&gt;kepercayaan yang dianutnya. Mudah, karena ada aroma khas yang&lt;br /&gt;tercium manakala ritual kepercayaan itu dimulai. Ritual yang dulu&lt;br /&gt;saya lakukan. Tetangga saya ini sangat konsisten dalam menjalankan&lt;br /&gt;kepercayaannya. Tetapi, sampai dengan saat ini dia sangat tertutup.&lt;br /&gt;Tertutup dengan lingkungan sekitar. Tidak mau bergaul. Tidak&lt;br /&gt;bersosialisasi. Banyak orang Kristen seperti itu. Keimanan terhadap&lt;br /&gt;Yesus hanya untuk pribadi. Minim, bahkan tidak ada bukti praktik&lt;br /&gt;keimanan kepada sesama dalam arti luas. Orang-orang seperti ini&lt;br /&gt;bisa jadi aktif bergereja; bebas-merdeka memuji dan beribadah.&lt;br /&gt;Rela memberi persembahan rupa-rupa. Giat ke sana ke mari,&lt;br /&gt;berbuat ini-itu untuk kemajuan pelayanan gereja (untuk Tuhan&lt;br /&gt;katanya). Namun, seperti tetangga saya, si aktif bergereja ini tidak&lt;br /&gt;dikenal dan mengenal lingkungannya. Beginikah mutu sejatinya&lt;br /&gt;orang yang rajin beribadah?&lt;br /&gt;Menyoal ciri-ciri sebenarnya orang yang beribadah, Yesus adalah&lt;br /&gt;contoh yang pas. Simak beberapa ayat berikut: Setibanya di tempat&lt;br /&gt;asal-Nya, Yesus mengajar orang-orang di situ di rumah ibadat mereka. Maka&lt;br /&gt;takjublah mereka dan berkata: “Dari mana diperoleh-Nya hikmat itu dan&lt;br /&gt;kuasa untuk mengadakan mujizat-mujizat itu? Bukankah Ia ini anak&lt;br /&gt;tukang kayu? Bukankah ibu-Nya bernama Maria dan saudara-saudara-&lt;br /&gt;Nya: Yakobus, Yusuf, Simon dan Yudas? Dan bukankah saudara-saudara42&lt;br /&gt;Nya perempuan semuanya ada bersama kita? Jadi dari mana diperoleh-&lt;br /&gt;Nya semuanya itu?” (Mat. 13:54-56). Orang-orang yang berada di&lt;br /&gt;rumah ibadah di kampung halaman Yesus, Nazaret, mengenal Yesus&lt;br /&gt;dengan baik. Mereka tahu latar belakangnya, orang tuanya, dan&lt;br /&gt;saudara-saudaranya. Secara implisit, ayat-ayat tersebut menjelaskan&lt;br /&gt;kepada kita, bahwa Yesus dan keluarganya dikenal; mereka tidak&lt;br /&gt;anti sosial; mereka bergaul dan berinteraksi dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;Di usia 30 tahunan – usia matang seorang laki-laki Yahudi dan&lt;br /&gt;kebanyakan budaya timur; Yesus memulai misi-Nya. Diawali-Nya&lt;br /&gt;dengan menghadiri Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang&lt;br /&gt;diadakan oleh Yohanes Pembaptis, bertempat di padang gurun,&lt;br /&gt;daerah Yordan. Yesus tidak kuper (kurang pergaulan). Ia mengikuti&lt;br /&gt;informasi dan menjalin komunikasi.&lt;br /&gt;Di sela-sela jadwal pelayanan-Nya yang padat, Yesus&lt;br /&gt;menyempatkan diri bertemu dengan para nelayan – strata&lt;br /&gt;masyarakat rendah – beberapa di antara mereka menjadi murid-&lt;br /&gt;Nya. Yesus berdialog, dan lagi-lagi menjalin komunikasi. Yesus&lt;br /&gt;mulai dikenal.&lt;br /&gt;Tidak tanggung-tanggung, dalam melayani sekaligus&lt;br /&gt;bersosialisasi, Yesus bahkan mau didekati oleh penderita kusta –&lt;br /&gt;suatu penyakit yang kala itu berkonotasi kutukan dari Allah – karena&lt;br /&gt;pada waktu itu belum ada obatnya. Di jaman Musa, penderita kusta&lt;br /&gt;harus tinggal jauh dari perkemahan warga. Mereka diasingkan.&lt;br /&gt;Apabila dalam suatu kondisi terpaksa bertemu dengan orang sehat,&lt;br /&gt;mereka harus selalu berteriak: “Najis! Najis!”. Penderita kusta,&lt;br /&gt;bukan sekadar menderita fisiknya, tetapi juga psikisnya. Lahir-batin&lt;br /&gt;menderita. Yesus Kristus mau didekati penderita kusta, dan bahkan&lt;br /&gt;mau menjamahnya. Padahal, bagi masyarakat Yahudi waktu itu,&lt;br /&gt;tindakan menjamah tersebut adalah haram hukumnya. Luar biasa,&lt;br /&gt;Yesus kita ini! Maka, semakin populerlah Yesus dengan segala&lt;br /&gt;perbuatan konkrit-positif yang dilakukan-Nya.&lt;br /&gt;Tidak cukup dengan semua itu, Yesus juga menjumpai seorang&lt;br /&gt;pemungut cukai, Lewi. Ia kemudian duduk makan bersama temanteman&lt;br /&gt;seprofesi Lewi. Hal ini membuat gusar para ahli Taurat dan&lt;br /&gt;orang Farisi – golongan ningrat dalam strata masyarakat Yahudi –&lt;br /&gt;mereka bak kebakaran jenggot melihat sikap Yesus. Mereka protes&lt;br /&gt;keras perihal tindakan Yesus tersebut. Betapa tidak, karena di jaman&lt;br /&gt;itu, pemungut cukai dianggap sebagai antek Romawi, karenanya&lt;br /&gt;najis untuk bergaul dengan mereka.&lt;br /&gt;Yesus bertindak lebih jauh lagi. Ia khusus datang ke Gerasa,&lt;br /&gt;daerah di seberang Galilea untuk bertemu dengan seorang yang&lt;br /&gt;telah lama dirasuk setan. Orang ini terkucil. Tidak ada teman.&lt;br /&gt;Loneliness. Ditakuti. Madesu (masa depan suram). Barangkali,&lt;br /&gt;kematian adalah yang terbaik untuk orang ini. Tidak berlama-lama,&lt;br /&gt;Yesus membebaskan orang ini dari semua predikat negatif tersebut.&lt;br /&gt;Harapan orang ini pun timbul. Dalam konteks ini, Yesus menjadi&lt;br /&gt;solusi dan memberi inspirasi.&lt;br /&gt;Yesus tidak hanya menjalin hubungan dengan masyarakat kelas&lt;br /&gt;bawah. Ia pun berkomunikasi dengan golongan ningrat Yahudi, para&lt;br /&gt;ahli Taurat dan orang Farisi. Yesus juga duduk makan bersama&lt;br /&gt;mereka. Tetapi peluang kedekatan hubungan itu tidak lantas&lt;br /&gt;membuat Yesus kehilangan prinsip dan jati diri. Ia tidak menjadi&lt;br /&gt;sama dengan perbuatan mereka yang penuh kemunafikan. Ia&lt;br /&gt;menegur dan meluruskan segala praktik salah kehidupan agamawi&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;Rekam jejak pergaulan Yesus yang luas, berakhir dengan dua&lt;br /&gt;orang penjahat yang dihukum mati bersama-sama dengan-Nya.&lt;br /&gt;Salah satu di antara penjahat itu beroleh kepastian keselamatan&lt;br /&gt;kekal di saat-saat terakhir helaan napasnya. Luar biasa! Menjelang&lt;br /&gt;ajal menjemput pun, Yesus masih mau bersosialisasi, berkomunikasi&lt;br /&gt;dan mengubahkan hidup orang lain menjadi berarti.&lt;br /&gt;Bukan Cuma Beribadah&lt;br /&gt;Sama seperti kita, Yesus sangat rajin beribadah bahkan&lt;br /&gt;melayani. Aktivitas rohaninya yang banyak tidak membuat-Nya&lt;br /&gt;mengabaikan apa yang semestinya dilakukan setiap hari: menjalin&lt;br /&gt;hubungan yang tulus dengan siapapun, kapanpun, dan di manapun.&lt;br /&gt;Beribadah dan bersosialisasi mestinya seiring sejalan. Itulah jalan&lt;br /&gt;untuk menjadi saksi Kristus yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-3959222850528419016?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/3959222850528419016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/03/bukan-cuma-beribadah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/3959222850528419016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/3959222850528419016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/03/bukan-cuma-beribadah.html' title='Bukan Cuma Beribadah'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S40topWUrTI/AAAAAAAAAVc/LZRdMjP9EbI/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-1285528216159144018</id><published>2010-02-20T18:06:00.005+07:00</published><updated>2010-02-20T18:20:50.147+07:00</updated><title type='text'>Bukan Kekuatan Kata</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S3_D6PpXz4I/AAAAAAAAAVM/7OBTk5QjMuY/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S3_D6PpXz4I/AAAAAAAAAVM/7OBTk5QjMuY/s320/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5440282280286736258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nats: I Korintus 4:20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20 Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan, tetapi dari kuasa.&lt;br /&gt;SURAT kepada jemaat di Korintus ditulis oleh Rasul Paulus di&lt;br /&gt;kota Efesus pada kira-kira tahun 57 M. Di kota Korintus berdiri&lt;br /&gt;dengan megah kuil Venus (Aphrodite). Di dalam kuil tersebut&lt;br /&gt;terdapat sekitar 1000 wanita yang melakukan praktik prostitusi&lt;br /&gt;atas nama pemujaan terhadap dewa. Besarnya pengaruh negatif&lt;br /&gt;kuil tersebut memunculkan istilah yang populer pada masa itu:&lt;br /&gt;corinthianize, yang diartikan dengan: “praktik prostitusi dan pesta&lt;br /&gt;pora”. Itulah sebabnya, Paulus bekerja ekstra keras di kota ini. Ia&lt;br /&gt;harus melepaskan penduduk kota ini dari cara hidup mereka yang&lt;br /&gt;masih memegang tradisi lama, yakni kepercayaan terhadap dewa-dewa,&lt;br /&gt;praktik kemaksiatan secara bebas, pesta pora, dll. Di samping&lt;br /&gt;itu, Paulus juga mesti menghadapi dua pewarta lain yang sama-sama&lt;br /&gt;membawa nama Kristus sebagai subyek pewartaan. Mereka&lt;br /&gt;adalah: Apolos (filsuf Yahudi dari Alexandria) dan Kefas (Petrus);&lt;br /&gt;mereka mendirikan faksi-faksi umat Kristen yang terpisah dari&lt;br /&gt;Paulus. Pengaruh keduanya kemudian membuat jemaat Korintus&lt;br /&gt;terbagi menjadi tiga golongan: Ada golongan Paulus, Apolos dan&lt;br /&gt;Petrus (I Kor. 1:12). Apolos dan Petrus merupakan pendukung&lt;br /&gt;setia ajaran Yahudi – hal ini bertentangan dengan ajaran Paulus.&lt;br /&gt;Paulus menekankan bahwa di dalam Kristus, semua adalah sama&lt;br /&gt;dan satu di dalam Dia (I Kor. 12:13).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam rangka misi pewartaan Kristus di Korintus, Rasul Paulus&lt;br /&gt;tidak hanya menghadapi beberapa tantangan besar seperti tersebut&lt;br /&gt;di atas. Ia juga menghadapi internal affair: tantangan dari dalam&lt;br /&gt;jemaatnya sendiri. Tantangan ini jauh lebih berat.&lt;br /&gt;Jemaat Korintus adalah jemaat yang didirikan oleh Paulus pada&lt;br /&gt;perjalanan misinya yang kedua (Kis. 18:1-18). Oleh karena itulah&lt;br /&gt;Paulus menyebut dirinya sebagai bapa rohani mereka (I Kor. 4:15).&lt;br /&gt;Namun kemudian, di dalam jemaat ini, muncul beberapa orang&lt;br /&gt;yang menjadi sombong (I Kor. 4:18). Dalam suratnya, Paulus&lt;br /&gt;menyoroti mereka – ia ingin bertemu dengan mereka. Apa&lt;br /&gt;sebenarnya yang mereka sombongkan? Orang-orang ini&lt;br /&gt;menyombongkan perkataan mereka. Perkataan tentang apa? Jika&lt;br /&gt;kita menelaah I Korintus 4:18-21, dapat ditarik kesimpulan, bahwa&lt;br /&gt;orang-orang tersebut menyombongkan “pemahaman dan&lt;br /&gt;pengetahuan” mereka tentang firman. Jemaat Korintus dikenal&lt;br /&gt;sebagai jemaat yang mempunyai banyak karunia rohani (I Kor. 12).&lt;br /&gt;Dalam kaitan itu, Paulus juga menulis: Sebab di dalam Dia kamu&lt;br /&gt;telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan&lt;br /&gt;segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang&lt;br /&gt;telah diteguhkan di antara kamu. Demikianlah kamu tidak kekurangan&lt;br /&gt;dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan&lt;br /&gt;kita Yesus Kristus (I Kor. 1:5-7). Jadi sekali lagi, orang-orang tersebut&lt;br /&gt;merasa telah ‘kaya’ dengan segala macam perkataan dan&lt;br /&gt;pengetahuan tentang firman. Terhadap hal itulah, Paulus dengan&lt;br /&gt;tegas mengatakan: Sebab Kerajaan Allah bukan terdiri dari perkataan,&lt;br /&gt;tetapi dari kuasa. Dalam alkitab berbahasa Inggris (English Amplified&lt;br /&gt;Bible = Easy English Bible), ayat tersebut ditulis: For the kingdom of&lt;br /&gt;God consists of and is based on not talk but power (moral power and excellence&lt;br /&gt;of soul). Perhatikan kata-kata dalam tanda kurung: moral power and&lt;br /&gt;excellence of soul. Kata-kata tersebut dapat diterjemahkan dengan:&lt;br /&gt;“kekuatan moral dan keunggulan jiwa”. Hal ini semakin diperjelas&lt;br /&gt;lagi dengan terjemahan alkitab bahasa Indonesia sehari-hari (BIS),&lt;br /&gt;yang berbunyi: Karena kalau Allah memerintah hidup seseorang, hal itu&lt;br /&gt;dibuktikan oleh kekuatan hidup orang itu, bukan oleh kata-katanya.&lt;br /&gt;Menjadi jelas, bahwa orang beriman, sejatinya bukan sekadar&lt;br /&gt;paham betul firman Tuhan; bukan cuma fasih firman. Lebih&lt;br /&gt;daripada itu, orang beriman yang asli adalah orang yang memiliki&lt;br /&gt;gaya hidup bermoral tinggi; mempunyai integritas yang kuat. Kata&lt;br /&gt;“integritas”, menurut Webster’s Third International Dictionary (1981),&lt;br /&gt;Oxford Dictionary (1963), dan An English-Indonesian Dictionary, by John&lt;br /&gt;M. Echols and Hassan Shadily (1975). Dijelaskan bahwa: Integrity&lt;br /&gt;artinya wholeness, mengenai “keseluruhan”; uprightness dan honesty,&lt;br /&gt;artinya “ketulusan hati” dan “kejujuran”. Dijelaskan pula, bahwa&lt;br /&gt;integrity itu berarti: an uncompromising adherance to a code of moral,&lt;br /&gt;artinya: dedikasi yang tak tergoyakan terhadap kode moral.&lt;br /&gt;Pengikut Yesus yang merasa telah memahami banyak firman&lt;br /&gt;dan menjadi sombong karenanya, bukan hanya ada di jaman Paulus&lt;br /&gt;– orang Kristen model begini banyak pula terdapat di gereja Tuhan&lt;br /&gt;masa kini. Sadar atau tidak (faktanya: kebanyakan mereka sadar),&lt;br /&gt;orang-orang seperti itu menganggap diri sudah rohani, bahkan paling&lt;br /&gt;rohani di ‘lingkungannya’. Jemaat lain di sekitar mereka yang&lt;br /&gt;memperhatikan, kemudian menyebut mereka sebagai ‘orang yang&lt;br /&gt;sombong rohani’. Istilah ini menjadi populer di kalangan jemaat.&lt;br /&gt;Sebenarnya, istilah “sombong rohani” ini tidak tepat. Tidak tepat,&lt;br /&gt;karena orang sombong tidak bisa menjadi rohani (yang sejati). Ia&lt;br /&gt;mungkin bisa menjadi rohaniwan (sekadar sebagai status/&lt;br /&gt;kedudukan gerejawi), tetapi tidak pernah bisa menjadi rohani yang&lt;br /&gt;sesungguhnya. Sebaliknya, orang yang rohani tidak boleh ada&lt;br /&gt;kesombongan – bukan tidak bisa sombong, tetapi sejatinya, orang&lt;br /&gt;rohani tidak boleh sombong; ia pasti selalu berusaha merendahkan&lt;br /&gt;dirinya (I Kor. 13:4). Ia tahu diri. Ia tahu Tuhan; tanpa Tuhan, ia&lt;br /&gt;sadar, ia bukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesombongan dalam bentuk apapun, itu sangat ditentang oleh&lt;br /&gt;Tuhan (I Sam. 2:3; Ams. 6:16-17). Kesombongan adalah kejahatan.&lt;br /&gt;Kesombongan adalah dosa. Kesombongan itu sejajar dengan dosa&lt;br /&gt;perzinahan, percabulan, iri hati, dll (Mrk. 7:21-23).&lt;br /&gt;Orang yang rohani tidak akan menunjukkan ‘kekuatan’ berkata-kata&lt;br /&gt;dan prilaku yang didasari kesombongan; karena dengan&lt;br /&gt;sendirinya, di manapun ia berada, ia akan menampilkan ‘kekuatan’&lt;br /&gt;cara hidup yang menyukakan hati orang-orang di sekitarnya.&lt;br /&gt;Totalitas dirinya menampakkan segala praktik hidup yang bermoral&lt;br /&gt;tinggi yang didasari ketulusan hati dan kejujuran. Keberadaannya&lt;br /&gt;akan selalu ditunggu. Ketiadaannya akan selalu dirindu. Alangkah&lt;br /&gt;indahnya lingkungan di mana kita ada, jika mendapati diri kita dan&lt;br /&gt;orang lain berkualitas hidup sedemikian itu. Jika begitu adanya,&lt;br /&gt;maka bila Anak Manusia itu datang, Ia akan mendapati iman di&lt;br /&gt;bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-1285528216159144018?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/1285528216159144018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/02/bukan-kekuatan-kata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1285528216159144018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1285528216159144018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/02/bukan-kekuatan-kata.html' title='Bukan Kekuatan Kata'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S3_D6PpXz4I/AAAAAAAAAVM/7OBTk5QjMuY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-7717567816408375711</id><published>2010-02-09T09:41:00.004+07:00</published><updated>2010-02-09T09:56:07.247+07:00</updated><title type='text'>Kecewa, Untuk Apa?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S3DMJ60IfiI/AAAAAAAAAU0/xILzANoiHvQ/s1600-h/stress.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S3DMJ60IfiI/AAAAAAAAAU0/xILzANoiHvQ/s320/stress.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5436069221014994466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-weight: bold;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csad%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Garamond; 	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" &gt;Nats: Matius 11:6&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Csad%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Garamond\,Bold"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:Garamond; 	panose-1:2 2 4 4 3 3 1 1 8 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Garamond\,Italic"; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} @font-face 	{font-family:ArialNarrow; 	panose-1:0 0 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-format:other; 	mso-font-pitch:auto; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:11pt;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;  Dan berbahagialah orang yang tidak menjadi kecewa dan menolak Aku.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;KECEWA, oh semua orang pernah mengalaminya, bahkan mungkin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kini sementara dialami oleh anda. Menurut www.wikipedia.org,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kecewa berarti: “tidak puas”, “tidak senang” atau “berkecil hati”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dari definisi ini, jelas bahwa sulit memang untuk tidak kecewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Makanya ada orang bilang, kecewa itu manusiawi; sah-sah saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Nats di atas adalah perkataan Yesus perihal kecewa. Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Yesus berkata, berbahagialah orang yang “tidak menjadi kecewa”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dengan kata lain, sangat bisa sebenarnya untuk tidak perlu kecewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Konsep kebanyakan bilang, kecewa itu sah-sah saja, tetapi Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Yesus menekankan untuk tidak menjadi kecewa; tidak mesti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kecewa; tidak harus kecewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Sebenarnya, ketika kita merasa kecewa terhadap siapapun dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;apapun, itu berarti kehidupan kita sangat bergantung kepada yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;mengecewakan itu. Inilah sebabnya yang membuat manusia sangat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;rapuh dengan kekecewaan. Mudah kecewa, akhirnya menjadi tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;produktif, pasif dan kehilangan inisiatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Apabila anda meletakkan harapan kebahagiaan, kenikamatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;dan kesenangan hidupmu kepada seseorang (isteri, suami, anak,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kerabat, teman, pendeta, dan siapapun), maka anda akan ‘menuntut’&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;mereka untuk wajib memberikan kebahagiaan itu. Jika mereka tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;dapat memenuhi harapan anda itu, maka anda pun kecewa. Sampai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;di sini membaca tulisan ini, mungkin anda merasa hal ini biasabiasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;saja, tetapi anda tahu, sikap dan suasana hati yang kecewa,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;berarti masih ada ‘berhala’ lain dalam anda menyelenggarakan hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;selama ini. Berhala lain itu berwujud manusia: Istri, suami, anak,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;mertua, orang tua, pendeta, teman, dll. Sadarkah anda kini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Temukan ‘berhala’ itu dan robohkanlah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Beberapa jam sebelum disalibkan, para murid Yesus begitu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;berapi-api menegaskan tekad untuk setia sampai mati di sisi Yesus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Kenyataannya, mereka kabur menyelamatkan diri masing-masing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;manakala Yesus ditangkap. Ketika Yesus disalibkan pun, tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;semua murid datang melihat; yang ada pun berdiri jauh-jauh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Apakah Tuhan Yesus kecewa? Tidak. Wajarkah jika Tuhan Yesus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kecewa? Sangat wajar. Namun, Tuhan Yesus tidak kecewa sama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;sekali. Inilah yang membedakan kita dengan-Nya. Bukan karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Dia Tuhan. Ingat, pada waktu Yesus hidup dan melayani di tanah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Palestina dan sekitarnya itu, naturnya adalah manusia bukan dewa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Jadi, Dia pun bisa kecewa; kecewa dengan ulah para murid yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;pengecut itu – harusnya. Tetapi, Yesus tidak menjadi kecewa. Apa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;sebabnya demikian?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Pertama, Yesus tahu, bahwa rencana Allah harus digenapi di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;dalam Dia dan melalui Dia, agar umat manusia beroleh jaminan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;keselamatan kekal apabila percaya kepada Allah. Ini penting bagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kita! Penting, karena tanpa kita menyadari maksud eksistensi kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;ada di dunia ini, kita akan mudah menjadi kecewa dengan apapun,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;siapapun, di manapun dan sampai kapanpun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Anda dan saya diciptakan Tuhan dengan maksud mulia. Kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;ada di sini, hari ini, di bumi ini, dengan suatu tujuan khusus dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;mulia. Tidak ada anak haram dalam pemandangan Allah; itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;sebutan manusia yang mereduksi nilai mulia seorang manusia. Kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;semua sama dalam pemandangan Allah. Kita diciptakan menurut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;gambar dan rupa Allah. Kita sama derajatnya sebagai manusia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style=";font-family:ArialNarrow;font-size:9pt;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;subyek dan obyek Allah untuk rencana-Nya. Kita hanya berbeda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;dalam proses dan cara lahir, pertumbuhan, fasilitas hidup dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kesempatan. Selebihnya, semua kita sama berharganya di hadapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Tuhan. Jadi, menyadari betapa bernilainya anda dan saya bagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Tuhan, maka kita tidak harus menjadi kecewa apabila apa yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kita harapkan dari Tuhan tidak terkabulkan. Sebab, hidup yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Tuhan anugerahkan ini sudah lebih dari cukup untuk dinikmati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;dan dijalani. Kita malah bersyukur semestinya, karena Tuhan mau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;memakai kita sebagai rekan sekerja-Nya; menjadi subyek bagi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;keselamatan manusia yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Kedua, Yesus hidup dalam realita. Yesus realistis, bahwa para&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;murid-Nya sedang dalam pertumbuhan rohani yang belum matang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Hal ini membuat Yesus tidak kecewa terhadap satu pun murid-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Nya yang meninggalkan Dia justru di saat genting. Setelah bangkit,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Yesus berinisiatif menemui para murid-Nya. Petrus khususnya, yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;menyangkal Dia, tidak lantas menjadi bulan-bulanan amarah-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Yesus malah menguatkan hati Petrus, dan memintanya untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;menggembalan domba-domba-Nya. Yesus mengobati sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kekecewaan Petrus karena menyangkal Sang Guru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Realistislah, orang-orang di sekitarmu bukanlah manusia super.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Suamimu banyak kelemahannya. Istrimu memang selalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;menyebalkan. Anakmu selalu saja melawan. Pacar tiap waktu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;menjengkelkan. Pendetamu juga mengecewakan. Mereka semua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;tidak akan memberikan kebahagiaan dan kesenangan kepadamu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;karena mereka tidak sempurna, dan mereka sendiri pun sedang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;mengejar kebahagiaan dan kesenangan itu. Mereka bukan sumber&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kebahagiaan. Bodoh dan rugi jika menaruh harapan kebahagiaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kepada manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Doa yang belum Tuhan kabulkan pun tak semestinya membuat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kecewa. Sebab, itu hanya masalah waktu saja. Asalkan cara hidup&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;ini sudah sesuai dengan firman-Nya dan Tuhan melihat apa yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:10.5pt;"  &gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;diminta memang layak diberikan, maka belajarlah untuk bersabar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Kata orang, orang sabar disayang Tuhan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Kebahagiaan kita hanya ada dalam Tuhan saja. Kita akan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;berbahagia ketika hidup menjalankan apa yang Tuhan kehendaki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Kita akan berbahagia jika melakukan firman-Nya. Kita akan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;berbahagia bila tahu bahwa di dalam hidup ini, bukan cuma kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam kita. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;“… Namun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku” (Gal. 2:20).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Untuk apa kecewa? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-7717567816408375711?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/7717567816408375711/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/02/kecewa-untuk-apa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/7717567816408375711'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/7717567816408375711'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/02/kecewa-untuk-apa.html' title='Kecewa, Untuk Apa?'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S3DMJ60IfiI/AAAAAAAAAU0/xILzANoiHvQ/s72-c/stress.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-8206873608497814710</id><published>2010-02-03T21:20:00.010+07:00</published><updated>2010-02-03T21:54:03.533+07:00</updated><title type='text'>Sekolah Keheningan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S2mLyYSdTaI/AAAAAAAAAUo/jMExjMmElBM/s1600-h/getsemani.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 236px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S2mLyYSdTaI/AAAAAAAAAUo/jMExjMmElBM/s320/getsemani.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5434028123028802978" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Nats: Markus 1:45&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;     &lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetapi orang itu pergi memberitakan peristiwa itu dan menyebarkannya kemanamana,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sehingga Yesus tidak dapat lagi terang-terangan masuk ke dalam &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Ia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tinggal di luar di tempat-tempat yang sepi; namun orang terus juga datang kepada-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Nya dari segala penjuru.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;b&gt;DI masa Yesus hidup, populasi manusia, khususnya di Palestina&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;dan sekitarnya, tidak sebanyak sekarang. Moda transportasi darat&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;hanyalah kuda dan unta. Transportasi air cuma kapal laut (dari kayu).&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Jalanan umumnya berbatu. Jika bukan sesuatu peristiwa khusus,&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;tidak ada orang berkumpul dan berbicara riuh rendah. Tidak ada&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;deru kendaraan bermotor yang memekakkan telinga, karena&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;menggunakan knalpot &lt;i&gt;racing&lt;/i&gt;. Tidak ada pula rumah atau pusat&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;keramaian yang memiliki pemutar audio-video yang menyetel lagu&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;sekencang-kencangnya – belum ada listrik – tidak ada pemadaman&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;listrik tanpa pemberitahuan seperti sekarang yang sungguh&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;menjengkelkan. Tidak ada grup band yang &lt;i&gt;performe &lt;/i&gt;musik dan vocal&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;sekeras-kerasnya di pusat &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Tidak ada &lt;i&gt;issue &lt;/i&gt;besar dan&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;mengejutkan seperti sekarang yang membuat kontra sekelompok&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;orang sehingga berdemo, dan berteriak-teriak histeris. Di jaman&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Yesus hidup, tidak banyak kegaduhan. Jarang kehebohan. Sedikit&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;riuh rendah suara. Minus ingar-bingar. Suasana hidup banyak diliputi&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;sepi.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Nats di atas tidak mencantumkan persisnya Yesus berada, tetapi&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Alkitab Bahasa &lt;st1:country-region st="on"&gt;Indonesia&lt;/st1:country-region&gt; Sehari-hari (BIS), dalam ayat yang sama&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;berbunyi: &lt;i&gt;Tetapi orang itu pergi, dan terus-menerus menceritakan kejadian&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;itu di mana-mana sampai Yesus tidak dapat masuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dengan terangterangan.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Ia hanya tinggal &lt;/i&gt;di luar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; di tempat-tempat sunyi.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;i&gt;Namun orang terus saja datang kepada-Nya dari mana-mana&lt;/i&gt;. Setelah&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;menyembuhkan orang yang sakit kusta, Yesus pergi ke luar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Bukan sekadar di luar &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, tetapi lebih ke hulu (udik), di tempat&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;yang sunyi. Bayangkan, suasana dulu itu sudah sepi, Yesus masih&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;mencari tempat yang lebih sepi lagi. Apa yang Yesus cari?&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Di tempat sepi Yesus berdoa. &lt;i&gt;No sound, no voice&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Just pray&lt;/i&gt;. &lt;i&gt;Silent&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;only&lt;/i&gt;. Yesus berkomunikasi dengan Allah. Mungkin tanpa suara.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Hanya lewat hati. Yesus meminta kekuatan dan petunjuk. Yesus&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;belajar dalam sepi; dalam keheningan. Sekolah Yesus adalah sekolah&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;keheningan. Dalam kaitan ini, menurut saya, hobi Yesus itu cuma&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;dua: Gemar berdoa dan menyukai tempat yang sepi.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Jauh sebelum ditemukan pola dan cara meditasi dengan segala&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;bentuknya, Yesus telah mempraktikkan cara hidup “belajar dalam&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;keheningan”. Tidak demikian dengan manusia di jaman ini. Hidup&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;serba ramai. Gaduh. Bising. Hiruk-pikuk. Sudah begitu, tambah&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;diperparah dengan lilitan kesibukan rutin. Pergi pagi, pulang malam.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Berangkat kerja masih bertemu bulan dan bintang, pulang kerja&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;bulan dan bintang masih menyapa – badan lelah. Loyo. &lt;i&gt;Letoy&lt;/i&gt;. Tidur&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;tergesa-gesa dan terpaksa, karena wajib bangun sebelum pukul &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Mana sempat lagi berdoa; saat teduh tidak ada; keheningan tiada;&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;semenit pun Tuhan tidak diberi waktu bicara.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Weker berbunyi berisik. Terpaksa bangun sebelum pukul &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;lima&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Persiapkan ini-itu. Setengah berlari mengejar transportasi. Rutinitas&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;berulang lagi. Sadar atau tidak sadar, semua itu bisa melilit sampai&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;mati. Padahal, Bapa yang pengasih, menunggu lama sekali untuk&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;kita kembali. Kembali berbicara lagi sendiri bersama-Nya.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mendengar Dia memberi titah. Sehingga damai di hati dan bahagia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;diraih, meski tidak punya banyak harta materi.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Mari berhenti sejenak. Mencari tempat yang sunyi. Tidak harus&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;i&gt;retreat &lt;/i&gt;di Vila Sunyi, di puncak, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Bogor&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Cukup di sini. Di rumah&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;sendiri. &lt;i&gt;Tetapi jika engkau berdoa, masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu (Mat.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;6:6)&lt;/i&gt;. Mari kita belajar memberi persembahan waktu. Sekian menit&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;saja cukup untuk permulaan. Nanti tingkatkan semampu mungkin&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;– pertahankan dan langgengkan. Itulah sekolah keheningan. Tuhan&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;akan mengajar kita banyak hal dalam sekolah keheningan ini.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Bahkan, &lt;i&gt;… “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia:&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia” (I Kor.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;2:9). &lt;/i&gt;Dalam keheningan, kita akan menyadari, betapa kecilnya kita&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;di semesta raya ini – di hadapan Sang Khalik – Pencipta yang kita&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;panggil: Ya Abba, ya Bapa – yang daripada-Nyalah kita berharap&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;dan bergantung penuh. Tanpa Dia, kita bukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Yesus tidak aji mumpung. Mumpung berhasil menyembuhkan&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;si kusta, maka masuk &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;, dan menerima penghormatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Yesus justru menyepi. Kebanyakan kita tidak begitu. Mumpung&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;sedang terkenal. Maka, tampil dalam kerumunan dan menerima&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;puja-puji. Umpamanya, sebagai hamba Tuhan top, diundang&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;melayani di mana-mana – dengan judul khotbah: &lt;i&gt;from zero to hero &lt;/i&gt;–&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;khotbah cuma berisi testimoni pribadi – bertutur nostalgi: dulu&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;melayani jalan kaki, naik roda dua kini; dulu masuk kampung keluar&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;kampung, sekarang melayani di gedung-gedung. Cenderung&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;sombong. Karena populer, akhirnya &lt;i&gt;keblinger &lt;/i&gt;(sesat; keliru).&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Harus diakui, kebanyakan orang akan luluh prinsip dan&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;idealismenya manakala harta, tahta dan popularitas datang&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;menggoda; tak terkecuali orang-orang yang siang-malam ada di&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;gereja. Kecuali, yang hidup berpegang kuat dalam kebenaran Tuhan,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;dan yang tiada kompromi dengan dosa sekecil apapun. Sebuah situs&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Kristen di internet menyimpulkan dalam salah satu artikelnya,&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;bahwa menjelang Tuhan Yesus datang kedua kali untuk menjemput&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;orang yang percaya kepada-Nya, akan ada jutaan orang percaya&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;yang akhirnya berbalik dari imannya. Dengan banyak sebab dan&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;alasan, mereka akan meninggalkan iman percaya kepada Tuhan,&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;bahkan menghujat-Nya. Banyak alasan alkitabiah dan fakta konkrit&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;yang dikemukakan dalam artikel tersebut. Terlepas valid dan benar tidaknya&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;pernyataan dari artikel itu, firman Tuhan jauh hari telah&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;berkata: &lt;i&gt;“Karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya” (Mat. 7:14)&lt;/i&gt;. Mendalami&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;ayat ini lebih jauh, mestinya membuat mata hati kita terbelalak&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;dan sadar sesadar-sadarnya, bahwa status Kristen, predikat rohani&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;dan prestasi apapun yang kita perbuat atas nama Tuhan, bukan&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;jaminan pasti masuk sorga, karena keselamatan itu harus dikerjakan&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;dengan serius dan sungguh-sungguh, dalam keadaan apapun – di&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;manapun – kapanpun. Rasul Paulus menulis: &lt;i&gt;Hai saudara-saudaraku&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu tetaplah kerjakan&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;keselamatanmu dengan takut dan gentar, bukan saja seperti waktu aku&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;masih hadir, tetapi terlebih pula sekarang waktu aku tidak hadir, (Flp.&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;2:12)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Sekolah keheningan Yesus tidak berjalan sekali dua kali. Yesus&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;konsisten akan hal itu. Di samping mencontohkan dan mengajak&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;para murid: &lt;i&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;Lalu&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:state st="on"&gt;Ia&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt; berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;sunyi, supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;mereka tidak sempat (Mrk. 6:31) &lt;/i&gt;– keheningan Yesus terjadi lagi di&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Getsemani untuk terakhir kali. Sebenarnya Dia bersama para murid,&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;tetapi seolah seorang diri. Tiga kali berdoa, tiga kali pula Dia&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;mendapati mereka sedang tidur. Yesus hening berdoa. Berdoa dalam&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;keheningan. Murid-murid justru tidur dalam keheningan. Hening&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;yang menidurkan. Inilah kita. &lt;st1:place st="on"&gt;Susah&lt;/st1:place&gt; sekali menyempatkan waktu&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;hening. Tetapi jika sempat hening malah ketiduran. Amin-nya begitu&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;bangun pagi.&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Sekolah keheningan bersama Yesus akan membuat kita punya&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;waktu belajar mendengarkan suara Tuhan yang lembut sekaligus&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;menegur. Lembut mengasihi kita dan menegur (mengingatkan) kita&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;akan kesalahan yang diperbuat hari ini. Sehingga, besok hari Dia&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;tersenyum penuh kasih, mendapati kita menjadi pribadi yang lebih&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;baik dari hari kemarin. Sampai akhirnya, Dia berkata kelak (oh ini&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;perkataan yang paling indah): &lt;i&gt;… Mari, hai kamu yang diberkati oleh&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;dijadikan (Mat. 25:34)&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 323px; height: 81px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-8206873608497814710?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/8206873608497814710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/02/sekolah-keheningan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8206873608497814710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8206873608497814710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/02/sekolah-keheningan.html' title='Sekolah Keheningan'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S2mLyYSdTaI/AAAAAAAAAUo/jMExjMmElBM/s72-c/getsemani.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-1591952077237265737</id><published>2010-01-27T22:30:00.003+07:00</published><updated>2010-01-27T22:37:32.988+07:00</updated><title type='text'>Sistem Anda, Bahaya!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S2Bdam8rVoI/AAAAAAAAAUQ/oRDNw6gkdP8/s1600-h/muscle-beach-boys.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S2Bdam8rVoI/AAAAAAAAAUQ/oRDNw6gkdP8/s320/muscle-beach-boys.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5431443862321845890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nats: Wahyu 22:11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;                                                                                                                                                                                                                                                                 &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Barangsiapa yang berbuat jahat, biarlah ia terus berbuat jahat; barangsiapa&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;yang cemar, biarlah ia terus cemar; dan barangsiapa yang benar, biarlah ia terus&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berbuat kebenaran; barangsiapa yang kudus, biarlah ia terus menguduskan dirinya!”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;MENURUT Ilmu Faal (ilmu terapan/aplikasi, dasar dari ilmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kedokteran olahraga), sistem pengendali tubuh manusia, secara garis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;besar dilakukan oleh sistem saraf (berhubungan dengan otak) dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sistem endokrin (berhubungan dengan hormonal). Sistem saraf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;khususnya, merupakan salah satu sistem dalam tubuh yang dapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berfungsi sebagai media untuk berkomunikasi antar sel maupun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;organ, dan dapat berfungsi sebagai pengendali berbagai sistem organ.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Singkatnya, segala tindakan manusia dikendalikan oleh sistem&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sarafnya. Dengan demikian, perbuatan seseorang itu, terlepas itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;baik atau buruk, sebenarnya dilakukannya secara sadar. Kecuali,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sarafnya terganggu (sakit jiwa), sehingga apa yang dilakukan adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;perbuatan yang tidak sebagaimana mestinya; perbuatan yang tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;lazim dengan apa yang dilakukan oleh seorang manusia normal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang sehat lahir-batin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “sadar” berarti:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;“insaf ”; “tahu” dan “mengerti”. Berarti, kata “tidak sadar” dapat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berarti: tidak insaf; tidak tahu dan tidak mengerti. Nah, banyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;orang Kristen, yang nyata-nyata keadaannya sadar, sehat dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;normal, tetapi, dalam tingkah lakunya, seperti orang yang terganggu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;sistem sarafnya, sehingga melakukan hal-hal yang bertentangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengan norma-norma dan utamanya firman Tuhan. Orang-orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;seperti ini seperti telah kehilangan rasa malu, sama seperti orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang dalam keadaan tidak sadar atau yang terganggu sarafnya –&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tidak malu berbuat keonaran di lingkungannya, sehingga dicap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;warga sebagai si &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;trouble maker&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;; tidak malu berzinah; selingkuh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengan istri atau suami orang – ada yang tidak lagi sembunyisembunyi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;– pasangan yang bukan pasangannya dibawa ke manamana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bahkan ke gereja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Saya mempunyai beberapa teman yang dalam beberapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kesempatan saya layani, dan sampai sekarang masih saya doakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;agar bertobat. Mereka mengaku terang-terangan kepada saya, bahwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mereka sering ‘main perempuan’ tetapi mereka takut kalau tidur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengan istri orang. Takut dilaknat Tuhan, katanya. Perhatikan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;orang-orang ini berani &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;making love &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;dengan wanita tunasusila, tetapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mereka tidak berani melakukan hal serupa dengan istri orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan di gereja, saya menemukan beberapa kasus, jemaat dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pelayan Tuhan yang berani berselingkuh. Sungguh tidak tahu malu!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt; seorang bapak yang cukup saya kenal, datang kepada saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;untuk melakukan konseling. Tanpa malu dia menggandeng seorang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;perempuan yang bukan istrinya. Tidak berbasa-basi lagi, saya tegur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dia. Saya katakan dengan tegas, “Anda mau masuk sorga atau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;neraka? Jangan bicara soal lain, sementara istri orang ini anda bawabawa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;seperti istri anda sendiri”. Orang seperti ini, meskipun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;didoakan pendeta besar yang kenamaan dan memiliki reputasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;internasional, selama ia tidak bertobat, tidak akan Tuhan kabulkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;doanya. Meskipun ia beribadah 24 jam penuh dalam sehari, tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;akan mendapatkan pertolongan Tuhan. Firman Tuhan berkata tegas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;akan hal ini: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;“…tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu” (Yes.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:ArialNarrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;59:2). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Dosa harus dibereskan terlebih dahulu, barulah kita layak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bersekutu dan mengadu kepada Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak orang yang berbuat tidak sesuai dengan apa yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dikatakannya. Lain di bibir, lain perbuatannya. Tidak satunya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;perbuatan dan perkataan. Terlalu kasar kalau saya mengatakan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bahwa orang-orang seperti ini mengalami gangguan saraf, karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mencirikan seperti orang kelainan jiwa, sebagaimana yang saya urai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;di atas. Namun, faktanya memang begitu. Mereka berbuat secara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sadar dalam diri yang normal dan sehat, tetapi bentuk perbuatannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;seperti orang yang tidak sadar. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ibu-ibu yang tanpa malu bicara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang ‘jorok-jorok’. Bukan jorok dalam arti tidak rapi atau kotor,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tetapi topik yang dibicarakannya adalah topik yang mestinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menjadi rahasia suami-istri di kamar tidur. &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; lagi bapak-bapak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang ke gereja jalan terus, tetapi juga main judi terus. Begitu pula&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengan orang yang selalu berbohong. Tiap berbicara selalu ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;unsur bohongnya. Orang ini terikat dengan prilaku kebohongan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mungkin gatal mulutnya jika tidak berbohong dalam semenit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sistem saraf orang-orang demikian, seperti telah membentuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sistem sendiri. Hidup mereka dikendalikan oleh sistem itu, yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menghasilkan kebiasaan atau pola berulang yang dianggap sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;wajar, normal dan tidak ada salahnya. Sekali lagi, tidak seperti orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sakit jiwa, mereka melakukan hal-hal yang melanggar norma dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;firman itu secara sadar sesadar-sadarnya. Perhatikan beberapa ayat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berikut: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Sebab itu kukatakan dan kutegaskan ini kepadamu di dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tuhan: Jangan hidup lagi sama seperti orang-orang yang tidak mengenal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Allah dengan pikirannya yang sia-sia dan pengertiannya yang gelap, jauh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dari hidup persekutuan dengan Allah, karena kebodohan yang ada di dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mereka dan karena kedegilan hati mereka. Perasaan mereka telah tumpul,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sehingga mereka menyerahkan diri kepada hawa nafsu dan mengerjakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengan serakah segala macam kecemaran (Ef. 4:17-19).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:ArialNarrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;Sistem sendiri yang mengendalikan orang untuk berbuat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;semaunya ini semakin diperburuk dengan konsep pengampunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;atau kasih karunia yang salah kaprah. Salah kaprah, karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pengampunan dianggap adalah solusi atas dosa yang mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;perbuat. Mereka tidak takut dan malu berbuat dosa karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;toh &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;ada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pengampunan. Seolah ada pemikiran: berbuat dosa berkali-kali dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sebanyak-banyaknya tidaklah mengapa, karena dengan sekali minta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ampun saja, beres. Ini konsep dan pikiran yang sesat!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt; anak muda yang berkata kepada istri saya, bahwa setiap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hari ia mengambil &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;property &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;milik tempat di mana ia bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Alasannya, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;property &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;tersebut nilai dan bentuknya kecil, jadi itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bukanlah dosa. Kalaupun dosa, gampanglah, ‘&lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; ada kasih karunia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tinggal bertobat maka beres sudah dosanya, demikian katanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kasihan anak muda ini. Ia disesatkan dengan sistem pikirannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sendiri. Pengampunan Allah memang mudah dan murah, tetapi tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;gampangan dan murahan. Kasih karunia Tuhan tidak untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dipermainkan! Perihal keselamatan, firman Tuhan tegas berkata:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Hai saudara-saudaraku yang kekasih, kamu senantiasa taat; karena itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tetaplah kerjakan keselamatanmu dengan takut dan gentar,… (Flp. 2:12)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dari ayat ini kita seharusnya sadar, bahwa keselamatan itu tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;gampangan dan murahan. Ini harus dilakukan dengan serius dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;upaya yang sungguh-sungguh. Sekali menjadi percaya kepada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kristus, tidak otomatis pasti selamat masuk sorga. Justru, ketika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mengimani Yesus sebagai Tuhan untuk pertama kalinya, maka iman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;itu harus diperjuangkan terus sampai Ia menemukan ada iman pada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita kelak dalam penghakiman terakhir-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Nats di atas merupakan penegasan, bahwa di akhir jaman ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hanya ada dua golongan besar manusia, yaitu: Yang terus berbuat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kejahatan dan yang senantiasa melakukan kebenaran. Nyata dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;konteks ini, adanya “pembiaran” dan “pembuahan”. Mereka yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berbuat kejahatan akan cenderung berbuah-buah kejahatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:ArialNarrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;font-size:130%;"&gt;berikutnya, dan dibiarkan Tuhan. Sedangkan mereka yang konsisten&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berbuat kebenaran akan berbuah-buah kekudusan; mereka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dipelihara oleh Tuhan. Introspeksi diri sendiri, pada golongan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;manakah kita berada? Buah apa yang anda tanam, buah kejahatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;atau buah kebenaran? Ingat, apa yang anda tanam itu yang anda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tuai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Untuk masuk sorga, ikuti sistem Allah bukan sistem anda. Sistem&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;anda, itu bakal petaka, bahaya! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:ArialNarrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-1591952077237265737?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/1591952077237265737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/01/sistem-anda-bahaya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1591952077237265737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1591952077237265737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/01/sistem-anda-bahaya.html' title='Sistem Anda, Bahaya!'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S2Bdam8rVoI/AAAAAAAAAUQ/oRDNw6gkdP8/s72-c/muscle-beach-boys.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-3746566934195412795</id><published>2010-01-09T19:39:00.005+07:00</published><updated>2010-01-09T19:48:18.003+07:00</updated><title type='text'>Terobosan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S0h6Rj9e0gI/AAAAAAAAAUI/PxVDjJMUdis/s1600-h/samaria.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 216px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S0h6Rj9e0gI/AAAAAAAAAUI/PxVDjJMUdis/s320/samaria.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424720193297240578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:16;"  &gt;Nats: Yohanes 4:6-9&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas. Maka datanglah&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;seorang perempuan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Aku minum.” 8Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; membeli makanan. 9&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Maka kata perempuan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:city&gt; itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;Yahudi, minta minum kepadaku, seorang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;?” (Sebab orang Yahudi tidak&lt;br /&gt;&lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;bergaul dengan orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:16;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;u1:p&gt;&lt;/u1:p&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;BEBERAPA ayat di atas merupakan bagian kecil dari sebuah kisah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:100%;" &gt;menarik. Kisah ini terangkai lengkap dalam Yohanes 4:1-42. Oleh&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;Lembaga Alkitab Indonesia (LAI), diberi judul: Percakapan dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;perempuan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Inilah kisah yang memperlihatkan terobosan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yesus terhadap suatu kebiasaan lama hasil peraturan manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Terobosan (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;breakthrough&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;) apakah itu? Yesus menjalin komunikasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengan orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Inilah terobosan terhadap aturan kaku yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;telah berlangsung sangat lama antara orang &lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Israel&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; (Yahudi) dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Samaria&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;. Sebelum membahas lebih jauh, kita akan melihat sejarah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;timbulnya aturan kaku tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Omri, raja &lt;st1:country-region st="on"&gt;Israel&lt;/st1:country-region&gt;, mendirikan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; pada tahun 870 SM.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Samaria&lt;/span&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt; kemudian menjadi ibu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Kerajaan Utara menggantikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;kota&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt; Tirza (I Raj. 16:24). Jadi, &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; adalah pecahan dari Kerajaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Israel&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt; Raya. Ibu &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; Kerajaan Utara ini akhirnya tumbang di tangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Asyur, setelah sempat dikepung selama tiga tahun, pada tahun 721&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;SM. Raja Asyur kemudian membuang 30.000 orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; ke&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pembuangan. Sejak saat itu koloni Asyur pun dimulai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Maka timbullah suatu bangsa campuran (II Raj. 17:24). Oleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;instruksi raja Asyur sendiri, Allah (YHWH=Yahwe, sebutan/kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ganti untuk Allah) diajarkan dan diakui negara (II Raj. 17:25-28).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Peribadatan terhadap Yahwe dilaksanakan oleh sebagian penduduk,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sedangkan yang lainnya menyembah para dewa Asyur (II Raj.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;17:29-34).&lt;br /&gt;Penduduk asli yang masih tinggal, kerapkali melakukan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ibadah terhadap Yahwe di Yerusalem (II Taw. 30:1; 34:9; Yer. 41:5).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Keterpisahan dan permusuhan orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan orang Yahudi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;semakin meruncing manakala Nehemia menolak eksistensi dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bantuan orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; untuk membangun bait suci (Ezr. 4:2-3).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Hal ini diperkuat lagi oleh Ezra dengan kebijaksanaan politik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;keagamaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Keterpisahan dan permusuhan yang tidak pernah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;diperdamaikan ini menjadi semacam aturan dan kebiasaan yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ditaati tanpa kompromi. Keadaan ini berlangsung bertahun-tahun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Maka, pada zaman Yesus, dari sudut pandang orang Yahudi, kata&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;“orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;” itu sama dengan sebuah kata “caci-maki” atau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;“ejekan” (Yoh. 8:48). Dalam Yohanes 4:9, kita mendapatkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;keterangan jelas, bahwa orang Yahudi tidak bergaul dengan orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Samaria&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yesus datang ke &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; untuk sebuah terobosan baru. Ia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berbicara dengan perempuan &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Yesus telah memulai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;rekonsiliasi sekaligus reformasi. Berhasilkah upaya Yesus? Berhasil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Perempuan Samaria tersebut, setelah mendapatkan pengajaran dari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yesus, menjadi penginjil pertama di &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; (Yoh. 4:39).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kabar baik yang dibawa perempuan ini mendorong banyak orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Samaria&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt; datang menjumpai Yesus di sumur Yakub itu. Atas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;permintaan mereka, Yesus (dan tentu bersama para murid-Nya)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tinggal di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kota&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; itu selama 2 hari, maka semakin banyak orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:ArialNarrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Samaria&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt; yang menjadi percaya, bahwa Yesuslah Juruselamat dunia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;(Yoh. 4:40-42).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;keberhasilan Yesus melakukan rekonsiliasi dan reformasi di &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Luar biasa, karena orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang dibenci dan dimusuhi oleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;orang Yahudi, justru terbuka dan menerima Yesus sebagai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Juruselamat, ketimbang orang Yahudi, yang menolak dan pada&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;akhirnya menyalibkan Dia. Menjadi mengertilah saya, mengapa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Yesus menggunakan orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; sebagai tokoh utama dalam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;salah satu perumpamaan-Nya (Luk. 10:30-37). Karena, ada nilainilai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;moral yang baik dari orang &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;. Mereka manusiawi dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sangat terbuka untuk firman-Nya. Itu sebabnya Tuhan Yesus tak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;lupa menyuruh murid-murid-Nya memberitakan Injil di Samaria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;(Kis. 1:8). Filipus yang memberitakan Injil di Samaria disambut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;baik, dan banyak orang yang menjadi percaya kepada Kristus (Kis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;8:5-8).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Terobosan rohani apa yang sudah anda lakukan? Sudahkah anda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;melakukan rekonsiliasi dengan saudaramu yang menjadi musuhmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sekian tahun ini? Bagaimana hubunganmu dengan orang tua yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;telah lama putus hubungan? Apakah anda sudah mengampuni&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengan tulus orang yang pernah mengkhianatimu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt; orang datang kepada saya dan berkata, bahwa dia sangat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;membenci mertuanya, karena mertuanya main perdukunan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, sang mertuanya itu bahkan tega mendukuninya. Saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kemudian mengatakan kepadanya untuk jangan membenci dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;memusuhi mertuanya itu. Memusuhi itu bukan ajaran Tuhan Yesus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Saya menyuruhnya untuk tetap mengasihi dan mendoakan agar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;suatu waktu nanti mertuanya dapat bertobat dan menerima Yesus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sebagai Tuhannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Menjadi Kristen sejati yang percaya betul kepada Yesus Kristus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;memang harus menyangkal diri; mau menjalankan titah Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:ArialNarrow;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;kendati berat secara manusia. Berat rasanya untuk menjalin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hubungan kembali dengan orang yang dimusuhi; berat memang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mengampuni orang yang pernah mencelakai. Berat dan berat. Tetapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;itulah yang Tuhan mau. Anda dan saya bukan tidak bisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;melakukannya. Tetapi apakah kita mau melakukannya. Kalau Yesus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;telah memberi contoh, kita pun mesti mau meneladani-Nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dalam melakukan rekonsiliasi dan reformasi tersebut, Yesus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tidak langsung datang ke &lt;st1:city st="on"&gt;kota&lt;/st1:city&gt; &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Samaria&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; dan melakukan KKR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;(Kebaktian Kebangunan Rohani) besar-besaran. Ia memulai dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;langkah kecil terlebih dahulu. Memulai dari seorang perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;biasa yang tidak diperhitungkan orang. Maka, mari kita mulai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pemulihan hubungan kita dengan orang lain dan mengubahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hidup orang itu ke arah Kristus, dari langkah kecil yang kita bisa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Selebihnya, biarkan Tuhan yang beperkara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Penting untuk melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;breakthrough&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Garamond;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;, supaya kita menjadi orang&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kristen yang bukan biasa-biasa saja; menjalani kehidupan beriman&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;dengan biasa seolah tidak ada perkara yang harus dibereskan. Yang&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;penting bergereja dan beriman, cukup sudah. Padahal, ada&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;hubungan dengan orang lain yang harus direkonsiliasi – ada orang&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;lain yang harus dibawa kepada pengenalan akan Kristus. Membawa&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;orang kepada Kristus dan menjadikannya percaya kepada-Nya,&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;adalah amanat agung yang harus saya dan anda laksanakan.&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengapa harus? Karena kitalah murid-Nya. Murid yang benar pasti&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;mau menaati apa kata Gurunya, Yesus Kristus. Anda murid yang&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;benar, bukan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-3746566934195412795?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/3746566934195412795/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/01/terobosan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/3746566934195412795'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/3746566934195412795'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2010/01/terobosan.html' title='Terobosan'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/S0h6Rj9e0gI/AAAAAAAAAUI/PxVDjJMUdis/s72-c/samaria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-3679581908700466926</id><published>2009-12-14T21:17:00.006+07:00</published><updated>2009-12-14T21:40:01.986+07:00</updated><title type='text'>Kebahagiaan Versi Tuhan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SyZK158OwqI/AAAAAAAAAT4/oYPZD71cv3c/s1600-h/maria-bunda.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 250px; height: 309px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SyZK158OwqI/AAAAAAAAAT4/oYPZD71cv3c/s320/maria-bunda.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5415097891906568866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                          &lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;Apa sebenarnya definisi kebahagiaan? &lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; yang berkata, bahwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;saya akan berbahagia kalau mempunyai rumah yang bagus bahkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mewah; mempunyai istri dan anak-anak yang baik; mempunyai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;deposito; memiliki jabatan dan kekayaan. Semua itu adalah ciri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kebahagiaan menurut dunia. Bagi orang percaya, kebahagiaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;haruslah sesuai dengan definisi Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mari kita membaca Lukas 1:26-38 berikut ini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kota di Galilea bernama Nazaret,  kepada seorang perawan yang bertunangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”  Maria terkejut mendengar perkataan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Allah.  Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.  Ia akan menjadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Nya tidak akan berkesudahan.” Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kudus, Anak Allah.  Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kebahagiaan yang sejati adalah kebahagiaan karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;melakukan kehendak Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                                                                                                                    &lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;Bacaan alkitab di atas adalah berita natal yang disampaikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Gabriel kepada Maria. Gabriel memang merupakan malaikat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pembawa pesan, yang kerap menyampaikan kabar gembira dari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tuhan kepada manusia. Mendengar apa yang disampaikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Gabriel, kontan Maria menjadi heran. Menjadi heran, karena dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;belum mempunyai suami, bagaimana mungkin bisa beranak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Keheranan Maria adalah manusiawi. Manusiawi, karena berita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bahwa ia akan mengandung padahal belum bersuami adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kemustahilan, ketidakpercayaan dan berpotensi kekecewaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan seperti ini juga sering muncul dalam konteks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berbeda. Kita sering berkata, bagaimana mungkin saya dipakai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sementara hidup saya susah, tidak punya harta benda, belum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menikah. Bukankah kalau dipakai Tuhan itu harus hidup kudus?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Maria merasa heran, Tuhan mau memakainya, padahal suami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;belum punya. Keheranan Maria tersebut menggambarkan respon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;manusia soal ukuran kebahagiaan; di mana kebahagiaan itu harus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mempunyai suami – jadi bukannya menerima apa yang Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kehendaki; bukannya menyerahkan diri kepada Tuhan. Singkatnya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ukuran manusia adalah “kalau mempunyai”. Inilah yang seringkali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menjadi kegagalan kita. Itu sebabnya, ketika kita belum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mempunyai istri kita bersungut-sungut. Belum punya anak, kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;marah-marah, malah ingin bercerai. Belum punya kekayaan dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;jabatan, kita merasa kecewa dan gagal. Jika seperti itu model&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;perilaku kita, maka meskipun kita hidup dekat dengan Tuhan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sebenarnya kita ini gagal dipakai oleh Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Mempunyai dan memberhalakan sesuatu yang sifatnya tidak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kekal itu adalah salah. Hal ini yang membuat manusia sering&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mengalami kekecewaan. Ketika seseorang sudah mempunyai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;rumah, dia berkata betapa bahagianya saya sekarang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Berbahagiakah dia? Belum tentu, karena nanti dia ingin punya 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;rumah lagi. Inilah kemaruknya manusia; serakah. Model orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Kristen begini jarang untuk berkata, “Tuhan apa yang Engkau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kehendaki aku lakukan?” Konsep yang ada justru, apa yang ingin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;aku miliki dan lakukan semauku. Banyak panggilan Tuhan gagal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita lakukan dan selesaikan dengan baik, karena kita masih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;memikirkan diri sendiri; panggilan itupun kita anggap mustahil.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Suatu waktu saya berbicara dengan seorang bapak yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menurut saya sangat pandai dalam berkata-kata. Itu sebabnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;saya bilang kepadanya, bahwa dia cocok menjadi pendeta. Tetapi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dia berkata, untuk apa menjadi pendeta? Nanti kalau saya sudah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menduduki jabatan tinggi di kantor, lalu pensiun, baru mungkin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mau. Mungkin… Dia menunda panggilan Tuhan. Dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mengganggap pekerjaan Tuhan lebih rendah dan tidak penting&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ketimbang pekerjaan dan jabatannya. Saudaraku, jangan menolak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pekerjaan Tuhan dengan alasan mustahil, dan atau karena belum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mempunyai apa-apa dan menjadi siapa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Maria belum mempunyai suami. Dengan kata lain dia hendak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berkata, “Nanti ya kalau saya sudah bersuami baru boleh Tuhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pakai”. Memang pada saat itu, apabila ada seorang perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang belum bersuami kedapatan mengandung, maka dia pasti&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;akan mendapat hukuman rajam. Di samping itu, dia mengalami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ketidakenakan, karena keberadaan dan kebebasannya sebagai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;perempuan lajang bakal terampas. Namun, pada ayat 38, Maria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kemudian menyadari bahwa Tuhan mau memakainya sebagai alat-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Nya. Inilah yang tepat. Tepat, karena jika Tuhan mau memakai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;manusia, itu artinya Tuhan sudah memilihnya. Dalam hal ini,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tuhan tidak perlu syarat dari manusia. Orang yang dipilih pun&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tidak perlu melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;bargaining &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;dengan Tuhan. Mengapa? Karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bagi Tuhan tidak ada yang mustahil. Ketidakmustahilan bagi Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;adalah kemenangan bagi manusia. Ini penting sekali. Untuk itu,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita cukup berkata: “Aku ini hamba, jadilah padaku menurut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;perkataan-Mu”. Jangan berkata: “Di keluargaku tidak ada turunan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pendeta, bagaimana saya bisa menjadi pendeta…” Meskipun kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;belum menjadi apa-apa dan belum bisa apa-apa, tetapi kalau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sudah memanggil kita, kita harus siap, dan berkata: Ya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tuhan, aku siap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;jadi, apakah kebahagiaan itu? Kebahagiaan adalah apabila kita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Dalam Matius 5:6,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dikatakan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;karena mereka akan dipuaskan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;. Dalam Alkitab Bahasa sehari-hari,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;ditulis dengan “orang yang selalu mau melakukan kehendak Allah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;itulah yang berbahagia”. Jadi, bukan orang yang selalu ingin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;memiliki harta yang banyak yang pasti berbahagia - itu konsep&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Memberi diri kepada Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                                  &lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;Dalam Matius 5:7-8, dikatakan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;Berbahagialah orang yang murah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Inilah kebahagiaan dalam memberi. Memberi pengampunan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kemurahan, menyayangi, mengasihi dan memberi kesucian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kepada Tuhan. Inilah berbahagia. Suami yang memberi hatinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kepada istri; menyayangi istri itulah berbahagia. Jadi, siapa yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;memberi itulah yang berbahagia. Firman Tuhan berkata, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;lebih berbahagia memberi dari pada menerima &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;(Kis 20:35). Jadi, kalau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita masih uber harta, kapan kaya, kapan naik pangkat, kapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;dapat anak, kapan dapat jabatan, kapan punya rumah, kapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hutang terbayar – itu semua konsep yang salah total tentang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kebahagiaan. Kebahagiaan menurut dunia ini adalah sampah,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;demikian kata Paulus (Flp. 3:7-8).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan “memberi diri kepada Allah”, saya ingin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;melontarkan pertanyaan, benarkah anda mengandalkan Tuhan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang datang konseling kepada saya, berkata begini:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;“Saya tenang pak karena deposito saya banyak. Saya tenang,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;karena badan saya sehat. Saya tenang, karena atasan saya sayang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kepada saya. Saya tenang, karena rumah saya dijaga banyak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;satpam. Saya tenang, karena &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=""&gt;backing &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;saya jenderal”. Apakah itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang dimaksud dengan mengandalkan Tuhan? Introspeksi diri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kita, apakah ketenangan hidup yang kita alami saat ini karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;benar-benar mengandalkan Tuhan atau hal yang lain yang menjadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;andalan. Bagaimana cara mengintrospeksinya? Gampang, apabila&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;hal-hal lain itu tidak ada lagi pada anda, apakah anda masih bisa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tenang? Apakah kehilangan hal-hal itu bisa tetap membuat anda&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berbahagia? Orang yang berbahagia adalah orang yang selalu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menaruh harapannya kepada Tuhan, dan yang mengandalkan-Nya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;setiap waktu (Yer. 17:7-8).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Orang yang berbahagia adalah orang yang memberi dirinya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;untuk orang lain&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                                                                                    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;Matius 5:9 menulis: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;Berbahagialah orang yang membawa damai, karena&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mereka akan disebut anak-anak Allah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Apabila kita menolong orang, maka orang itu akan berbahagia,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sedangkan kita yang menolong, akan 2x lebih berbahagia. Saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;pernah memberi orang yang meminta-minta. Orang itu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berjingkrak-jingkrak karena uang yang diberi kepadanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya begini: Saya dan beberapa teman sedang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;on the way&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;dengan baby benz. Mobil kami hendak memasuki gerbang tol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Di pintu tol ada orang yang meminta-minta. Saya dengan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;beberapa teman yang ada di mobil mau memberi. Kami saling&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;bertanya siapa yang mempunyai uang receh... Teman saya yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;di belakang salah mengerti, dia pikir kita mau membayar tol,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;maka dia memberi uangnya senilai Rp 10.000. Tanpa bicara lagi,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;teman saya yang menyetir mobil langsung membuka kaca dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;melempar uang tersebut ke arah si peminta-minta. Apa yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;terjadi, orang yang meminta-minta itu berjoget ria. Teman saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang duduk di belakang yang memberi uang Rp. 10.000 tadi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;protes, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;“Lho kok &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;uang itu diberikan kepada orang yang minta-minta,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;itu uang &lt;st1:state st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;kan&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:state&gt; untuk bayar tol?” Menyadari yang sebenarnya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;kami semua tertawa terbahak-bahak, karena kami salah memberi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;uang... Lihat, orang yang kami tolong berbahagia, kami pun lebih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;berbahagia lagi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 46 bacaan alkitab di atas, Maria tidak memikirkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;lagi keberadaannya kalau nanti dia hamil bagaimana, padahal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;belum menikah. Maria tidak lagi memikirkan kebahagiaannya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sebagai manusia, tetapi lebih memikirkan kepentingan Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sikap Maria yang mengorbankan keinginannya dan lebih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mengutamakan kemauan Tuhan, telah menempatkan Maria&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;sebagai wanita yang terhormat dan dimuliakan; orang Katolik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;menjunjung tinggi bunda Maria.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Ibu-ibu, jika mau dijunjung tinggi, lakukanlah perintah Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Dalam Yesaya 49:15, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;. (perempuan: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;women&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;bukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;mother&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;Women &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-family:Garamond;font-size:130%;"  &gt;artinya setiap perempuan, kendati belum&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;mempunyai bayi). Tuhan menyuruh kita mengambil pelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tentang kasih dengan melihat kepada seorang perempuan yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;tidak akan membuang bayi yang dikandungnya. Bentuk nyata kasih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Tuhan kepada umat-Nya, terlihat seperti seorang perempuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang menyusui, memelihara dan melindungi anaknya. Perempuan,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;sebagai apapun anda saat ini, jangan mengkhianati kasih Allah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;yang dicontohkan kepadamu agar dunia dapat melihatnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Sekalipun di jaman &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;i style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style=""&gt;edan &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:12;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ini ada perempuan yang nekat dan&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;tega membuang bayinya, kasih Allah tidak sama dengan sikap&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;itu; kasih-Nya terus berlangsung sampai selamanya. Betapa&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;berbahagianya jika kasih Allah senantiasa nyata dalam kehidupan&lt;/span&gt;&lt;o:p style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kita.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Garamond;font-size:10;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 157px; height: 56px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-3679581908700466926?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/3679581908700466926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/12/kebahagiaan-versi-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/3679581908700466926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/3679581908700466926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/12/kebahagiaan-versi-tuhan.html' title='Kebahagiaan Versi Tuhan'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SyZK158OwqI/AAAAAAAAAT4/oYPZD71cv3c/s72-c/maria-bunda.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-6755836951290922942</id><published>2009-09-17T08:43:00.005+07:00</published><updated>2009-09-18T14:12:37.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel pengetahuan'/><title type='text'>Sejarah Lagu " Makin Dekat, Tuhan" (Kidung Jemaat 401)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SrMycGmr9QI/AAAAAAAAASI/aVdyExOU2qM/s1600-h/nearer-my-god-to-thee.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 306px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SrMycGmr9QI/AAAAAAAAASI/aVdyExOU2qM/s320/nearer-my-god-to-thee.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5382701438028477698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;“Makin dekat, Tuhan, kepadaMu;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;walaupun saliblah mengangkatku,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;inilah laguku: Dekat kepadaMu;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;makin dekat, Tuhan, kepadaMu…….”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hampir semua orang Kristen mengenal lagu ini, walaupun tidak hafal lagunya namun pasti akan mengetahuinya ketika mendengar nada lagu ini dimainkan. Bahkan lagu ini sering kali dipakai sebagai soundtrack film-film besar, dan salah satunya adalah film Titanic. Banyak lagu rohani besar yang dikarang oleh wanita. Tetapi lagu ini akan disoroti "Lagu Rohani Terbesar Karangan Wanita"...menurut pandangan banyak orang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;Dan dibawah ini merupakan artikel sejarah mengenai lagu ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Syair: Nearer, My God, to Thee, Sarah F. Adams 1841, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;berdasarkan Kejadian 28:10-22.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;terj. E.L. Pohan Shn. 1972. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lagu: Lowell Mason 1856&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Klik &lt;a href="http://iixbox.com/d.php?file=6457"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:180%;" &gt;DISINI&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; untuk mendownload &amp;amp; mendengar lagu ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Siapakah wanita yang karangannya diberi kehormatan yang demikian?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nama pengarang itu ialah Sarah Flower Adams. Ia dilahirkan di negeri Inggris pada tahun 1805. Ayahnya seorang penerbit surat kabar yang sering membela hak-hak rakyat terhadap kaum penindas. Pernah ayahnya dipenjarakan oleh sebab ia berani menerbitkan kritik terhadap seorang pejabat tinggi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maka tidak mengherankan bila sebagai gadis si Sarah juga menaruh perhatian akan hak-hak asasi manusia. Pada umur masih muda ia mulai mengarang baik prosa maupun puisi. Karangan-karangannya itu dimuat dalam suatu suatu kabar yang memperjuangkan kebebasan pers, martabat kaum wanita, dan cita-cita tinggi yang sejenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ada juga seorang insinyur sipil yang menyumbangkan karangannya kepada surat kabar tersebut. Namanya William B. Adams. Ia mulai bersahabat dengan Sarah Flower yang pandai mengarang itu, dan pada tahun 1834 mereka pun menikah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sudah lama Sarah Flower Adams bercita-cita menjadi seorang pelaku sandiwara. Baru setelah menikah, atas dorongan suaminya ia berkesempatan melakukan hal itu. Pada tahun 1837 ia muncul di panggung dengan memainkan peranan utama dalam salah satu drama luhur karangan Shakespeare.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tetapi karier Sarah Adams dalam bidang seni drama cepat berakhir. Ketika ia masih kecil, ibunya meninggal akibat tebese. Adiknya menderita penyakit yang sama. Dan sekarang Sarah sendiri menemukan bahwa kesehatannya tidak mengizinkan dia terus mengeluarkan tenaga untuk menjadi seorang pelaku sandiwara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kalau seni drama tertutup baginya, seni puisi masih terbuka. Sekali lagi Ny. Adams mulai menulis syair. Ia bahkan menjadi agak tenar karena mengarang sebuah syair yang panjang tentang seorang Kristen yang mati syahid pada abad ketiga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sarah Adams juga mengarang kata-kata untuk nyanyian pujian. Sering ia mempelajari Alkitab untuk mendapatkan buah pikiran baru. Pada suatu hari ia tertarik akan cerita Yakub dalam Kitab Kejadian pasal 28. Ia membaca tentang masa hidup Yakub yang serba sulit. Tentu Yakub merasa sedih dan kuatir, karena ia terpaksa meninggalkan rumah dan melarikan diri dari kakaknya yang cemburuan. Di Betel Yakub tidur dengan berbantalkan batu. Di situ pun ia bermimpi tentang suatu tangga ke surga, dan para malaikat Allah yang turun naik di atasnya. Sadarlah dia bahwa Tuhan masih dekat padanya, sama seperti dahulu di rumah orang tuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dengan diilhami cerita Alkitab itu, Sarah Flower Adams menulis suatu nyanyian rohani yang telah menjadi lagu pilihan umat Kristen di seluruh dunia. Kebanyakan orang belum insaf bahwa sedikit sekali nyanyian rohani dewasa ini yang masih tetap persis seperti pada waktu ditulis semula. Hampir semuanya telah mengalami perubahan dan perbaikan sepanjang abad. Kadang-kadang ada kata-kata yang diganti sana sini; kadang-kadang ada satu baris ataupun satu bait yang diganti atau dibuang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lain halnya dengan syair karangan Sarah Flower Adams. Dalam bahasa aslinya, karangan yang dimuat dalam buku-buku terbitan masa kini itu persis sama seperti yang mula-mula ditulis satu setengah abad yang lalu. Tidak sepatah kata pun yang diubah; syairnya masih utuh. Bukankah hal itu turut memperkuat pendapat banyak orang tentang "Lagu Rohani Terbesar Karangan Wanita"?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada tahun 1841, gembala sidang dari jemaat tempat Sarah F. Adams menjadi anggota gereja hendak menerbitkan sebuah buku nyanyian pujian. Tigabelas lagu pilihan yang dikumpulkannya dalam terbitan itu adalah hasil karya Ny. Adams. Termasuk juga beberapa lagu rohani yang dikarang oleh adiknya Eliza.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kedua wanita bersaudara yang berbakat itu sering dikunjungi oleh pengarang terkenal, yang ingin membicarakan hal-hal rohani dengan mereka. Tetapi penyakit Eliza makin lama makin parah, sehingga kakaknya Sarah harus menghabiskan banyak waktu untuk merawat dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Eliza meninggal pada tahun 1844. Dan--seperti yang sudah dikuatirkannya sejak lama--kakaknya Sarah juga kena penyakit tebese yang sangat ditakuti itu. Ia sendiri meninggal dunia empat tahun kemudian, pads tahun 1848.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Banyak sekali cerita yang telah dikisahkan sebagai bukti bahwa hasil karya Sarah Flower Adams itu layak disebut "Lagu Rohani Terbesar Karangan Wanita." Hanya satu di antaranya akan dikutip di sini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam tahun-tahun 1960an, seluruh dunia terkejut atas pembunuhan orang-orang Amerika yang besar, seperti Presiden John F. Kennedy, Senator Robert F. Kennedy, dan Dr. Martin Luther King. Sama juga, pada tahun 1901 seluruh Amerika Serikat terkejut atas pembunuhan Presiden William McKinley.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah ia ditembak oleh si pembunuh itu, Presiden McKinley cepat menghadapi ajalnya. Sesaat sebelum nafasnya yang penghabisan, ia masih sempat bergumam kata-kata dari bait pertama "Lagu Rohani Terbesar Karangan Wanita."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada saat almarhum Presiden McKinley akan dikebumikan, semua gereja di seluruh Amerika membuka pintunya. Lonceng-lonceng dibunyikan. Lalu lintas berhenti di jalan. Para petani berdiri diam sejenak di samping bajak. Para pekerja menghentikan mesin di pabrik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Sebagian orang dengan tenang berdoa dalam hati. Yang lainnya berdoa dengan suara keras. Yang lain lagi menyanyikan lagu rohani kesayangan almarhum Presiden McKinley, yang masih sempat dikutipnya menjelang ajalnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Siapakah pencipta musik yang selalu terdengar kalau umat Kristen sedang menyanyikan "Lagu Rohani Terbesar Karangan Wanita" itu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nama pengarang itu adalah Lowell Mason (1792-1872), seorang musikus Amerika. Berkat usaha Lowell Mason dan kawan-kawan seperjuangannya, pada masa kini musik menempati kedudukan yang tinggi di tanah airnya, baik di gereja maupun di sekolah. Dialah salah seorang pendiri dan penegak kedudukan musik di Amerika itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada tahun 1856 Lowell Mason telah menjadi seorang musikus yang terkenal. Dua redaktur buku musik ingin memuat sebuah nyanyian pujian hasil karya Sarah F. Adams (yang sudah meninggal delapan tahun sebelumnya). Maka mereka minta dengan sangat supaya Dr. Mason mengarang sebuah melodi untuk kata-kata tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Lowell Mason merasa agak bingung pada saat ia membaca syair rohani tentang pengalaman Yakub dahulu kala itu. Sistim sanjaknya lain daripada yang lain; tentu saja lagu biasa tak mungkin diterapkan dengan puisi yang kurang biasa itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada suatu malam beberapa waktu kemudian, Dr. Mason sudah berbaring di atas tempat tidurnya. Tetapi ia belum dapat tidur. Matanya terbuka, tetapi tak dapat melihat apa-apa karena gelap. Terus-menerus ia masih memikirkan syair karangan Sarah F. Adams. Not demi not mulai memasuki pikirannya. Dan pada keesokan harinya ia sudah dapat mencatat secara lengkap melodi yang muncul di tengah malam itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tiga tahun kemudian, pada tahun 1859, terbitlah buku lagu pilihan yang diredaksikan oleh kedua kawan Lowell Mason tadi. Syair dan lagu yang untuk pertama kali dijodohkan dalam buku tersebut, kini dinyanyikan di seluruh dunia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-6755836951290922942?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/6755836951290922942/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/09/sejarah-lagu-makin-dekat-tuhan-kj-401.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/6755836951290922942'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/6755836951290922942'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/09/sejarah-lagu-makin-dekat-tuhan-kj-401.html' title='Sejarah Lagu &quot; Makin Dekat, Tuhan&quot; (Kidung Jemaat 401)'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SrMycGmr9QI/AAAAAAAAASI/aVdyExOU2qM/s72-c/nearer-my-god-to-thee.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-374272521466508210</id><published>2009-09-04T10:52:00.005+07:00</published><updated>2009-09-04T13:31:42.862+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Teologi'/><title type='text'>Keselamatan dan Kristus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SqCy-QR0lgI/AAAAAAAAARg/9ll1NnJGlAk/s1600-h/Salvation_400.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SqCy-QR0lgI/AAAAAAAAARg/9ll1NnJGlAk/s320/Salvation_400.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5377494737671722498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-weight: bold;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CVICKYH%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C04%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-weight: bold;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-weight: bold;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype style="font-weight: bold;" namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;}  /* List Definitions */  @list l0 	{mso-list-id:391463459; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-545734876 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-.25in;} @list l1 	{mso-list-id:465466561; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-733683276 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l1:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-.25in;} @list l2 	{mso-list-id:576088855; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:843062442 67698713 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l2:level1 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	margin-left:1.0in; 	text-indent:-.25in;} @list l3 	{mso-list-id:982195528; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:-215038898 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l3:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l3:level2 	{mso-level-number-format:alpha-lower; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l4 	{mso-list-id:1008026029; 	mso-list-type:hybrid; 	mso-list-template-ids:1186492594 67698703 -1104103758 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l4:level1 	{mso-level-tab-stop:.5in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in;} @list l4:level2 	{mso-level-number-format:bullet; 	mso-level-text:-; 	mso-level-tab-stop:1.0in; 	mso-level-number-position:left; 	text-indent:-.25in; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} ol 	{margin-bottom:0in;} ul 	{margin-bottom:0in;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.5in; font-weight: bold;"&gt;Disini Rasul Paulus menjelaskan bahwa: Keselamatan apapun pengertian keselamatan itu di adakan oleh Kristus, hal ini merupakan tanda ke Agungan Kristus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 0.25in; font-weight: bold;"&gt;Dalam tulisan Rasul Paulus banyak sekali ditulis tentang pengertian keselamatan dan tanda-tanda ke Agungan Kristus, ada beberapa sudut pandang sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-weight: bold;" start="1" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Sudut Pandang Penyataan Langsung bahwa      :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-weight: bold;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Kristuslah Juruselamat yang kita nantikan       dari Sorga (Flp3 : 20 ; Titus3 : 6)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-weight: bold;" start="1" type="1"&gt;&lt;ol style="margin-top: 0in;" start="2" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Keselamatan terjadi melalui Dia (1       Tes5 : 9 ; 2Tim2 : 10)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-weight: bold;" start="2" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Sudut Pandang Istilah Umum :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kristus telah mati untuk orang- orang durhaka (Roma 5: 6 ; 8).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penekanan fakta tentang kematian- Nya(Roma 8: 34 ; 14 :9).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-weight: bold;" start="3" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Sudut Pandang Sebagai Sumber      Pendamaian (Roma 5: 10- 11 ; 2Kor 5: 18- 20 ; Ef 2: 16 ; Kol 1: 20). Dan      masih banyak lagi persamaan dengan sumber damai sejahtera (Ef 2: 14- 15).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-weight: bold;" start="4" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Sudut Pandang Bahwa Penebusan terjadi      Dalam Kristus Yesus (Roma 3: 24).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat oleh karena pemikirannya bahwa Yesus telah menjadi kutuk karena kita (&lt;st1:country-region st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Galatia&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:country-region&gt; 3: 13).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-weight: bold;" start="5" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Sudut Pandang Kristus di Hubungkan      Pembenaran kita (Gal 2: 17), pengampunan kita(Kol 3: 13), dan dengan      kemenangan kita (1Kor 15: 57), Kristus mendatangkan damai sejahtera (Roma      5: 1), pengharapan (Ef 1: 12).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-weight: bold;" start="6" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Sudut Pandang Sebagai Anak (Ef 1: 5);      Janji kehidupan (2Tim1: 1); Hidup yang kekal (Roma 5; 21); Cahaya (Ef      5:14); Dan Kekayaan dalam Kemuliaan- Nya (Flp 4: 19). Penganugrahan      Karunia yang mendatangkan pembenaran itu adalah Kristus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-weight: bold;" start="7" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Sudut Pandang Lain: Kristuslah dasar      satu- satunya yang di atas orang- orang Kristen membangun:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dia adalah batu penjuru (Ef 2: 20).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dia menyerahkan diri- Nya sebagai suatu kurban (Ef 2: 15).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 1in; text-indent: -0.25in; font-weight: bold;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:7pt;"  &gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dia sebagai kurban syukur dan disebut Paskah kita( 1 Kor 5: 7).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold;" class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0in; font-weight: bold;" start="8" type="1"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style=""&gt;Sudut Pandang Secara Negatif , yaitu      cara hukum Taurat telah diakhiri oleh Kristus artinya siapa yang menolak      Kristus harus menjalani dan menaati Hukum Taurat dan tidak memperoleh apa-      apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-weight: bold;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CVICKYH%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-alt:"Century Gothic"; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-bidi-font-family:Arial; 	mso-ansi-language:IN;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} &lt;/style&gt; &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 190px; height: 68px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-374272521466508210?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/374272521466508210/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/09/keselamatan-dan-kristus.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/374272521466508210'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/374272521466508210'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/09/keselamatan-dan-kristus.html' title='Keselamatan dan Kristus'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SqCy-QR0lgI/AAAAAAAAARg/9ll1NnJGlAk/s72-c/Salvation_400.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-38634249493215697</id><published>2009-08-27T08:35:00.004+07:00</published><updated>2009-09-04T12:48:25.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>KHOTBAH TENTANG DOSA KEBOHONGAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SpXj4oOzf7I/AAAAAAAAARQ/ZmvSfCxsfoI/s1600-h/1_755184849l.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 267px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SpXj4oOzf7I/AAAAAAAAARQ/ZmvSfCxsfoI/s400/1_755184849l.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5374452292348247986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pengkhotbah memberitahu pada imatnya, “Minggu depan saya merencanakan untuk berkhotbah tentang dosa kebohongan. Untuk membantu Anda memahami-nya, saya ingin Anda semua membaca Markus pasal 17.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Pada Minggu berikutnya, ketika bersiap menyampaikan khotbahnya, ia  berkata, “Saya ingin tahu berapa banyak di antara Anda telah membaca Markus 17.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;"&gt;Semua orang mengacungkan jarinya. Pengkhotbah itu tersenyum dan berkata, ”Markus hanya memiliki 16 pasal. Sekarang saya akan memulai khotbah saya tentang dosa kebohongan.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial; width: 169px; height: 61px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-38634249493215697?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/38634249493215697/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/khotbah-tentang-dosa-kebohongan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/38634249493215697'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/38634249493215697'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/khotbah-tentang-dosa-kebohongan.html' title='KHOTBAH TENTANG DOSA KEBOHONGAN'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SpXj4oOzf7I/AAAAAAAAARQ/ZmvSfCxsfoI/s72-c/1_755184849l.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-1083398936167895106</id><published>2009-08-24T23:59:00.000+07:00</published><updated>2009-08-24T12:26:50.418+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Priest and Lion</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SpIjWbPoe9I/AAAAAAAAARI/miMRrQWgZ-o/s1600-h/lion.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 212px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SpIjWbPoe9I/AAAAAAAAARI/miMRrQWgZ-o/s400/lion.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5373396173583842258" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="content"&gt; &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;p&gt;Seorang pendeta baru saja selesai memberitakan injil di desa sebelah. Dalam perjalanan pulang, karena hari sudah hampir malam, ia pun nekat untuk mengambil jalan pintas, melewati hutan belantara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di tengah hutan, ia bertemu seekor Singa yang kelihatannya sangat lapar. Ia pun berlutut dan berdoa,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Tuhan, tolong tutuplah mulut Singa ini, agar dia tidak bisa menerkam aku”.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ketika selesai berdoa, ia melihat sang Singa juga sedang berdoa. Sang Pendeta pun mengucap syukur,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Oh, Tuhan, terima kasih. Kau telah memberiku seekor Singa yang baik”. Sang Singa pun lalu berkata,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“Betulll !!!, aku adalah Singa yang baik. Aku selalu berdoa mengucap syukur sebelum menyantap makananku”.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-1083398936167895106?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/1083398936167895106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/priest-and-lion.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1083398936167895106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1083398936167895106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/priest-and-lion.html' title='Priest and Lion'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SpIjWbPoe9I/AAAAAAAAARI/miMRrQWgZ-o/s72-c/lion.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-5343195357541135077</id><published>2009-08-23T12:04:00.000+07:00</published><updated>2009-08-24T12:27:51.522+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>Meninggalkan Kemunafikan I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SouDGiZsEbI/AAAAAAAAAQ4/hPgSpG53qFI/s1600-h/1_Munafik.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 170px; height: 120px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SouDGiZsEbI/AAAAAAAAAQ4/hPgSpG53qFI/s400/1_Munafik.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5371531128906453426" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matius 6 :23-24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkan anda menonton tayangan televisi yang menyajikan sebuah atraksi film dengan setting tempat yang begitu mengagumkan. Gedung-gedung besar dan rumah-rumah yang indah yang anda saksikan nampak indah bukan. Namun apakah anda tahu bahwa sebuah rumah yang indah yang tampaknya mahal dibuat dari batu bata dengan ornament yang sangat indah, atau gedung-gedung yang nampak berdiri begitu megah dari luar itu, ternyata di bagian dalamnya ternyata tidak lebih dari kisi-kisi yang terdiri dari balok-balok penyangga berukuran tertentu yang dilengkapi katrol dan perancah. Rumah atau gedug itu hanya tampak terisi dengan penghuni tidak lebih dari durasi penayangan yang anda tonton di televise, selebihnya tempat itu kosong melompong. Luar biasa bukan. Tempat-tempat ini dibangun hanya sesuai dengan pesanan kebutuhan pembuatan acara televisi yang diinginkan. Namun, sorotan kamera mampu membuat tempat-tempat nampak sudah ada sejak lama. Ternyata semua itu palsu. Rumah, gedung, oramen – semuanya. Palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau pernahkah anda melihat bulan? Begitu terang namun mampu menyembunyikan sisi gelap yang tidak pernah ia tunjukkan. Itulah KEMUNAFIKAN. Namun sebelum lebih jauh kita mengenal kemunafikan, saya akan mengajak anda pada satu masa untuk mengenal seorang tokoh yang dapat saya katakan cocok untuk dijadikan referensi dari kemunafikan itu. Tokoh ini hidup pada masa Perjanjian Lama. Dia adalah Rehabeam. Ya, Rehabeam memang cocok seali menjadi gambaran yang sama dengan rumah maupun gedung yang tadi kita sudah bicarakan. Ia memiliki sisi gelap yang sulit untuk dilihat oleh manusia dan mungkin hanya Tuhan yang dapat melihatnya. Dan Tuhan menyingkapkan kisah kehidupan tokoh yang satu ini kepada kita dengan gamblang dalam kitab 1 Raja-raja dan 2 Tawarikh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tentang Rehabeam, keturunan Salomo – raja yang terkenal dengan hikmatnya itu – laksana seperti panggung drama televisi dimana sisi yang menghadap kea rah penonton kelihatan sangat asli, namun apa yang sebenarnya ada dibelakang merupakan kepalsuan.&lt;br /&gt;Setelah Salomo mati, Rehabeam menggantiknnya menjadi raja atas Israel. Pada saat Rehabeam naik menjadi seorang raja ia berumur empat puluh tahun dan orang yang paling berpengaruh bagi dirinya adalah ibunya sendiri, seorang penyembah berhala. Hal ini tidak dapat dipungkiri sebab memang Salomo memiliki banyak istri dan diantara mereka banyak yang menyembah berhala, salah satunya adalah ibu dari Rehabeam (1 Raja 11:1-6). Setelah ia menjadi raja maka datanglah segenap jemaah Israel dipimpin oleh seorang yang telah beberapa lama di pengasingan, yaitu Yerobeam kepadanya untuk meminta keringanan dari pekerjaan sukar yang dibebankan ayahnya (1 Raja 12:1-4). Hal ini terjadi sebab rakyat bersungut-sungut terhadap pemerintahan raja Salomo. Raja ini begitu mulia dan bijaksana akan tetapi ia keras. Ia meminta sangat banyak kepada rakyat berupa pajak yang tinggi, dan orang harus kerja paksa untk membangun istana-istana yang serba mewah, dan kuil-kuil untuk isteri-isterinya yang mencapai seribu itu. Selama Salomo hidup rakyat sagat taat, namun sekarang cukup sudah penderitaa mereka. Mereka berharap raja yang baru membawa perubahan yang baru bagi kesejahteraan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah tindakan Rehabeam? Inilah permulaan dari kemunafikannya. Rehabeam menyuruh rakyat itu untuk pulang dan bertanya kepada para tua-tua yang elah lama mendampingi Salomo sebagai penasihatnya. Dikatakan demikian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ia menjawab mereka: "Pergilah sampai lusa, kemudian kembalilah kepadaku." Lalu pergilah rakyat itu. Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: "Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?" Mereka berkata: "Jika hari ini engkau mau menjadi hamba rakyat, mau mengabdi kepada mereka dan menjawab mereka dengan kata-kata yang baik, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu." (1 Raja 12:5-7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rehabeam mengadakan sebuah sidang dengan segera dan membahas tindakan yang akan dilakukan dengan meminta pendapat para tua-tua Israel. Para tua-tua ini telah mendampingi ayahnya selama hidup dan telah melihat kehancuran Israel, namun mereka tetap setia. Para tua-tua ini memberikan sebuah nasehat yang sangat bijaksana. Nasehat ini bukan sembarangan keluar dari mulut mereka, namun atas dasar pertimbangan dan pengalaman yang mereka rasakan dan lihat sendiri bagaimana Salomo akhirnya jatuh dan Israel berada dalam ambang kehancuran. Mereka menganjurkan kepada Rehabeam untuk menjadi seorang raja yang sejati sekaligus seorang hamba yang sejati, tidak seperti apa yang dilakukan oleh ayahnya. Namun tindakan yang dilakukan oleh Rehabeam sangat berlawanan dengan nasehat para tua-tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-5343195357541135077?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/5343195357541135077/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/meninggalkan-kemunafikan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/5343195357541135077'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/5343195357541135077'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/meninggalkan-kemunafikan.html' title='Meninggalkan Kemunafikan I'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SouDGiZsEbI/AAAAAAAAAQ4/hPgSpG53qFI/s72-c/1_Munafik.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-670886514065239855</id><published>2009-08-23T12:02:00.000+07:00</published><updated>2009-08-23T12:19:27.297+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>Meninggalkan kemunafikan II</title><content type='html'>Alkitab melanjutkan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya. (1 Raja 12:8)&lt;br /&gt;Rehabeam memutuskan untuk mengabaikan nasihat para tua-tua itu dan lebih memilih untuk mendengarkan nasihat dari orang-orang yang sebaya dengan dia:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Katanya kepada mereka: "Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?" Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: "Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami—beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku! Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi." (1 Raja 12:9-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tiba waktunya hari yang dijanjikan itu, maka kini saatnya Rehabeam, sang raja baru itu mengumumkan keputusan apa yang akan diambil. Perhatikanlah dengan seksama keputusan mana yang akan diambilnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: "Kembalilah kepadaku pada hari lusa." Raja menjawab rakyat itu dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua kepadanya; ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: "Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambah tanggunganmu itu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi." (1 Raja 12:12-14)&lt;br /&gt;Rehabeam melakukan suatu strategi yang sangat licin dengan mula-mula meminta nasihat kepada para tua-tua. Sebenarnya ia tidak membutuhkan nasihat melainkan pembenaran, sebab ia telah memiliki jawaban sendiri atas permintaan umat Israel. Agar seolah-olah ia nampak sebagai raja yang demokratis, maka ia meminta juga nasihat dari kalangan muda. Namun sesungguhnya pembenaran dari kaum muda inilah yang ia nantikan. Ia ingin menjadi otoriter, bahkan melebihi rezim ayahnya. Bahkan ia mengatakan bahwa ayahnya menghajar bangsa itu dengan cambuk, namun ia akan menghajar bangsa itu dengan cambuk besi. Cambuk biasa adalah sebuah tali kulit yang diikatkan kepada satu pegangan dan bisanya digunakan untuk memukul hewan ternak agar mau bergerak untuk bekerja. Sedangkan cambuk berduri besi adalah sebuah pegangan yang diberi dua belas tali kulit dan ujung dari masing-masing tali itu diikatkan dengan potongan tulang atau besi tombak. Jelas sekali ia menginginkan agar bangsa itu bekerja kepadanya melebihi dari pada kerja mereka kepada ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-670886514065239855?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/670886514065239855/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/meninggalkan-kemunafikan-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/670886514065239855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/670886514065239855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/meninggalkan-kemunafikan-ii.html' title='Meninggalkan kemunafikan II'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-4636253094792042033</id><published>2009-08-23T12:01:00.000+07:00</published><updated>2009-08-23T12:19:22.379+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>Meninggalkan kemunafikan III</title><content type='html'>Sebuah pertanyaan sederhana muncul. Mengapa ia harus meminta nasihat dari para tua-tua Israel jika ternyata sebenarnya ia sendiri sudah memiliki jawaban atas permintaan itu bangsa itu? Pertanyaan sederhana seyogyanya hanya membutuhkan jawaban sederhana. Kemunafikan. Ya, kemunafikan. Inilah sikap asli dari Rehabeam. Di depan kamera, ia nampak seperti seorang raja yang sangat bijaksana, yang mendengarkan semua nasihat dan masukan dari berbagai kalangan, namun sesungguhnya ini adalah suatu hal yang dapat saya kategorikan sebagai konseling palsu. Suatu sikap yang kelihatan seolah-olah baik namun memiliki sisi yang gelap.&lt;br /&gt;Apakah konsekwensi dari semua itu? Apakah keinginan serakah Rehabeam yang dibungkus dengan kemunafikan yang manis itu menjawab kebutuhan dari bangsa yang dipimpinnya? Kita tidak perlu berlama-lama untuk mengetahuinya, sebab segera setelah itu bangsa itu memberontak dan terjadi perang saudara yang mengerikan dan pertama kali dalam sejarah bangsa pilihan Allah itu. Yerobeam, pemuda yang pernah mengasingkan diri itu akhirnya diangkat sebagai raja memimpin sepuluh suku yang menyatakan melepaskan diri dari kepemimpinan Rehabeam – raja kejam itu – dan mendirikan kerajaan baru yang dinamai Israel, beribu kota di Samaria. Dan dua suku lagi, tetap setia mendukung Rehabeam dan menduduki tanah Yehuda dan Benyamin, serta menjadikan Yerusalem sebagai ibukota mereka.&lt;br /&gt;Namun kemunafikan Rehabeam tidak berhenti disitu saja. Mari kita lihat apa yang Alkitab katakan tentang kehidupan rumah tangga Rehabeam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rehabeam mengambil Mahalat, anak Yerimot bin Daud dan Abihail binti Elhiab bin Isai, menjadi isterinya, yang melahirkan baginya anak-anak lelaki ini: Yeush, Semarya dan Zaham. Sesudah Mahalat ia mengambil Maakha, anak Absalom, menjadi isterinya, yang melahirkan baginya Abia, Atai, Ziza dan Selomit. Rehabeam mencintai Maakha, anak Absalom itu, lebih dari pada semua isteri dan gundiknya—ia mengambil delapan belas isteri dan enam puluh gundik dan memperanakkan dua puluh delapan anak laki-laki dan enam puluh anak perempuan. (2 Taw 11:18-21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya bila diperhatikan Rehabeam telah melakukan sesuatu yang baik. Mengapa demikian? Karena ia mengambil istri bukan dari orang di luar Yahudi. Ya, ia menikahi sepupunya dan memilih beberapa istri dari keluarga kerajaan. Peempuan-perempuan yang ia nikahi bukan penyembah-penyembah berhala. Namun, perhatikan dengan lebih seksama, apakah yang salah dengan hal ini? Sesungguhnya pernikahan ini juga kemunafikan semata. Mengapa saya berkata demikian? Sebab Rehabeam melakukan kesalahan yang sama yang dilakukan oleh Daud dan Salomo. Daud menutupi tindakannya yang tidak berkenaan bagi Allah – membunuh dan poligami (sebab Allah melarang raja memiliki banyak istri) – dengan tidak terpengaruh dengan agama atau kepercayaan musuhnya. Daud seakan-akan nampak seperti pembela iman sejati bagi bangsa Israel, namun tindakan ini tetap saja dilakukan untuk menutupi dosa-dosanya. Demikian juga dengan Salomo, dimana kia membangun Bait Allah yang megah untuk menutupi tindak tanduknya yang tidak berkenan di hadapan Allah. Bagi bangsa Isarel, Salomo tampil sebagai raja yang sangat bijaksana dan mulia, namun pada akhirnya ia juga jatuh ke dalam penyembahan berhala istri-istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang dilakukan oleh Rehabeam. Ia seolah-olah nampak setia dengan mengikuti perintah Tuhan untuk mengambil istri dari bangsanya sendiri, namun ia lupa bahwa Allah tidak menyuruh dia untuk megambil banyak istri. Namun demikian, anda jangan puas dulu mendengar bahwa kemunafikan Rehabeam hanya berhenti sampai disitu. Ternyata kemunafikan tokoh kita yang satu ini masih berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Rehabeam, anak Salomo, ia memerintah di Yehuda. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih TUHAN dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. (1 Raj 14:21)&lt;br /&gt;Dapatkah anda menemukan sesuatu yang menarik dari nats diatas? Bagai saya ada hal yang sungguh menarik yangd apat dipelajari. Dalam nats itu, penulis 1 Raja-Raja menyandingkan nama Yerusalem – kota yang dipilih Tuhan itu – dengan Naama – nama ibu Rehabeam, yang berarti “kemanisan”, “kenyamanan” – seorang perempuan Amon. Sebagaimana kita ketahui bani Amon adalah penyembah-penyembah dewa-dewa kejijikan yang bernama Milkom dan Molokh (1 Raja 11:5-7). Merrill F. Unger dalam Unger’s Bible Dictionary mengatakan bahwa:&lt;br /&gt;Molokh adalah dewa Semit yang menjijikkan yang dihormati dengan cara mengorbankan anak-anak, di mana mereka harus berjalan melewati atau masuk ke dalam api. Penggalian yang dilakukan oleh orang-orang Palestina telah menemukan bukti-bukti berupa tengkorak anak-anak di tempat-tempat penguburan di sekitar kuil-kuil penyembahan berhala. Bangsa Amon menganggap Molokh sebagai bapa yang melindungi. Tidak ada penyembahan Semit kuno yang lebih menjijikkan daripada penyembahan terhadap Molokh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salomo semasa hidupnya mengijinkan istri-istrinya menyembah berhala mereka. Termasuk Naama, ibu Rehabeam, dan selama masa hidup Rehabeam belum menjadi raja ia tumbuh dalam didikan berhala ibunya. Bahkan lebih tragis lagi, pada akhirnya ayahnya, yaitu Salomo ikut juga dalam praktik penyembahan berhala yang menjijikkan ini. Jadi tidaklah mengherankan kalau pada akhirnya Rehabeam membawa bangsa ini menjauh dari Tuhan, sebagaimana tercatat dalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi orang Yehuda melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka menimbulkan cemburu-Nya dengan dosa yang diperbuat mereka, lebih dari pada segala yang dilakukan nenek moyang mereka. Sebab merekapun juga mendirikan tempat-tempat pengorbanan dan tugu-tugu berhala dan tiang-tiang berhala di atas setiap bukit yang tinggi dan di bawah setiap pohon yang rimbun. Bahkan ada pelacuran bakti di negeri itu. Mereka berlaku sesuai dengan segala perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari orang Israel. (1 Raja 14:22-24).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ironis nasib keturunan Daud – orang pilihan itu – yang hancur dalam sebuah pemberontakan kepada Allah yang dapat dikatakan sempurna. Isarel menjadi alat Tuhan untuk menghalau bangsa-bsang yang berlaku keji, namun saat ini justru Israel sendiri yang melakukan kekejian itu. Tanah Perjanjian yang sebelumnya tercemar dengan segala bentuk kekejian di mata Allah telah dibersihkan dengan susah payah oleh Yosua, namun kini justru kecemaran yang telah dibersihkan itu yang mencemari Israel. Yerusalem, kota pilihan Tuhan itu, kini telah menjadi kota Molokh dan Milkon, dewa kekejian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berhentikah kemunafikan Rehabeam? Anda boleh menghela nafas sebentar atau mulai geram, mengapa orang yang kemunafikannya berlipat ini bisa mengisi lembaran sejarah dalam Alkitab yang suci itu, bahkan masih ada lagi, kata saya. Anda boleh saja geram, namun anda nanti akan mengerti mengapa semua itu dituliskan untuk anda. Baiklah kita akan mengungkap kemunafikan apalagi yang dilakukan tokoh luar biasa ini (luar biasa keburukannya).&lt;br /&gt;Maka majulah Sisak, raja Mesir itu, menyerang Yerusalem. Ia merampas barang-barang perbendaharaan rumah TUHAN dan barang-barang perbendaharaan rumah raja; semuanya dirampasnya. Ia merampas juga perisai-perisai emas yang dibuat Salomo. Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja. Setiap kali raja masuk ke rumah TUHAN, bentara-bentara datang membawa masuk perisai-perisai itu, dan mereka pula yang mengembalikannya ke kamar jaga para bentara. ( 2 Taw 12:10-11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi saya mengajukan sebuah pertanyaan kepada anda. Adakah yang menarik dari pernyataan nats ini? Bagi saya ada! Yerusalem diserahkan oleh Tuhan Allah ke tangan raja Siasak dari Mesir. Bisa jadi hal ini dilakukan Allah untuk menghukum bangsa yang tegar tengkuk ini. Dalam penyerangan ke Yerusalem ini, raja Sisak merampas semua barang-baranng perbendaharaan rumah raja. Tidak puas sampai disitu, raja Sisak juga merampas perbendaharaan rumah Tuhan termasuk perisai emas yang dibuat Salomo sebagai lambang kekayaan dan keperkasaan ikut dirampasnya. Namun apa yang dilakukan oleh Rehabeam. Rehabeam mencoba menipu seluruh umat Israel dengan menggantikan perisai emas itu dengan perisai dari tembaga. Sebuah usaha yang dapat dikatakan sukses. Mengapa demikian? Sebab perisai tembaga itu akan mengkilap seperti emas apabila digosok. Oleh sebab itulah ia menyuruh para bentaranya untuk menjaga perisai-perisai imitasi itu. Sukses bukan? Namun Rehabeam lupa bahwa sekalipun ia mampu mengelabui seluruh umat Yehuda, namun ia tidak dapat mengelabui Allah dan juga ia tidak dapat mengubah nilai tembaga menjadi sama seperti nilai emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang apakah anda sudah mengerti dan mengenal siapa Rehabeam? Apakah anda masih bertanya mengapa tokoh yang menyebalkan ini tercatat dalam Alkitab yang suci ini? Apa untungnya saya membaca dan mengetahui cerita ini? Sebelum saya membantu anda menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, ijinkan saya bertanya sekali lagi kepada anda secara pribadi, apakah anda sama seperti Rehabeam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-4636253094792042033?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/4636253094792042033/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/meninggalkan-kemunafikan-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/4636253094792042033'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/4636253094792042033'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/meninggalkan-kemunafikan-iii.html' title='Meninggalkan kemunafikan III'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-8686141744640207756</id><published>2009-08-23T12:00:00.000+07:00</published><updated>2009-08-23T12:19:15.625+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>Meninggalkan Kemunafikan IV</title><content type='html'>Dari uraian mengenai Rehabeam diatas, kita memeplajari satu hal yang penting yaitu janganlah menjadi orang yang munafik. Yesus dengan tegas menegur murid-muridnya demikian “Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya.” (Mat. 6:5). Sesungguhnya apa yang salah dengan orang munafik? Dengan tegas saya mengatakan banyak salahnya. Perikop pembuka kita mengatakan bahwa tidak mungkin kita dapat mengabdi kepada dua tuan, sebab bila demikian maka besar kemungkinan kita akan mengkhianati salah satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pengkhianatan! Ya, pengkhianatan adalah salah satu ciri dari kemunafikan. Orang-orang yang munafik akan dekat dengan pengkhianatan. orang-orang munafik akan mengatakan bahwa ia mempercayai Yesus sepenuhnya sambil mencari jawaban atas pergumulannya kepada kepercayaan-kepercayaan yang menyesatkan. Dengan mudahnya seorang yang munafik akan meninggalkan tuannya hanya untuk kepuasan pribadinya. Hal inilah yang dilakukan oleh Rehabeam. Ia rela meninggalkan perjanjian Allah dengan leluhurnya hanya demi kenikmatan yang sesaat. Padahal ia tahu sejarah bagaimana Tuhan Allah Israel mengeluarkan mereka nenek moyangnya dari tanah perbudakan dengan disertai tanda-tanda mujizat itu. Tapi baginya perjanjian itu hanya sampah. Orang munafik akan dengan mudah mengubah sesuatu yang berharga menjadi tidak berharga dan sesuatu yag tidak berharga justru dianggapnya menjadi berharga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Selain pengkhianatan, ciri kemunafikan adalah sikap haus dengan pujian. Dalam Lukas 12:1 Yesus dengan keras memperingatkan murid-muridnya demikian: “Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi”. Yesus tidak menginginkan murid-muridnya menjadi munafik sama seperti orang-orang Farisi. Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat pada masa itu berdoa di lorong-lorong jalan agar semua penduduk melihat mereka sebagai orang yang rohani. Sikap ini sangat ditentang oelh Yesus. Orang-orang yang haus dengan pujian sering menipu dirinya sendiri. Sebagaimana yang dikatakan dalam Galatia 6:3, sebagai berikut: “Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.”&lt;br /&gt;  Oleh sebab itu jadilah orang-orang Kristen yang dewasa. Menjadi orang Kristen yang dewasa merupakan dambaan setiap orang dan merupakan suatu tingkatan yang harus diraih. Untuk mencapainya kadangkala diperlukan hati yang rela untuk berkorban dan juga harus mengedepankan kerendahan hati. Nilai hidup manusia dewasa ini sering diukur dengan banyaknya harta yang dimiliki matau dengan ketampanan, kecantikan dan kegagahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu sebagai orang Kristen jadlah orang-orang Kristen yang menunjukkan kedewasaan dalam keteladanan. Ciri-ciri orang Kristen yang dewasa antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Sikap Bersyukur&lt;br /&gt;  AKU TAK SELALU MENDAPATKAN APA YANG KUSUKAI, OLEH KARENA ITU AKU SELALU MENYUKAI APAPUN YANG AKU DAPATKAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kata-kata diatas merupakan wujud syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang&lt;br /&gt;  terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram&lt;br /&gt;  dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia. Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang kita miliki. Katakanlah anda telah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan tetap, dan pasangan yang terbaik. Tapi anda masih merasa kurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pikiran anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh&lt;br /&gt;  rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bila tak mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudah mendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki, kita tak pernah menjadi "KAYA" dalam arti yang sesungguhnya. Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang ''kaya''. Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi orang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari satu hal&lt;br /&gt;  bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini&lt;br /&gt;  dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan&lt;br /&gt;  nikmatnya hidup. Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan,&lt;br /&gt;  pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih&lt;br /&gt;  menyenangkan. Seorang pengarang pernah mengatakan, ''Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi.'' Ini perwujudan rasa syukur. Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan&lt;br /&gt;  membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita. Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri.&lt;br /&gt;  Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa. Pasien&lt;br /&gt;  pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu, Lulu". Seorang&lt;br /&gt;  pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lala." Si&lt;br /&gt;  pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat&lt;br /&gt;  penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak,"Lala, Lala". "Orang ini juga punya masalah dengan Lala ?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang akhirnya menikah dengan Lala". Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi. Seorang ibu yang sedang terapung&lt;br /&gt;  di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa&lt;br /&gt;  demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup ditanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya.Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga".&lt;br /&gt;  Bersyukurlah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bersyukurlah bahwa kamu belum siap memiliki segala sesuatu yang kamu inginkan. Seandainya sudah, apalagi yang harus diinginkan ? Bersyukurlah apabila kamu tidak tahu sesuatu. Karena itu memberimu kesempatan untuk belajar. Bersyukurlah untuk masa-masa sulit. Di masa itulah kamu tumbuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Bersyukurlah untuk keterbatasanmu. Karena itu memberimu kesempatan untuk&lt;br /&gt;  berkembang. Bersyukurlah untuk setiap tantangan baru. Karena itu akan membangun kekuatan dan karaktermu. Bersyukurlah untuk kesalahan yang kamu buat. Itu akan mengajarkan pelajaran yang berharga. Bersyukurlah bila kamu lelah dan letih. Karena itu kamu telah membuat suatu perbedaan. Mungkin mudah untuk kita bersyukur akan hal-hal yang baik. Hidupyang berkelimpahan datang pada mereka yang juga bersyukur akan masasurut. Rasa syukur dapat mengubah hal yang negatif menjadi positif. Temukan cara bersyukur akan masalah-masalahmu dan semua itu akan menjadi berkah bagimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  2. Taat kepada Firman Tuhan. Tuhan Yesus taat sampai akhir hidupnya kepada Bapa, oleh karena itu sepantasnyalah kita menjadikan-Nya teladan di dalam hidup kita. Kita harus taat kepada firman Tuhan, karena firman Tuhan adalah untuk kebaikan hidup kita. Jangan pernah ragu-ragu terhadap apa yang Tuhan perintahkan, karena apa yang ia firmankan pasti digenapi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Peka terhadap Kehandak Allah. Memiliki kepekaan terhadap kehenda Allah tidak terjadi dan datang begitu saja dalam diri kita, tetapi harus kita latih dengan bergaul karib dengan Allah melalui media doa. Hubungan kita dengan Allah menentukan kepekaan kita terhadap kehendak Allah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;4. Mengijinkan Roh Kudus. Roh Kudus adalah oknum yang diutus Allah menjadi teman “seperjuangan” dengan kiat dalam mengarungi masa hidup kita di bumi ini. Jadi ijinkan Roh kudus berkarya dalam hidup kita.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Memiliki Motivasi yang benar di hadapan Allah. Orang yang dewasa rohaninya tidak gampang kecewa dan sakit hati. Karena orang yang dewasa rohaninya memiliki motivasi yang benar di hadapan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Untuk itu para pembaca yang dikasihi oleh Tuhan Yesus Kristus. Kemunafikan hanya akan membawa kita kepada kehancuran. Kemunafikan hanya akan mendatangkan kekejian di hadapan Tuhan. Tanggalkan semua itu dan tinggalkan. Hiduplh dala kebenaran yang sejati dari firaman Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-8686141744640207756?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/8686141744640207756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/meninggalkan-kemunafikan-iv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8686141744640207756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8686141744640207756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/08/meninggalkan-kemunafikan-iv.html' title='Meninggalkan Kemunafikan IV'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-3825376007494731126</id><published>2009-07-28T19:46:00.000+07:00</published><updated>2009-07-29T10:56:25.069+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Humor'/><title type='text'>Humor Turis Indonesia ke Israel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/Sm_DMiDAE7I/AAAAAAAAAQo/17aAT1rRuDg/s1600-h/turis.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px; height: 358px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/Sm_DMiDAE7I/AAAAAAAAAQo/17aAT1rRuDg/s400/turis.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5363720301286790066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CYEBBY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pada suatu ketika ada seorang turis tapanuli asal Indonesia yang sedang &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;berlibur di Israel berkeliling disekitar danau Galilea. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketika dilihatnya ada penyewaan perahu, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;dia berniat untuk menawar perahu tersebut untuk keliling-keliling di danau Galilea &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;dan diberitahukan oleh pemilik perahu bahwa sewa perahu US$10/jam.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;"Mahal kali ?!!!!!! Di danau Toba, negara saya Indonesia , &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;sewa perahu nggak sampai&lt;br /&gt;separuhnya. Itu pun sudah puas naik perahu berkeliling! !"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik perahu menjawab, "Ini kan, di Israel, bukan di Indonesia . Perlu saya &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;beritahukan kepada anda, bahwa di danau inilah Tuhan Yesus berjalan di atas air....."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun mendengar jawaban pemilik perahu itu, turis Tapanuli tersebut&lt;br /&gt;tetap menyewa perahu tersebut, meskipun sambil merepet (ngedumel).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;"Oo, Oo, patut ma antong&lt;br /&gt;gabe mardalan pat Tuhan Yesus najolo ai sumaling do hape argani sewa&lt;br /&gt;ni solu di tao Galilea on!!!!!"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(Terjemahan: "Pantaslah Tuhan Yesus&lt;br /&gt;jadi berjalan di atas air pada waktu itu, soalnya mahal sekali sewa&lt;br /&gt;perahu di danau Galilea ini.")&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;(yang tersenyum, diberkati Tuhan Yesus)&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-3825376007494731126?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/3825376007494731126/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/turis-indonesia-ke-israel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/3825376007494731126'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/3825376007494731126'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/turis-indonesia-ke-israel.html' title='Humor Turis Indonesia ke Israel'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/Sm_DMiDAE7I/AAAAAAAAAQo/17aAT1rRuDg/s72-c/turis.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-4879557723426348199</id><published>2009-07-15T19:05:00.000+07:00</published><updated>2009-07-17T23:14:20.246+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>Kehidupan Kristen Yang Nyata I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/Sl3N7HNhMDI/AAAAAAAAAQI/k1nLYsui--Q/s1600-h/asdadad.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 120px; height: 118px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/Sl3N7HNhMDI/AAAAAAAAAQI/k1nLYsui--Q/s320/asdadad.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5358665547072483378" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nats : Efesus 2:1-10 (2-3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian merupakan kondisi realita yang begitu mengerikan di tengah dunia karena kematian bukan berarti berhenti berproses melainkan merupakan proses menuju penghancuran. Proses kematian berjalan terus menuju destruksi melalui proses pembusukan, pengrusakan dan penghancuran sehingga ketika mati kita berada di bawah kuasa kematian yang mencengkeram dan menggeragoti tubuh kita. Kuasa kematian ini tidak memberikan pilihan kepada manusia. Dalam Ef 2:2, Paulus mengatakan, "Kamu hidup di dalamnya, …" Jadi disini mati bukan berhentinya suatu proses, melainkan kita tunduk di dalam kuasa kematian. Masalahnya, apa itu kematian? Ada yang berpikir bahwa kematian hanya satu putaran kematian. Tidak heran, akhirnya manusia kembali mengadopsi pikiran dari abad keenam yang mengajarkan bahwa kehidupan ini terus berputar. Sekarang hidup kemudian mati setelah itu hidup kembali lalu mati lagi demikian seterusnya. Ini yang disebut reinkarnasi. Mereka hanya berharap suatu hari kelak mereka akan keluar dari lingkaran ini. Tapi pandangan ini tidak mempunyai jawaban yang terlalu jelas berkenaan dengan when, where, dan why? Karena di dalam prinsip etika dari pandangan ini tidak memungkinkan penyelesaian seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini Alkitab memiliki jawaban yang lebih tepat dan ini bukan didasarkan pada spekulasi pikiran manusia yang sudah jatuh dalam dosa untuk mengerti realita betapapun hebatnya pikiran manusia yang berdosa tidak mungkin mengerti apa yang namanya disebut "ought to (seharusnya seperti apa)." Pada waktu kita mengambil kesimpulan maka kesimpulan tersebut hanya berhenti di tengah realita dunia berdosa. Jika manusia tidak kembali kepada wahyu Tuhan maka tidak ada jalan keluar baginya, semua usaha manusia hanyalah spekulasi pikiran manusia yang sudah berdosa. Itu sebabnya, ketika Alkitab membukakan hal ini barulah manusia tahu keadaan yang sesungguhnya ‘seharusnya bagaimana.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus mengatakan, "Kamu dahulu sudah mati….," ini keadaan yang sangat mengerikan. Di dalam Ef 2:2-3 Paulus membuka satu realita lalu dia mensharingkan pengalaman pribadinya kemudian barulah dia menyimpulkan. Disini ada dua hal yang kita bisa pelajari pertama, manusia hidup dibawah dosa dan tidak bisa keluar dari dosa (ay 2). Kata yang dipakai dibagian Ef 2:2, ‘mengikuti jalan dunia’ seperti orang masuk di sebuah jalan yang tidak bisa lari kemana-mana dimana hal yang ingin digambarkan sesuatu yang aktif tapi pasif. Aktif tetapi tidak bisa tidak dia harus berada disitu, karena jalurnya hanya satu. Inilah yang dimaksud dengan "Kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka." Orang durhaka disini lebih tepat diterjemahkan "Orang yang tidak percaya atau tidak mempunyai iman." Disini kelihatannya aktif, hidup dan bebas tetapi jalannya tidak bisa lari dari jalan yang menuju pada kematian. Makin manusia berusaha dan aktif makin dia terjerumus masuk dan hancur, inilah keadaan dunia kita. Kelihatannya memberi kebebasan itu justru kebebasan yang mencengkeram dan mematikan. Berbeda dengan Tuhan, di dalam memberikan pemberitaan dengan kalimat yang keras tetapi sesudah itu memerdekakan sedangkan setan bekerja dengan cara terbalik, depannya berisi rayuan tapi setelah masuk kita tidak bisa keluar (Yoh 8). Sayangnya banyak manusia yang lebih suka mendengar kata-kata yang manis dan indah tetapi berakhir dengan tangisan. Paulus mengatakan, "Kamu hidup di dalamnya." Kamu hidup di dalam jalur kematian. Maksudnya kamu tidak bisa keluar dari sana karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa. Jika kita mengerti realita ini kita tahu apa yang dikerjakan oleh orang-orang berdosa di tengah dunia ini dan apa yang terjadi di dalam diri mereka. Mereka membutuhkan Injil dan harus mendengar berita pengampunan karena itulah cara satu-satunya yang bisa mengeluarkan mereka. Dosa bukan masalah hukum, tapi dosa adalah masalah hidup di dalam kuasa kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, orang berdosa tidak kembali kepada Firman ini menunjukkan dia masih berada di bawah kuasa dosa. Dia tidak keluar dari natur dosanya yang sedang mencengkeram dan mematikan dia. Itu sebabnya pada saat orang mau bertobat maka kunci pertama yang harus diselesaikan adalah dia sadar dia orang berdosa. Kita sendiri perlu keluar dari jerat itu, bukan caranya kita untuk bermain-main dengan kuasa dosa. Jika kita mengatakan bahwa kita adalah orang Kristen tetapi kita masih berada di dalam cengkeraman dosa, kita harus mengevaluasi diri betulkah kita sudah benar-benar berada di dalam Kristus? Atau kita hanya menjadi orang Kristen yang kelihatannya Kristen tetapi sesungguhnya kita belum bertobat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Paulus membuka konsep ini secara begitu jelas kepada jemaat Efesus kemudian pada ay 3, dia membuka sharing pribadi dengan mengatakan, "Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup di dalam hawa nafsu daging dan menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat." Paulus ketika mengatakan ini bukan berarti dia orang yang rusak secara moral. Tidak! Paulus sebelumnya adalah orang yang kelihatannya sangat rohani. Dia seorang yang begitu brilyan dan menjadi seorang teolog yang berada di bawah bimbingan seorang guru besar Gamaliel. Sejak muda Paulus telah menduduki posisi yang penting yaitu menjadi orang Farisi yang dianggap menjadi golongan elite di tengah-tengah orang Israel. Di samping itu dia sangat memperjuangkan Taurat. Namun di ayat 3 ini Paulus mengatakan, "Kami sama seperti mereka yang lain (Ef 2:3)." Ketika manusia berada di bawah kuasa kematian dia bisa merasa diri begitu baik, berjasa, saleh, dan mempunyai pengaruh yang besar kepada masyarakat. Dia mungkin bangga hidup di dalam dunia. Tapi justru pada saat itu dia keluar dari jalur yang sejati, keluar dari essensi kehidupan yang sejati. Apa yang mereka lakukan sebenarnya mereka lakukan untuk mentaati penguasa kerajaan angkasa yang sedang menguasai mereka melalui hawa nafsu, keinginan daging dan pikirannya yang jahat. Biarlah ini juga menjadikan kita waspada karena mata kita hanya mampu melihat fenomena luar tanpa mengerti isi hati yang di dalam. Sebagai orang percaya yang dibutuhkan adalah seberapa jauh kita mentaati Tuhan atau kita mentaati penguasa kerajaan angkasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu prinsip yang harus kita ingat yaitu hidup dosa tidak selalu berpenampilan dosa. Ingat setan pun bisa berjubah malaekat. Bahkan yang lebih parah kita berdosa tapi kita tidak sadar kita sedang berdosa. Inilah yang dialami oleh Paulus. Ketika Paulus membunuh orang-orang percaya dia pikir dia sedang melakukan tindakan yang benar. Paulus pikir dia sedang bekerja giat untuk Tuhannya. Namun ketika Paulus bertobat dan kembali kepada Firman Kebenaran, dia mengatakan aku adalah orang yang berdosa. Seseorang yang sadar dia orang berdosa sadar dia perlu pertobatan, inilah yang memungkinkan dia bisa diperbaharui. Paulus mengalami ini maka dia men-sharingkan pertobatannya. Suatu kesaksian yang menceritakan bagaimana dia dulu hidup dibawah kuasa dosa dan mati dibawah kuasa dosa. Dan bagaimana Kristus menyelamatkan dia keluar dari lumpur dosa. Inilah kesaksian sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus menceritakan betapa fatalnya dosa. Di dalam ayat 3 mengatakan, "Sebenarnya dahulu kami semua juga terhitung di antara mereka, ketika kami hidup …. Pada dasarnya kami adalah orang–orang yang harus dimurkai sama seperti mereka yang lain." Konsep ini penting sekali, karena khotbah berkenaan dengan Allah yang murka sangat langka dikhotbahkan. Tetapi khotbah mengenai kasih Allah begitu banyak sekali. Alkitab justru membukakan banyak Firman berkenaan dengan keadilan dan murka Allah. Misalnya Roma 1:18, "Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, …," kalimat ini seharusnya menjadikan kita gentar. Kalimat ini juga menjadi pemicu daripada pekerjaan Roh Kudus boleh bekerja di dalam hati kita. Mengapa? Karena tidak ada pekerjaan Roh Kudus menyadarkan kita kalau Firman yang sejati tidak diberitakan. Hal ini merupakan satu pekerjaan ganda yang dikerjakan bersama-sama oleh Roh yang sama. Pertobatan yang sejati baru sungguh-sungguh terjadi jika Roh Kudus bekerja melalui Firman dan Roh Kudus yang sama akan bekerja dengan iman di dalam diri seseorang. Dan ketika ini diberitakan maka salah satu hal yang paling penting adalah Roh Kudus hadir dengan "Menginsyafkan manusia akan dosa, kebenaran, dan penghakiman (Yoh 16:8). Jika Roh Kudus ada di dalam diri kita maka ketiga hal ini harus ada di dalam hidup kita. Jika seseorang menjadi orang Kristen di dalam hatinya tidak gemetar akan penghakiman Allah. Ini merupakan satu tanda tanya besar. Ini tidak berarti, sesudah seseorang bertobat berarti ia tidak bisa jatuh ke dalam dosa. Tidak!!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-4879557723426348199?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/4879557723426348199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/kehidupan-kristen-yang-nyata.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/4879557723426348199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/4879557723426348199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/kehidupan-kristen-yang-nyata.html' title='Kehidupan Kristen Yang Nyata I'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/Sl3N7HNhMDI/AAAAAAAAAQI/k1nLYsui--Q/s72-c/asdadad.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-7798680600839613909</id><published>2009-07-15T19:04:00.003+07:00</published><updated>2009-07-17T23:21:03.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>Kehidupan Kristen Yang Nyata II</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link style="font-family: arial;" rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CYEBBY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CYEBBY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Manusia masih belum sempurna. Di dalam perjalanan hidup kita masih bisa jatuh dalam dosa. Namun ini langsung membuat kita gentar ketika kita berhadapan dengan kebenaran Allah. Ini menjadi reaksi dari semua tokoh-tokoh di Alkitab. Abraham, Yesaya, Paulus dan Petrus gemetar (trembling) berhadapan dengan kesucian Allah. Sikap ini juga seharusnya muncul dalam diri orang-orang yang bertobat sejati. Ini merupakan gambaran kesucian Allah yang hadir ditengah-tengah kebobrokan dan kebejatan manusia. Ini juga yang menjadikan Paulus sadar berapa besar anugerah yang dia terima. Tuhan tidak bisa dipermainkan. Semua manusia akan berhadapan dengan pengadilan Allah. Allah adalah kasih. Benar. Tapi Allah juga adil. Itu berarti kasih Allah tidak boleh dipisahkan dari keadilan Allah. Kedua hal ini harus diharmoniskan. Kasih harus adil. Adil harus dengan kasih. Ada murka tapi juga ada pengampunan. Baru kita bsia mengerti bagaimana menjalankan kehidupan semacam ini secara tepat. Orang Kristen seharusnya tahu siapa kita sebelumnya dan bagaimana kita yang seharusnya. Lalu bagaimana kita memproses yang dahulu menuju yang seharusnya. Inilah iman yang sejati. Hari ini biarlah kita semua tahu siapa diri kita. Kita tahu bagaimana kita hidup. Dan berkata seperti Paulus berkata, "Kami dahulu sebenarnya juga semua termasuk seperti mereka. Orang-orang yang hidup di bawah hawa nafsu daging, menuruti kehendak daging dan pikiran kami yang jahat. Pada dasarnya kami adalah orang-orang yang patut dimurkai sama seperti mereka yang lain (Ef 2:3)." Tetapi karena anugerah Kristus sekarang boleh keluar dan berada di dalam anugerah, hidup di bawah kebenaran Tuhan dan diproses di dalam kebenaran. Biarlah ini menjadi sharing kehidupan kita yang boleh membangkitkan banyak orang lain melihat kebenaran Kristus sehingga kita dipakai oleh Tuhan untuk menjadi saluran berita Injil kepada orang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita melihatn dan membaca pemaparan Paulus yang begitu luar biasa mengenai kondisi manusia, dimana manusia telah jatuh dalam dosa dan manusia telah kehilangan kemuliaan Allah, namun Allah dengan kasih-Nya memberikan anugerah keselamatan kepada manusia, maka sebagai manusia apa yang harus dilakukan secara nyata dalam kehidupan keKristenan yang baru?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;1. Hidup oleh Iman&lt;br /&gt;Sekarang kita akan belajar dari seorang nabi yang luar biasa dalam Perjanjian Lama. Mungkin namanya tidak setenar nabi-nabi lain, namun apa yang disampaikankannya sungguh-sungguh luar biasa. Nabi yang saya maksud adalah Habakuk. Dalam Habakuk 2:4, dikatakan: "Orang yang benar akan hidup oleh karena percayanya." Inilah prinsip utama kehidupan yang dimunculkan dalam Perjanjian Lama. Prinsip inilah yang kemudian juga digunakan oleh Paulus: "Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani. Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: ‘Orang benar akan hidup oleh iman" (Rm 1:17). "Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: ‘Orang yang benar akan hidup oleh iman" (Gal 3:11). Ini menjadi titik tolak keluarnya Habakuk dari kesulitannya. Kalimat ini indah dimana Tuhan tidak mengatakan: "Orang itu akan hidup oleh percayanya." Tetapi Tuhan berkata "Orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya." Ini berarti di dalamnya ada persoalan yang harus dibuka lagi. Mengapa? Karena Tuhan tahu bahwa Habakuk bukan tidak mempunyai kepercayaan. Setiap orang tidak mungkin tidak mempunyai kepercayaan. Yang menjadi persoalan adalah kepercayaan macam apa yang kita punyai. Setiap kita harus mempunyai dasar kepercayaan. Tetapi, kepercayaan itu belum tentu kepercayaan orang benar. Jadi ada dua masalah: orang benar dan iman yang dipegang oleh orang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;1) Apakah orang hidup harus membangun basis iman? Rene Descartes mengatakan bahwa kita harus maju dan untuk maju kita harus meragukan segala sesuatu. Hanya dengan meragukan kita dapat belajar. Kalau kita sudah memastikan maka kita tidak dapat belajar. Hal ini memang benar, tetapi kalau segala sesuatu kita ragukan, maka itu sudah menjadi skeptik dan hal ini tidak pernah dipikirkan olehnya. Sekarang, jika semua sudah diragukan, maka bolehkah diri sendiri juga turut diragukan? Oleh karena itu Rene Descartes berkata bahwa karena kita meragukan, maka itu membuktikan bahwa kita tidak perlu diragukan. Kalau saya dapat meragukan, maka saya pasti ada, karena kalau saya tidak ada maka bagaimana saya dapat meragukan. Pertanyaannya sekarang adalah "Mengapa diri saya tidak dapat diragukan?" Ia tidak dapat menjawab pertanyaan ini karena ia sudah memutlakkan konsep bahwa yang meragukan pasti ada. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mau lebih jauh membicarakan rasionalisme, tetapi saya ingin menyatakan satu hal, yaitu bahkan Rene Descartes dan filsuf-filsuf atesis pun sadar bahwa untuk membangun suatu keputusan, harus ada dasar yang tidak dapat diganggu-gugat. Dasar ini tidak pernah dibuktikan tetapi langsung dianggap mutlak ada. Hanya saja karena kita tidak mau menggunakan istilah iman, maka kita menggunakan istilah yang setara dengan iman: paradigma (hipotesis), presuposisi (pra-asumsi) yang merupakan istilah lain daripada iman. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kita melihat bahwa hidup kita sebenarnya berdasarkan iman. Namun, iman seperti ini bukanlah iman Kristen. Masalahnya: "Apakah kepercayaan yang kita pegang itu benar atau salah?" Sehingga kalau saudara mempercayai sesuatu maka kepercayaan saudara adalah kepercayaan yang masih mengandung tanda tanya, betulkah yang saudara percaya itu adalah kebenaran sejati. Oleh sebab itu Alkitab berkata "Kembali kepada kebenaran, firman itulah kebenaran." Hidupku adalah hidup oleh iman karena hidupku adalah saya kembali kepada Injil yang di dalamnya kebenaran Allah. Inilah prinsip Roma 1:16,17.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab itu Tuhan mengajar Habakuk bahwa orang benar hidup oleh iman. Orang benar harus kembali kepada Benar supaya ia dapat benar. Saya harus memakai istilah ini karena bahasa Indonesia tidak mempunyai suka kata untuk menyebutkannya. Disini saya menggunakan tiga kata ‘benar’, namun di dalamnya saya menggunakan dua kata ‘benar’ yang berbeda. Bahasa Yunani mengenal aletheia (Truth) dan dikaeiosune (Rightheousness). Righteousness berarti kebenaran yang harus dibuktikan dan diproses berdasarkan keadilan, sedangkan Truth berarti kebenaran hakiki karena berasal dari dirinya kebenaran yang bersifat mewahyukan kebenaran. Ketika kita berkata bahwa firman adalah kebenaran, maka kebenaran itu adalah kebenaran hakiki (Truth). Namun jika dikatakan "Orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya", maka yang dimaksudkan adalah righteousness, kebenaran yang harus diproses. Maka, ketika kita berkata "Saya orang benar" maka itu berarti saya righteous people, orang benar yang masih harus diuji kebenarannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style=""&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Jadi, Apakah semua iman itu sama? Alkitab berkata tidak! Jika demikian, apakah yang dimaksudkan dengan iman yang sejati itu? Iman sejati adalah kembalinya iman kepada aletheia. Sebelum melangkah ke ayat 4, maka di ayat 3 Tuhan membuka bagaimana kita harus kembali dan percaya kepada firman, karena firman tidak pernah menipu. Inilah bedanya nubuat firman dengan ramalan orang-orang Kristen yang sok tahu. Saya heran sekali melihat begitu banyak orang yang sudah ditipu oleh berbagai macam nubuat, lalu nubuat itu tidak terjadi, tetapi orang yang menubuatkan masih dipercaya. Betapa bodohnya orang-orang semacam ini! Ramalan yang tidak terjadi itu membuktikan bahwa itu pasti dari setan. Kalau nubuat itu sungguh-sungguh dari firman, maka nubuat itu tidak mungkin batal dan tidak mungkin gagal, harus terjadi dan tidak mungkin salah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Saya selalu mengajar agar kita jangan selalu bersandar kepada manusia. Saya menuntut setiap kita belajar firman. Tidak ada seorang pun berhak menjadi patokan kebenaran, tidak ada seorangpun yang lepas dari kesalahan. Setiap kita mempunyai cacat dan mungkin salah. Satu-satunya yang tidak mungkin salah adalah "Truth". Semua righteous bisa salah, karena righteous masih harus dibuktikan dan masih harus berjalan di dalam proses. Maka Alkitab berkata bahwa iman harus kembali kepada Aletheia. Iman sejati adalah iman dari kebenaran dan harus kembali kepada kebenaran. Mari kita melihat 1 Tim 1:12-13 "Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku – aku yang tadinya seorang penghujat, seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan, yaitu di luar iman." Ini kalimat yang penting sekali! Apakah sebelum Paulus menjadi orang percaya, ia tidak mempunyai iman? Punya! Paulus adalah orang yang disunat pada hari kedelapan, dari bangsa Israel, suku Benyamin, orang Ibrani asli, orang Farisi, dan seorang penganiaya jemaat. (Flp 3:5-6). Tetapi Paulus melihat bahwa iman yang sejati adalah iman yang kembali kepada kebenaran. Tidak kembali pada kebenaran berarti tidak mengenal iman yang sejati dan berarti berada di luarnya iman. Banyak orang yang gagal untuk mengerti karena mereka mencoba untuk menyamakan yang tidak sama. Saya beberapa kali berbicara dengan orang yang berkata bahwa semua agama sama karena sama-sama mengajarkan kebaikan. Semua agama memang mau mencoba untuk mengajarkan kebaikan tetapi iman itu sendiri tidak sama. Janganlah kita menyamakan apa yang tidak sama. Orang yang benar kembali pada iman dan percaya yang sejati.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: arial;" href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-7798680600839613909?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/7798680600839613909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/kehidupan-kristen-yang-nyata-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/7798680600839613909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/7798680600839613909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/kehidupan-kristen-yang-nyata-ii.html' title='Kehidupan Kristen Yang Nyata II'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-6235533146181701675</id><published>2009-07-15T19:03:00.000+07:00</published><updated>2009-07-17T23:15:57.434+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>Kehidupan Kristen Yang Nyata III</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CYEBBY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2) Masalah yang kedua adalah masalah kebenaran orang benar itu sendiri. Apakah Habakuk percaya kepada Allah? Ya! Tetapi mengapa hidupnya masih begitu penuh kebingungan? Karena orang benar ini belum hidup berdasarkan percayanya yang sejati, tetapi masih berdasarkan egoisnya sendiri. Ia beriman pada imannya sendiri dan yang ia percayai adalah dirinya sendiri. Pada hari ini banyak orang Kristen yang mungkin berformat sama seperti Habakuk, yaitu lebih percaya pada diri sendiri daripada percaya pada Kristus. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam gerakan dunia kita, banyak orang Kristen yang gagal untuk mengenal iman secara tepat dan Habakuk tidak terkecuali. Habakuk tidak dapat rela kalau Tuhan membangkitkan orang Kasdim untuk menghantam orang Israel. Saat itu ia ragu dan bertanya "Bukankah Engkau, ya Tuhan, dari dahulu Allahku, Yang Mahakudus? Tidak akan mati kami." Sekarang giliran Tuhan bertanya, "Kalau engkau percaya kepada-Ku, mengapa engkau bertanya seperti itu dan bukankah seharusnya engkau taat mutlak kepadaKu?" Pergumulan Habakuk mengalami krisis karena terjadi pertentangan antara egoisme pribadi, keinginan manusia duniawi, dengan istilah beriman kepada Tuhan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Berapa banyak orang Kristen yang hari ini hidupnya seperti ini? Percaya Tuhan? Percaya! Apakah di dalam bisnis juga percaya kepada Tuhan? Ia akan mulai ragu-ragu. Beriman hanya dianggap sebagai suatu slogan. Banyak orang Kristen yang mau percaya Tuhan sejauh Tuhan menolong. Kalau Tuhan menguntungkan saya, saya mau. Kalau Tuhan merugikan saya, saya tidak mau percaya. Saya bertanya-tanya, kalau Tuhan mengatur apa yang buruk bagi saya, bisakah kita menerimanya? Apakah artinya saya percaya kepada Tuhan? Apa artinya saya menggarap pekerjaan Tuhan? Apa artinya saya orang benar yang hidup oleh percaya saya bukan hidup berdasarkan percaya saya? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Di dalam pergumulan saya memilih di antara dua hal, ada pertanyaan yang saya ajukan pada diri saya sendiri. Mana yang lebih menguntungkan bagi kerajaan Tuhan? Nama Tuhan yang dipermuliakan atau keuntungan pribadi saya lebih besar? Ini pertanyaan yang harus kita pergumulkan. Sampai disini Habakuk sadar apa artinya hidup oleh iman. Dia akhirnya sanggup berkata: "Sekalipun pohon ara tidak berbunga, pohon anggur tidak berbuah,…namun aku akan bersorak-sorak di dalam Tuhan, beria-ria di dalam Allah yang menyelamatkan aku." (Hab 3:17-18). Ini merupakan konklusi surat Habakuk. Hidup oleh iman! Bukan teori oleh iman, namun merupakan satu kehidupan yang termanifestasi di dalam kenyataan. Banyak pergumulan yang tidak dapat kita selesaikan, karena sebenarnya kita tidak hidup berdasarkan iman. Kita penuh dengan pertanyaan, kekecewaan, kemarahan, karena Tuhan tidak bertindak seperti yang kita mau. Akibatnya kita tidak dapat hidup tenang lagi. Hidup oleh iman bukan ditafsirkan secara pasif. Bukan berarti kita tidak perlu berusaha apa-apa, tunggu Tuhan menyuruh apa. Itu berarti kita hidup seperti mekanik, yang baru jalan setelah Tuhan menekan tombol-tombol tertentu. Tuhan mengajar kita untuk berinisiatif, berjalan, tetapi berada di bawah kedaulatan dan pimpinan Tuhan. Itulah berarti hidup dan bukan mati. Kita hidup dan menjadi orang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Hidup Berpaut pada Allah&lt;br /&gt;Sejak Perjanjian Lama, Tuhan menempatkan umat Tuhan diantara bangsa-bangsa lain yang lebih kuat. Tatkala mereka hidup tidak benar dihadapan Tuhan, maka Tuhan memakai bangsa-bangsa lain yang memang mau menyerang mereka untuk menghajar dan memperingatkan mereka dan hal seperti ini terjadi terus-menerus di dalam PL. Sedang di dalam PB, Alkitab mengatakan, orang-orang yang percaya kepada Tuhan akan menderita aniaya karena Tuhan tidak pernah menjanjikan, jika kita percaya kepada Tuhan maka kita akan mendapat hidup yang lancar dan enak. Masalahnya, seberapa jauh kita sudah menderita bagi Tuhan. Pada waktu kita mau hidup benar dan menjalankan perintah-perintahNya, itu adalah suatu hal yang tidak mudah bahkan mungkin kita akan menderita. Tuhan pernah berkata kepada murid-muridNya, "Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala.." Tetapi di lain sisi, Tuhan menjanjikan kekuatan dan kemenangan dan mengingatkan kita agar tidak takut kepada orang yang bisa membunuh tubuh tapi tidak dapat membinasakan jiwa, Namun kita harus takut kepada Tuhan yg bisa membunuh tubuh dan jiwa kita. Di dalam PB, rasul Petrus dan Yohanes pernah dilarang untuk menyampaikan firman Tuhan, tetapi mereka berkata, "Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia:" dan hal itu mereka buktikan bukan dengan terpaksa. Sehingga saat kita melihat dalam Kisah Para Rasul 5, bagian terakhir setelah dipukul dan dianiaya, mereka keluar dengan sukacita karena mereka dianggap layak menderita bagi Kristus. &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan apapun yang terjadi itu adalah anugerah Allah yang membuat kita lebih kuat untuk dipakai melayani Tuhan. Paulus dalam Fil 3:10 mengatakan, "Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitanNya dan persekutuan dalam penderitaanNya, dimana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematiannya." Di dalam bagian lain Paulus mengatakan, "Aku menggenapi apa yang kurang pada penderitaan tubuh Kristus." Kita masing-masing diberi anugerah untuk mengambil bagian ini. Itu sebabnya di dalam keadaan bagaimanapun kita harus memilih lebih takut kepada Allah daripada kepada manusia. Ini prinsip! Jika kita tidak mempunyai sikap yang takut kepada Allah, kita tidak akan memberitakan Injil apalagi ditengah ancaman dan larangan. Kita harus lebih takut kepada Tuhan daripada kepada manusia. Setelah bangsa Israel diingatkan akan pimpinan Tuhan, mereka diingatkan akan sejarah hidup mereka dimana seharusnya mereka lebih takut akan Tuhan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Takut akan Tuhan dalam bahasa aslinya mengandung beberapa arti. Salah satunya adalah takut secara emosi, juga bukan takut kepada Allah sebagai antisipasi intelektual karena khawatir tapi belum terjadi. Namun takut yang dimaksud oleh Yosua dalam kitab Ulangan ini bukan takut yang demikian dan jika kita melihat dari konteksnya, saya lebih suka mengartikan ‘hormat’ dan ‘bangga.’ Jadi pengertian takut disini lebih mengarah bangga, hormat, kagum dan terpesona kepada Allah. Pertama, jika kita mempunyai sikap hormat, maka pasti memiliki sikap yang lain ketika menjalankan apapun di dalam hidup. Kita tahu dia hadir menyaksikan hidup kita dan kita harus bertanggungjawab dihadapan Dia. Jika saudara hormat kepada seseorang maka ketika dia datang kita mempunyai sikap yang berbeda. Itu sebabnya jika kita sungguh hormat akan Allah di dalam hidup kita maka hidup kita akan berbeda di dalam ibadah dan di dalam pelayanan kita akan sungguh-sungguh mempersiapkan diri. &lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-6235533146181701675?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/6235533146181701675/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/kehidupan-kristen-yang-nyata-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/6235533146181701675'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/6235533146181701675'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/kehidupan-kristen-yang-nyata-iii.html' title='Kehidupan Kristen Yang Nyata III'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-5964275999099743555</id><published>2009-07-15T19:02:00.000+07:00</published><updated>2009-07-17T23:16:21.458+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>Kehidupan Kristen Yang Nyata IV</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CYEBBY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kedua, adalah bangga. Jika di dalam hati kita memiliki perasaan bangga pada Tuhan. Kita tentu senang menceritakan kepada orang lain. Di dalam pelayanan, kita akan melayani dengan sukacita dan dengan bangga. Ada seorang hamba Tuhan menceritakan pengalamannya, "Pada suatu kali dalam perjalanan dia bertemu satu orang yang ingin meresmikan satu perusahaan yang entah sudah keberapa belas di Amerika, dengan bangga dia menceritakan apa yang sedang dikerjakannya dan juga perusahaan tempat dia bekerja. Kemudian orang tersebut bertanya kepada hamba Tuhan ini, "Apa pekerjaan anda?" Ketika ditanya demikian hamba Tuhan ini tidak malu bahkan kemudian mengatakan dengan bangganya bahwa dia bekerja di perusahaan yang paling besar di dunia. Dan memiliki masa depan yang paling cemerlang dan memiliki produk yang paling penting. Kemudian hamba Tuhan tersebut berkata, "Dan perlu kamu ketahui yang menjadi boss saya adalah yang menciptakan saudara dan menentukan mati hidup saudara." Hamba Tuhan tersebut tahu jelas kepada siapa dia bekerja, kepada siapa dia sedang melayani dunia ini. Dunia ini adalah dunia BapaKu untuk menjalankan misi Allah. Kita orang Kristen harus tahu bahwa kita adalah sentral dari sejarah, sejarah keselamatan Allah. Dunia ini berada di bawah providensia Allah. Meskipun kelihatannya iblis menang, banyak orang kristen menderita bahkan mati martir, realitanya tidak demikian. Iblislah yang kalah karena semuanya terjadi untuk menggenapi rencana Allah. Ketika umat Tuhan dibunuh, Allah tidak kalah tetapi kita sedang menggenapi rencana Allah. Penderitaan, kematian berada di dalam tangan Allah, biarlah kita boleh menerimanya di dalam anugerah Dia (Flp 1:29). Saudara, kita harus sadar bahwa kita sedang mengerjakan produk yang penting yaitu produk-produk yang bernilai kekal. Penginjilan pribadi penting untuk menghasilkan produk-produk yang bernilai kekal yaitu orang-orang yang akan diselamatkan. Orang yang bekerja di perusahaan tahu bahwa yang paling penting adalah sumber daya manusianya dan jika tidak ada manusianya maka tidak ada yang dapat dikerjakan. Keyakinan ini membuat kita bangga dan melayani Tuhan dengan sukacita.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Jika di dalam hidup kita ada sikap hormat dan bangga kepada Tuhan, maka kalimat Yosua selanjutnya merupakan konsekuensi logisnya. Yosua mengatakan, "Beribadahlah kepada Dia dengan tulus ikhlas dan setia." Kata beribadah disini dalam terjemahan bahasa Inggris dihubungkan dengan layanilah Dia dengan tulus ikhlas dan setia. Beribadah bukan hanya dalam kebaktian melainkan dengan seluruh kehidupan kita. Waktu kita bekerja ingat bukan hanya sekedar bekerja melainkan sedang melayani Tuhan di dalam pekerjaan tersebut. Seluruh hidup kita adalah sikap sedang melayani Tuhan dan sedang beribadah kepada Tuhan. Di dalam buku Shorter Catechism dikatakan bahwa tujuan utama hidup manusia adalah untuk memuliakan Allah dan menyenangkan Dia selama-lamanya. Jadi apapun yang kita kerjakan dan lakukan, yang penting fokusnya untuk apa? Untuk diri ataukah untuk Allah? Sebaliknya jika kita melakukan aktivitas-aktivitas rohani di da-lam gereja tetapi fokusnya bukan untuk Tuhan, berarti kita tidak sedang beribadah kepada Tuhan. Yang penting disini adalah fokusnya untuk memuliakan Tuhan dan menyenangkan Tuhan. Kita juga dipanggil untuk melayani dia dengan tulus ikhlas dan setia. Setia dalam pengertian sampai akhir hidup kita. Wahyu 2:10 mengatakan, "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan." Yosua setia, dia terus memilih menyembah Allah sampai akhir hidupnya sehingga dia disebut abdi Allah. Yosua adalah hamba Tuhan yang sejati dan hamba Tuhan yang sejati, Tuhan akan pelihara sampai akhir hidupnya. Kita masih bisa jatuh dalam dosa tapi Tuhan menyediakan jalan kemenangan. Ada pengampunan terus menerus tatkala kita mengaku dosa kita dan setia sampai mati. Alkitab menekankan kita setia, berani bayar harga dan bukan setia pada satu organisasi atau lembaga namun setia disini dihubungkan dengan kebenaran. Setia pada kebenaran dan Tuhan terus yang akan menyeleksi kita sehingga hal ini dapat menjadikan kerinduan kita untuk terus menjadi saksi Tuhan. Disini Tuhan ingatkan melalui Yosua, takut akan Dia dalam pengertian hormat dan bangga. Jika ini ada maka kita memiliki kerinduan untuk melayani dia dan memberitakan Injilnya. Itu adalah sukacita bukan paksaan dan merupakan satu kegembiraan jika kita sudah mengalami manisnya hidup bersama dengan Tuhan maka kita akan membagikannya kepada yang lain. &lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Kita juga dipanggil untuk menjauhkan ilah lain. Menjauhkan ilah lain dalam konteks ini adalah ilah orang Sumerian demikian juga dengan Abraham dipanggil oleh Allah keluar dari tanah Ur untuk meninggalkan ilah tersebut juga orang Mesir untuk tidak menyembah anak lembu emas yang mereka buat. Demikian juga dengan kita dipanggil untuk menjauhkan berhala-berhala modern dari hidup kita. Mungkin saat ini hobi kita lebih penting dari Tuhan, mungkin seks, obat bius, materi, dsb. menjadi berhala di dalam hidup kita tetapi kita harus meninggalkan itu semua. kita harus belajar mengandalkan Tuhan dan menjadikan dia yang terutama di dalam hidup kita. Yosua meminta kita untuk memilih, memilih kepada siapa kita beribadah pada hari ini. Memilih adalah satu hal yang penting dalam hidup kita. Kita tidak mungkin memilih Tuhan tanpa anugerah Tuhan tapi setelah kita diselamatkan kita menginginkan hidup yang bagaimana? Disini kita harus memilih, karena kelak kita harus bertanggung jawab dihadapan Tuhan. Yosua mengajarkan, "Pilihlah kepada siapa kamu akan beribadah!" Yosua dan keluarganya memilih beribadah kepada Tuhan dan ini kemudian diikuti oleh seluruh bangsa Israel khusunya pemimpinnya saat itu. Francis Schaeffer, tentang Yosua mengatakan ada satu kata yang aneh disini. Kata ini dalam bahasa Yunani bisa diterjemahkan dalam tiga bentuk. Di dalam bahasa Ibrani kadang-kadang tenses-nya tidak begitu jelas, bisa lampau, bisa sekarang dan bisa yang akan datang. Kalimat dalam Yosua disini memang dalam konteks akan datang tapi bisa dilihat juga latar belakangnya dalam berbagai peristiwa. Yosua selalu memilih hidup bagi Tuhan, percaya kepada Tuhan dan beribadah kepadaNya. Melayani Tuhan dan takut akan Tuhan itu pilihan dia terus-menerus. Bagaimana dengan hidup kita? Lebih takut akan Allah atau lebih takut kepada manusia? Siapa yang saudara mau sembah dan layani? Kita tidak bisa mendua hati! Kita harus memilih! Yosua mengatakan, "Pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah!" Pilihan kita mempengaruhi hidup kita, jangan tunggu sampai tua maka kita akan terlambat dan menyesal. Besok bukan milik kita bahkan nanti malampun belum tentu menjadi milik kita. Tuhan sudah mengasihi kita. Apa yang kita persembahkan kepada Dia?&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-5964275999099743555?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/5964275999099743555/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/kehidupan-kristen-yang-nyata-iv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/5964275999099743555'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/5964275999099743555'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/kehidupan-kristen-yang-nyata-iv.html' title='Kehidupan Kristen Yang Nyata IV'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-7646312600366682270</id><published>2009-07-15T19:01:00.001+07:00</published><updated>2009-07-17T23:18:06.492+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>Kehidupan Kristen Yang Nyata V</title><content type='html'>&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CYEBBY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;3. Menjadi Saksi&lt;br /&gt;Di dalam Kis 1:1-3 penulis Lukas mengintisarikan bukunya yang pertama yakni Injil Lukas dimana membahas apa yang dilakukan dan dikerjakan oleh Kristus ketika Ia ada di dalam dunia ini. Pembahasan ini mencakup dari kelahiran, pelayanan, penderitaan, kematian, kebangkitan dan penampakan Kristus kepada para muridNya sampai pada saat Kristus terangkat ke sorga. Minggu ini kita akan membahas apa yang dikatakan oleh Kristus sebelum Dia naik ke sorga. Pada waktu terakhir kali Kristus berkumpul dengan para murid, Lukas mencatat dalam Kis 1:4 bahwa Kristus sedang makan dengan para murid. Kata ‘makan’ disini disatu sisi membuktikan bahwa Kristus bukan hantu yang tidak memiliki darah dan daging. Dilain sisi ini menunjukkan bahwa kebangkitan Kristus bersifat fisikal. Hanya, tubuh kebangkitan Kristus berbeda dengan tubuh sebelum kebangkitanNya, karena tubuhNya sudah dipermuliakan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Sesudah bangkit, Kristus melarang mereka meninggalkan Yerusalem namun dilain sisi kita melihat Tuhan Yesus juga memberi perintah agar para murid pergi memberitakan Injil dan menjadikan segala bangsa murid Tuhan. Memang ini kelihatannya bertentangan namun sesungguhnya tidak, bahkan saling melengkapi. Sesudah bangkit Tuhan memberikan Amanat Agung kepada para murid untuk pergi memberitakan Injil dan menjadikan semua bangsa murid Tuhan, bahkan mengajar para murid mengenai kerajaan Allah. Namun ini tidak cukup, para murid perlu memiliki kuasa agar mereka dapat menjadi saksi Kristus di dalam dunia. Kuasa ini penting sekali bagi para murid untuk menjadi saksi Kristus di dalam dunia. Ingat peperangan kita bukanlah melawan darah dan daging, melainkan melawan penghulu-penghulu kerajaan angkasa yaitu roh-roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Tanpa kuasa dari Allah bagaimana kita dapat membebaskan umat kerajaan Allah yang sekarang masih berada di bawah kuasa si jahat.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya Tuhan Yesus menyuruh para murid untuk menunggu di Yerusalem sampai mereka menerima janji Bapa yaitu berkenaan dengan Roh Kudus. Di dalam Alkitab kita menemukan ribuan janji, tapi hanya satu janji tentang Roh Kudus yang disebut janji dari Bapa. Allah Bapa telah berjanji bahwa Ia akan mencurahkan RohNya ke atas semua manusia pada hari-hari terakhir (Yeh 36; Yoel 2). Dan Kristus sendiri telah menjanjikan kepada murid-muridNya tentang karunia Roh Kudus yang datang dari Bapa (Yoh 7:37-39; 14:16; 15:26; 26:7). Di dalam ayat 5 janji Bapa ini dikaitkan dengan pelayanan Yohanes Pembaptis yang di dalam pelayanannya memberitakan tentang pertobatan. Demikian pula dengan baptisan Yohanes Pembaptis sebagai tanda pertobatan. Yohanes Pembaptis sendiri tidak membaptis dengan Roh namun hanya meneguhkan bahwa yang datang kemudian dari padanya akan membaptis dengan Roh Kudus. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Setelah Kristus mengatakan bahwa para murid akan dibaptis dengan Roh kudus maka bertanyalah para murid yang berkumpul disitu, "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan Kerajaan bagi Israel?" Bagian ini tidak mudah untuk dijawab. Mengapa? Karena ada dua pandangan. Pertama, mereka yang percaya bahwa pertanyaan para murid disini tidak menunjuk kepada pemulihan Kerajaan Israel secara fisik di muka bumi ini. Mereka percaya para murid sudah berubah. Hanya, yang mereka pertanyakan, "Apakah kerajaan yang Tuhan akan pulihkan itu pada masa kini?" Pandangan kedua mengatakan, sekalipun memang para murid sudah percaya bahwa Kristus bangkit bahkan mereka sudah diajar oleh Tuhan mengenai Kerajaan Allah. Tetapi, tidak berarti bahwa para murid sudah memiliki ajaran yang sempurna tanpa salah. Menurut mereka pertanyaan tersebut masih menunjuk kepada keingintahuan tentang penggenapan dari nubuatan mengenai Kerajaan Allah. Mereka masih belum memahami hakekat yang sesungguhnya dari natur rohani Kerajaan Kristus. Saya pribadi percaya sekalipun para murid sudah percaya kepada Kristus dan sudah diajar berulang kali sejak Kebangkitan Kristus sampai KenaikanNya, namun para murid belum memiliki pandangan yang utuh tentang natur dari Kerajaan Kristus. Lagipula kapan Kerajaan itu akan datang mereka tidak perlu tahu berkenaan dengan hal ini. Banyak hal dibumi ini yang Allah tidak ingin kita tahu. Juga berkenaan dengan kedatangan Kristus kembali untuk menegakkan KerajaanNya, tidak ada seorangpun yang tahu. Tidak ada seorangpun yang tahu kapan dunia ini akan berakhir. Sesungguhnya di dalam dunia ini banyak hal yang kita tidak tahu dan memang tidak seharusnya tahu. Firman Tuhan sendiri mengatakan, "Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi Tuhan Allah kita tetapi yang dinyatakan ialah bagi kita." (Ul 29:29).&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;Setelah Tuhan Yesus mengatakan, "Engkau tidak perlu mengetahui masa dan waktu, yang ditetapkan Bapa sendiri menurut kuasaNya." (ay 7) Selanjutnya Tuhan mengalihkan pembicaraan bukan kepada kapan Kerajaan itu akan datang melainkan apa yang harus kita kerjakan sebelum Kerajaan itu diteguhkan. Di dalam ay 8 Tuhan Yesus berkata, "Tetapi kamu akan menerima kuasa kalau Roh Kudus turun ke atas kamu dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, di seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi." Kis 1:8 ini merupakan kunci untuk mengerti seluruh kitab Kisah Para Rasul. Inti kitab Kisah Para Rasul 1:8 ini adalah menjadi saksi. Kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi, jikalau kuasa Allah turun atas kamu. Setiap orang percaya adalah saksi-saksi Kristus. Kita adalah pemberita-pemberita Injil Kerajaan Allah. Namun kita memerlukan kuasa agar kita dapat menjadi saksi Tuhan. Kita tidak mungkin membawa orang berdosa yang berada di bawah belenggu setan kembali kepada Tuhan jika kuasa Roh Kudus tidak menyertai pelayanan kita. Apabila kuasa pemberi hidup itu ada dalam hidup kita maka kita akan menjadi saksi Kristus dalam dunia yang bengkok dan rusak ini. Kata saksi disini juga berasal dari kata ‘martures.’ Menjadi saksi-saksi Kristus berarti menjadi martir-martirNya. Saksi Kristus adalah orang yang telah mempersembahkan hidupnya sebagai korban dihadapan Tuhan. Di kampus, sekolah, keluarga, di tempat kerja, maupun dalam seluruh aspek hidup, kiranya kita boleh menjadi saksi Kristus. Berani untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah, Injil tentang pertobatan di dalam Kristus kepada orang-orang yang belum percaya. Itulah panggilan hidup kita. Saudara, di tengah situasi yang semakin sulit, panggilan ini kiranya terus bergema di dalam hidup kita, dan kita rela taat pada panggilan tersebut. Dengan demikian kita tidak menjadi pengikut Kristus yang bebal dan egois. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;KeKristenan harus menjadi suratan yang terbuka dalam belantara kehidupan dunia. Kita dimmpukan oleh Allah, karena kita telah dimenangkan dari dosa melalui kematian Yesus Kristus di atas kayu salib. Namun setelah kenaikan-Nya ke surga, Yesus tidak meninggalkan kita sendiri, melainkan memberikan kekuatan dan kuasa pada kita melalui karya Roh Kudus bagi kita, orang percaya. Terimalah tantangan dunia, dengan membawa kuasa Allah kepadanya, sehingga dunia boleh juga mengalami damai sejahtera Allah.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-7646312600366682270?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/7646312600366682270/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/kehidupan-kristen-yang-nyata-v.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/7646312600366682270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/7646312600366682270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/kehidupan-kristen-yang-nyata-v.html' title='Kehidupan Kristen Yang Nyata V'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-1993743340782428068</id><published>2009-07-04T14:03:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T14:09:39.885+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>BEKERJALAH bagian I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SjBr0zp2LVI/AAAAAAAAAPY/owMYrTRCpsA/s1600-h/petani11.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SjBr0zp2LVI/AAAAAAAAAPY/owMYrTRCpsA/s320/petani11.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5345891312651873618" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cvicky%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C02%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cvicky%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C03%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cvicky%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C05%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="country-region"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="City"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;o:smarttagtype namespaceuri="urn:schemas-microsoft-com:office:smarttags" name="place"&gt;&lt;/o:smarttagtype&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5Cvicky%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C07%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:Calibri; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:Calibri; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nats : Efesus 4:28&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Filasafat Utilitarianisme sudah meracun sistem ekonomi, pekerjaan dan etos kerja di tengah dunia sehingga akibatnya banyak orang salah mengerti dalam menjalankan kerja. Seringkali kalau kita mendengar kalimat, "Jangan mencuri," kita hanya melihat aspek ketiganya saja yaitu aspek material bahwa mencuri hanya sebatas mengambil dompet orang lain, tetapi itu bukan yang Alkitab maksudkan. Mencuri adalah ketika saudara mengambil hak yang bukan hak saudara sehingga akhirnya itu menjadi pencurian, dengan mendapatkan sesuatu yang bukan milik kita tetapi kita miliki dengan cara yang tidak tepat dan tidak halal. Sehingga pencurian bukan sekedar mengutil tetapi justru masuk dalam satu aspek yang sangat mendasar dalam pemikiran Kristen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;"&lt;i&gt;Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, &lt;u&gt;tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri&lt;/u&gt;, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan&lt;/i&gt;." &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ini merupakan prinsip yang Alkitab katakan dan hari ini kita akan melanjutkan dengan aspek kedua yaitu, "Bekerja keraslah!" Disini kita harus balik pada pengertian etos kerja Kristen sesungguhnya yang terdapat dalam Kej 2:15 (prinsip ekonomi/ &lt;i&gt;oikos-nomos&lt;/i&gt;), yaitu: "Tuhan Allah mengambil … untuk &lt;i&gt;mengusahakan dan memelihara&lt;/i&gt; taman itu," yang kalau kita bandingkan dalam Kej 3:17-19, "… &lt;i&gt;dengan bersusah payah&lt;/i&gt; engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu.” Abad 20 merupakan abad yang bodoh karena menjalankan filsafat perusak yang dicipta di abad 19 tanpa koreksi dan secara kritis memperhatikan bahaya yang disodorkan. Salah satu bahaya yang disodorkan oleh filsafat abad 19 adalah Utilitarianisme (asas manfaat) oleh &lt;i&gt;John Stuart Mill.&lt;/i&gt; Filsafat tersebut sangat bersifat hedonistik, mencari keuntungan pribadi dengan cara kenikmatan duniawi yang luar biasa ditutup dengan satu slogan yang sangat manis: "Marilah kita memperjuangkan manfaat terbesar bagi orang yang terbanyak."&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Maka Utilitarianisme memberikan bahaya yang besar, karena 1). Memicu prinsip egoisme dan mereka menyangkal konsep babwa manusia hakekatnya berdosa, cenderung melawan Allah, tidak suka pada kebenaran dan lebih suka merugikan orang daripada menjadi berkat. Konsep Utilitarianisme yang diterima diseluruh dunia membawa dampak terhadap globalisasi yang menghasilkan penghancuran dunia dan hari ini terjadi kerusakan ekonomi secara global. 2). Utilitarianisme menjadi perusak yang luar biasa karena akhirnya menjadi asas yang mengabsahkan pengusuran dan perugian bagi kaum minoritas. Alasan-alasan dengan menggunakan format mayoritas untuk menyingkirkan kelompok minoritas sehingga mereka tidak mempunyai hak dan kekuatan yang sama dengan kelompok mayoritas. Betapa bahayanya kalau konsep Utilitarianisme diterima oleh seseorang, karena itu akan mengorbankan orang lain dan menghancurkan kelompok lain. Konsep ini harus dikikis dari konsep pikiran manusia, ini harus kita kerjakan dan tularkan pada banyak orang sehingga pikiran kita tidak diracun oleh konsep tersebut. 3). Konsep utilitarian menjadi racun yang besar karena pada akhirnya menimbulkan satu konsep pencurian dengan menggunakan konsep &lt;i&gt;risk and gain&lt;/i&gt;, makin besar resiko yang dilalui maka kita makin berhak untuk untung besar. Sehingga muncul konsep ditengah dunia kalau kita gagal akibat orang lain yang mencapai untung, maka itu memang resiko yang harus kita tanggung. Hal ini menimbulkan kerusakan moral dan etika kerja. Yang kuat yang akan menang sudah mensahkan kita boleh menipu orang lain dengan alasan bahwa resiko harus kita tanggung sendiri. Ini akibatnya dunia menjadi rusak didalam ekonomi karena tidak ada batasan moral terhadap hal tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Setelah kita mengerti konsep tesebut, ada 3 hal dimana kita dapat memikirkan hal ini dengan lebih teliti, yaitu: 1). Etos kerja Kristen yang sesungguhnya dalam Alkitab. 2). Bagaimana kita melihat secara paradoks kondisi dari sebelum dan sesudah kejatuhan (antara natur dengan realita) sehingga kesadaran ini muncul dalam format yang sangat kuat di tengah kekristenan. Satu jiwa paradoks antara keharusan ideal yang Tuhan tetapkan dengan fakta realita yang berlawanan jauh daripada apa yang menjadi natur kerja. 3). Dengan mengerti bagaimana memparadokskan hal diatas maka kita dapat melawan 3 filsafat dunia yang sangat meracuni konsep kerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dalam Kej 2:15, sebelum manusia dicipta, Tuhan sudah menciptakan alam semesta dan isinya untuk menjadi tempat manusia berdayaguna dan manusia dicipta adalah untuk mengusahakan dan memelihara taman tersebut. Prinsip daripada Ekonomi (&lt;i&gt;oikos-nomos&lt;/i&gt;), pengelolaan rumah tangga mengandung beberapa prinsip, yaitu: &lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt; Allah bekerja dan Ia menginginkan manusia yang dicipta menurut gambar dan rupa Allah juga bekerja. Ketika kita melihat bagaimana Tuhan Yesus bekerja, Allah yang berinkarnasi adalah Allah yang menunjukkan contoh bekerja sehingga kita seharusnya malu kalau tidak bekerja. Tuhan mencipta kita bukan sejak dunia jatuh dalam dosa tetapi sejak dunia berada dalam kemurnian dan kebenaran untuk mengelola dan memelihara taman. Berarti sejak semula tidak ada natur apapun yang tidak menyetujui manusia harus bekerja dan ketika tidak bekerja maka kita sedang melanggar natur kita. Tetapi hari ini, natur ini terus dikikis perlahan-lahan supaya seolah-olah kita boleh terus dipermudah bahkan kalau mungkin tidak perlu bekerja. Terjadi satu kesalahan efek dari satu sikap dimana sebenarnya melalui perkembangan teknologi kita dapat mengerjakan lebih banyak hal sehingga tidak dikunci dengan pekerjaan yang dapat digantikan oleh mesin dan kita dapat mendayagunakan pikiran, tenaga untuk mengerjakan hal-hal yang membutuhkan bijaksana, kemampuan serta ketrampilan yang hanya dapat dikerjakan manusia sebagai mahkluk yang lebih tinggi daripada sekedar mekanik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Natur kerja yang Tuhan ingin manusia kerjakan harus selalu mengandung dua unsur yaitu mengusahakan dan memelihara sehingga ekonomi dapat berjalan dengan benar. Ekonomi modern sedang menghadapi tantangan besar karena menghadapi ketegangan antara dua beban besar, dimana disatu pihak gerakan rasionalisme dan perkembangan teknologi telah salah mengerti konsep mengusahakan menjadi satu citra eksplorasi yang liar luar biasa sehingga pemeliharaan tidak dikerjakan. Tetapi dilain pihak, ajaran &lt;i&gt;New Age movement&lt;/i&gt; mengajarkan &lt;i&gt;‘back to nature’&lt;/i&gt; dengan hanya memelihara tanpa mengembangkan alam. Memelihara tanpa mengusahakan alam merupakan perusakan pasif terhadap alam. &lt;i&gt;Oikos-nomos&lt;/i&gt; didalamnya harus selalu megandung dua unsur yaitu mengembangkan dan memelihara, itulah yang disebut dengan etos kerja Kristen dan kedua hal itu harus dijalankan secara bersama (paradoks). Sehingga waktu saudara menjalankan apa yang Tuhan tuntut dalam Kej 2:15 maka saudara dapat dipakai Tuhan ditengah dunia untuk menyadarkan bagaimana mereka seharusnya bekerja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dan yang kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, natur kerja yang sudah ditata oleh Tuhan begitu rupa, menjadi satu natur yang seharusnya begitu indah dan dapat dikerjakan secara tepat, sekarang oleh manusia dirusak karena manusia melawan dan menghancurkan prinsip yang Tuhan tetapkan. Kalau sebelum manusia jatuh antara ideal dengan realita terjadi keselarasan yang sangat indah tetapi ketika manusia telah jatuh maka tingkat natur ideal menjadi senjang jauh dengan realita yang dihadapi. Bumi, tempat kita garap sudah tidak bersahabat lagi sehingga akhirnya segala pekerjaan yang seharusnya menjadi natur yang cocok dengan jiwa kita sekarang menjadi sesuatu yang sangat menyulitkan dan menyusahkan serta kerja keras dengan berpeluh sampai kita boleh mencapai apa yang kita mau kerjakan (Kej 3:17-19). Idealisme kerja yang Tuhan tanam di dalam diri manusia tidak hilang, tetapi realitanya sekarang bertentangan sama sekali dari fakta itu. Seringkali ketika kita menghadapi situasi seperti ini, hati kita mulai berontak karena disatu pihak natur kerjanya masih menuntut untuk mau bekerja tetapi begitu berhadapan dengan realita kesulitan yang begitu besar, hatinya mulai memberontak bahkan tidak rela karena faktanya begitu susah dan menyakitkan. Itu semua karena kita sedang mencoba melinierkan dan bukannya memparadokskan antara dua hal tersebut. Kalau kita kembali pada Firman Tuhan hari ini, kita tahu bahwa terjadi konflik antara idealisme dengan realita yang tidak kita selesaikan secara paradoks tetapi secara linier. Bagaimana realita yang begitu jelek dan ideal yang begitu indah digarap dan dipertemukan dalam perkembangan pertumbuhan sampai akhirnya mencapai apa yang harus kita kerjakan di dalam hidup kita. Kalau kita tidak mampu demikian maka akibatnya kita tidak mampu bekerja secara tepat di tengah dunia dan akhirnya konsep kerja kita berubah menjadi konsep materialis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.25in; line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-1993743340782428068?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/1993743340782428068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/06/bekerjalah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1993743340782428068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1993743340782428068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/06/bekerjalah.html' title='BEKERJALAH bagian I'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SjBr0zp2LVI/AAAAAAAAAPY/owMYrTRCpsA/s72-c/petani11.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-6901496376150822088</id><published>2009-07-04T14:02:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T14:09:13.748+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>BEKERJALAH bagian II</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ini yang harus kita waspadai karena kalau hal ini terjadi maka langsung ada beberapa filsafat yang akan membuka mulutnya untuk menelan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;1). Hedonisme (filsafat &lt;i&gt;Garfield&lt;/i&gt;). &lt;i&gt;Garfield&lt;/i&gt; adalah satu figur yang sengaja disodorkan sebagai figur hedonisme modern yang selalu menyodorkan filosofi hedonostik dengan slogan dan penampilannya yang menggambarkan kemalasan kerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2). Utilitarianisme &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;3). Humanisme. Filsafat ini sengaja ditiupkan supaya akhirnya menimbulkan dampak orang ingin mendapatkan keuntungan secara membabi buta dan mendapatkan perlakuan yang sangat baik padahal ia tidak bekerja. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Orang Kristen harus belajar menempatkan belas kasihan secara tepat. Berdasarkan etos kerja, seseorang berhak mendapatkan upahnya dan hidup secara layak. Dunia kita ini selalu mengalami penyimpangan dalam pola berpikir kerja karena filsafat dunia berusaha menyodorkan konsep-konsep yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan kebenaran Firman. Bagaimana saudara dan saya, dengan jiwa dan sistem kerja yang kita pakai? Bagaimana saudara dan saya menjadi orang-orang yang dipakai Tuhan untuk bekerja di tengah dunia secara tepat serta bagaimana kita menularkan prinsip dan etos kerja kepada orang lain, sehingga banyak orang yang disadarkan bahwa cara kerja yang tidak beres akan merusak seluruh masyarakat. Cara kerja yang tepat, yang kembali kepada Firman adalah yang membawa kita kepada kebenaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Beberapa saat ini kita terus memikirkan tentang bagaimana Kekristenan menegakkan prinsip etos kerjanya. Kekristenan adalah manusia yang secara natur dalam dirinya dicipta dengan jiwa dan natur bekerja, seperti dalam Alkitab dikatakan mengusahakan dan memelihara taman dan itu dijalankan secara seimbang. Hal itu sesuai dengan prinsip dasar ekonomi (&lt;i&gt;oikos-nomos&lt;/i&gt;) yaitu bagaimana kita diberi akal budi dan kemampuan, dipanggil oleh Tuhan menjadi pengelola sehingga menyejahterakan semua bagian. Manusia diberi kuasa pengelolaan namun juga harus bertanggungjawab terhadap pemberi otoritas, sehingga ketika bekerja itu harus direlasikan dengan bertanggungjawab terhadap Tuhan. Ini yang menjadikan kita harus sadar posisi kita secara tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Waktu saya sedang mengumulkan hal ini, salah satu masalah yang paling serius dibicarakan dalam bagian ini adalah dalam II Tes 3 dimana seolah-olah Kekristenan menjadi agama yang penuh cinta kasih sehingga harus berbelas kasihan, memberikan segala sesuatu dan memperhatikan kemiskinan dengan luar biasa. Kekristenan memang merupakan agama cinta kasih tetapi itu tidak sedemikian saja dilakukan karena kita harus mengerti bagaimana memberi secara tepat. Sehingga Paulus mengingatkan dengan perkataan, "&lt;i&gt;Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna&lt;/i&gt;" (II Tes 3:11). Dan dikatakannya pula, &lt;i&gt;"…, jika seorang tidak mau bekerja, janganlah ia makan&lt;/i&gt;." Saya rasa prinsip ini harus tegas sehingga kita mengerti bagaimana kita harus berdaya guna. Ketika mempersiapkan bagian ini, saya tertarik dengan satu buku yang ditulis dua orang Belanda, profesor bidang sosiologi dan sosial dari World Council of Churches (Dewan Gereja-gereja sedunia). Buku "Dibalik Kemiskinan dan Kemakmuran" (Beyond Poverty &amp;amp; Affluence) oleh Bob Goudzwaard &amp;amp; Harry de Lange diterbitkan Yayasan Kanisius, 1998. Di dalam membicarakan aspek kekayaan dan kemiskinan, mereka mengemukakan 6 paradoks permasalahan yang kita hadapi. Mereka membuka fakta 6 paradoks ditengah abad modern yang berkembang yang kelihatannya sangat bertentangan tetapi sebenarnya sangat terkait satu sama lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pertama, &lt;i&gt;Paradoks Kelangkaan&lt;/i&gt;. Ditengah kekayaan manusia yang seharusnya dapat dipakai untuk mengelola kesejahteraan manusia tetapi justru terjadi kelangkaaan yang bukan disebabkan oleh tidak adanya kekuatan mendayagunakan namun karena begitu banyak produksi yang diperlakukan secara tidak beres. Berjuta liter susu dibuang di sungai padahal banyak anak dalam kondisi kekurangan gizi dan membutuhkan susu. Demikian juga halnya dengan jeruk yang seharusnya dapat menjadi vitamin tanpa harus minum minuman yang mengandung bahan kimia tetapi itu semua dihancurkan demi harga produksi menjadi tidak murah. Ketika daya begitu besar, pada saat yang sama terjadi pengerusakan dan penghancuran sumber yang seharusnya dapat dipakai oleh manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kedua, &lt;i&gt;Paradoks Kemiskinan&lt;/i&gt;. Ketika negera-negara adidaya semakin kaya, namun peningkatan kemiskinan persentasinya lebih besar daripada peningkatan incomenya karena hanya sekelompok orang yang bertambah kaya. Seperti yang pernah saya katakan bahwa jikalau tidak hati-hati maka di Indonesia akan tercipta generasi pengemis dan orang-orang yang menciptakan citra kemiskinan masa depan. Karena sistem, pola dari cara kerja atau kebijaksanaan pemerintah telah kehilangan harga diri sehingga menjadikan kita mudah menjadi pengemis. Sungguh paradoks karena disatu pihak kita melihat dunia semakin hari semakin sejahtera dan makmur namun kenyataannya tidak meniadakan jumlah pengemis yang semakin meningkat jumlahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketiga, &lt;i&gt;Paradoks Sensitifitas Keperdulian&lt;/i&gt;. Disatu pihak harusnya setiap kita makin maju dan makmur, semakin memikirkan kesejahteraan orang lain tetapi justru sebaliknya, berpikir bagaimana dapat menggunakan dan memanipulasi orang lain. Karena etos dan format kerja yang dicipta begitu rupa dengan jiwa utilitarian yang begitu menguasai dan mencengkeram seluruh cara hidup kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-6901496376150822088?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/6901496376150822088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/bekerjalah-bagian-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/6901496376150822088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/6901496376150822088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/bekerjalah-bagian-ii.html' title='BEKERJALAH bagian II'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-1304295703622075550</id><published>2009-07-04T14:01:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T14:09:02.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>BEKERJALAH bagian III</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Keempat, &lt;i&gt;Paradoks Ketenagakerjaan&lt;/i&gt;. Disatu pihak banyak yang membutuhkan tenaga kerja tetapi dilain pihak tidak ada tenaga kerja yang memadai dan tidak adanya kesempatan bekerja karena tidak adanya kemampuan untuk pekerjaan yang dibutuhkan, sehingga pengganguran semakin meningkat. Disini persoalannya adalah bagaimana mendidik dan menuntut kualitas orang bekerja untuk masuk dalam garis manusia. Fakta yang harus kita lihat dimana berjuta tenaga kerja bekerja dalam kondisi non human karena seringkali mereka sengaja tidak diberikan kesempatan agar kualitas mereka meningkat supaya mereka dapat diatur dan dimanipulasi. Itu merupakan pemikiran yang sangat pragmatis dan mengakibatkan kerugian besar karena berarti mereka tidak mampu memikirkan kesejahteraan secara totalitas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelima, &lt;i&gt;Paradoks Waktu&lt;/i&gt;. Makin kita mempunyai kemampuan teknologi yang mengefisienkan waktu namun kita bukan semakin kelebihan waktu tetapi justru kekurangan waktu dan semakin kekurangan kemampuan untuk menata waktu. Alkitab menuntut keseimbangan bekerja secara tepat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Yang pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, Kekristenan menuntut kita memberikan waktu untuk melayani dan mencurahkan pikiran bagi Tuhan (Ef 4:1-16). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, Tuhan memanggil kita untuk dikirim kembali ke dalam dunia, bekerja, menghasilkan buah dan menjadi contoh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, bagaimana kita menjadi orang yang hidup sepadan ditengah keluarga sehingga mampu melayani Tuhan, bekerja serta memberikan kesaksian yang baik ditengah keluarga (Ef 5). Ini kembali pada pengertian kita tentang apa itu kerja, bagaimana kerja yang tepat dan diseimbangkan dengan pelayanan, keluarga serta semua aspek yang lain. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Keenam, &lt;i&gt;Paradoks Kesehatan&lt;/i&gt;. Ketika negara makin maju, ternyata penyakit juga semakin banyak. Kemajuan teknologi, perkembangan sosial masyarakat tidak menjadikan manusia bertambah sehat. Goudzwaard &amp;amp; de Lange menyatakan 3 problem utama yang menyebabkan terjadinya keenam hal diatas, yaitu: 1). Kemiskinan. 2). Ketenagakerjaan, 3). Environment (lingkungan). Namun saya sangat tidak setuju dengan solusi yang sangat humanis yang mereka kemukakan yaitu, "Mari kita kembali pada inti Ekonomi, &lt;i&gt;man and his needs&lt;/i&gt; (manusia dan kebutuhannya)." Sebab Firman Tuhan mengajarkan bagaimana saya bertanggungjawab dihadapan Allah mengelola alam semesta demi kesejahteraan manusia. Kalau manusia hanya memikirkan kebutuhannya maka yang menjadi pusat adalah manusia dan itu akan merusak seluruh system karena yang terjadi adalah saling berbenturnya kebutuhan yang akhirnya menjadi titik terciptanya destruksi dan tidak adanya penyelesaian apapun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-1304295703622075550?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/1304295703622075550/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/bekerjalah-bagian-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1304295703622075550'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/1304295703622075550'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/bekerjalah-bagian-iii.html' title='BEKERJALAH bagian III'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-90523244366925010</id><published>2009-07-04T14:00:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T14:08:51.010+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pastoral Konseling'/><title type='text'>BEKERJALAH bagian IV</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Selanjutnya, bagaimana kita menurunkan format Kristen yang seharusnya di dalam bekerja? Kembali pada Kej 2:15 dan Ef 4:28 yang kemarin kita pelajari yaitu mari kita mulai bekerja keras memikirkan pekerjaan baik yang telah dipersiapkan Allah sebelumnya dan mengerjakannya dengan tangan kita sendiri supaya dapat menjadi berkat bagi orang lain. Dengan demikian citra kerja Kristen yaitu: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, God Centre Work (kerja yang berorientasi kepada Allah) dan bukan kepada diri, uang, kenikmatan serta sekularisme atau keduniawian. Mari kita mulai berpikir mengubah paradigma total, yang berarti mengubah dari format dasarnya menjadi: "Segala sesuatu adalah dari Allah, kepada Allah, dan untuk Allah, bagi Allah kemuliaan untuk selama-lamanya." Sehingga bagaimana bagaimana kita bekerja dan mulai studi hingga mulai menyelesaikan dan sampai masuk ke dunia kerja memikirkan pekerjaan apa yang Tuhan bebankan kepada kita itulah yang akan kita genapkan. Sekalipun mungkin beban begitu besar namun kita mempunyai kekuatan untuk menerobos dan tidak mudah patah karena itu dikerjakan bukan demi kepentingan kita sendiri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, Orientasi kerja berada di dalam tanggung jawab dan bukan hasil. Seringkali waktu kita bekerja dan sekolah selalu orientasinya pada hasil dan akibatnya kita tidak mungkin mencapai ketenangan. Dalam Alkitab dikatakan bahwa berikanlah kepada kami makanan kami yang secukupnya hari ini, sehingga disini kita belajar bagaimana dapat bersandar, tahu mana bagian Tuhan dan bagian kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, High Quality Effort (perjuangan mencapai kualitas tertinggi yang mungkin kita capai). Orang Kristen tidak pernah diajar untuk berbanding dengan orang lain, semangat kerja mengejar mutu yang tertinggi yang kita mampu perjuangkan, tidak pernah takut susah dan mau berkembang mencapai titik maksimal, itu yang harus kita munculkan. Kalau kita berhenti, kecuali itu merupakan titik maksimal maka itu berarti kita sangat tidak bertanggungjawab untuk setiap talenta yang Tuhan berikan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Keempat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, Truth Ethics (etika yang sejati). Truth ethics adalah panggilan kerja Kristen. Orang Kristen bukan hanya sekedar semangat kerja keras tetapi dalam Ef 4 dikatakan "melakukan pekerjaan baik" berarti pekerjaan itu harus mencapai kualitas etik tertentu yaitu kalau ketiga hal yaitu tujuan, motivasi dan caranya baik. Ini merupakan satu prinsip yang penting di dalam cara bekerja! Karena kalau orang Kristen bekerja namun tidak dapat menjadi garam ditengah dunia kerja, maka seperti dalam Alkitab dikatakan, kalau garam asinnya telah hilang maka tinggal dibuang dan diinjak orang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kelima&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, Altruistic Consideration (pertimbangan altruistik/ memikirkan berkat bagi orang lain). Berpikir bahwa apa yang Tuhan percayakan kepada kita juga harus disalurkan pada orang lain karena baik otak, kemampuan, kesempatan, harta dan segala sesuatu adalah dari Tuhan. Sehingga dikatakan ketika kita bekerja keras melakukan pekerjaan baik dengan tangan kita, supaya kita dapat dan dimampukan oleh Tuhan untuk memberi bagi mereka yang membutuhkan di dalam kekurangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Keenam&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;, Menjadi berkat buat seluruh alam semesta. Bagaimana kita bekerja mendayagunakan dan mengembangkan seluruh budidaya dan potensi alam untuk kesejahteraan seluruh alam. Sehingga kerja Kristen merupakan kerja yang memikirkan 6 aspek yang menjadikan seluruh cara kerja dari mulai studi hingga bekerja akan diberkati sehingga kita mempunyai keunikan dalam bekerja. Mungkin tidak mudah mendobrak konsep yang bertahun-tahun saudara pegang, tetapi saya minta setiap kita mempunyai jiwa mengubah konsep tersebut, berproses satu langkah demi satu langkah maju, mengubah cara kerja, hidup pelayanan dan seluruh inti utama dari kerja dan studi kita supaya boleh kembali untuk kemuliaan Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-90523244366925010?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/90523244366925010/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/bekerjalah-bagian-iv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/90523244366925010'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/90523244366925010'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/bekerjalah-bagian-iv.html' title='BEKERJALAH bagian IV'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-4123757099407441366</id><published>2009-07-04T12:06:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T14:00:49.588+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Teologi'/><title type='text'>PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian I</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/Sj72_AgGsHI/AAAAAAAAAPg/6gNfd5BjQvc/s1600-h/roti+anggur.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 216px; height: 168px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/Sj72_AgGsHI/AAAAAAAAAPg/6gNfd5BjQvc/s320/roti+anggur.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5349984969689575538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nats Roma 11:36; Roma 12:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Saat ini kita akan membahas aspek iman Kristen dan persembahan. Kebanyakan orang menganggap persembahan sebagai iuran wajib dengan jumlah yang tidak ditentukan bagi mereka yang mengikuti Kebaktian. Padahal menurut Alkitab, tak semua orang boleh memberi persembahan. Saya akan membagi pembahasan tentang persembahan ini dalam empat kategori, yaitu: persembahan sebagai ibadah, persembahan dan korban, persembahan dan perspuluhan dan yang terakhir persembahan dan berkat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persembahan dan ibadah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Di sepanjang Alkitab, konsep persembahan dalam Perjanjian Baru mulai masuk pada intinya, jika dibandingkan dengan Perjanjian Lama yang tampaknya lebih menekankan pada hukum dan peraturan. Namun dengan banyak aturan, seringkali Kekristenan melupakan inti persembahan. Sedangkan dalam Perjanjian Baru tidak terdapat aturan persembahan, bahkan dalam I Korintus yang sering membicarakannya. Yang dibahas justru mengenai motivasi atau jiwa (spirit) persembahan. Inilah konsep Alkitab tentang progressive revelation (penjelasan Firman dimulai dari Perjanjian Lama yang sederhana hingga semakin jelas di Perjanjian Baru). Dalam I Korintus ditulis bahwa tanpa Perjanjian Baru sebagai starting point, essensi Perjanjian Lama tidak mungkin dapat dipahami. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Roma 11:36-12:1 seringkali dipisahkan dalam pentafsiran dan pengertiannya. Padahal dalam Surat Roma yang asli ditulis oleh Paulus tidak terdapat pemisahan pasal, ayat dan judul karena semua itu memang hanyalah tambahan dari LAI. Rm 12:1 dimulai dengan kata sambung “&lt;i&gt;Karena itu, saudara-saudara.&lt;/i&gt;” Berarti ada penyebabnya yaitu pada kalimat sebelumnya. Sedangkan kalimat yang mengikutinya adalah akibatnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Dalam Roma 12:1, Paulus menekankan the spirit of worship (prinsip ibadah) yang dimulai dengan jiwa persembahan, “&lt;i&gt;Demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.&lt;/i&gt;” Maka setiap anak Tuhan seharusnya memiliki jiwa sacrifice sebagai korban yang hidup bagi Tuhan. Inilah dasar persembahan Kristen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Pada umumnya, ketika memberi berbagai macam persembahan (kolekte, ucapan syukur, perpuluhan dan sebagainya), banyak motivasi muncul dalam pikiran tiap orang Kristen. Mungkin, persembahan dilakukan secara terpaksa karena perasaan sungkan atau takut dianggap sebagai jemaat yang buruk. Padahal Alkitab mengajarkan bahwa pemberian hendaknya dilakukan dengan sukacita dan kerelaan. Kemungkinan kedua, persembahan dilakukan untuk buang sial. Kadang, motivasi seperti ini justru dimanfaatkan oleh Gereja tertentu supaya jemaat merasa takut bila tidak memberikan persembahan. Dengan demikian, persembahan menjadi ‘amplop’ buat Tuhan agar tidak marah dan selalu bersikap baik. Padahal, Tuhan tidaklah miskin hingga membutuhkan sumbangan jemaatNya. Kemungkinan ketiga, persembahan dimotivasi oleh sistem pancing. Jikalau Minggu ini memberi persembahan sebesar Rp 1.000,- maka sebagai balasannya akan diperoleh berkat sebesar Rp10.000,-. Motivasi ini dapat digambarkan dengan ilustrasi ‘Umpan teri dipakai untuk memancing ikan kakap’. Semakin besar umpannya maka hasilnya juga makin banyak. Alkitab memang mengajarkan bahwa memberi persembahan merupakan suatu kesempatan. Ironisnya, kesempatan itu seringkali disalahgunakan menjadi format business. Konsep materialisme dunia semacam ini dapat mempengaruhi Gereja dan agama lainnya hingga mewarnai hampir semua orang dalam beribadah dan memberi persembahan. Tiga motivasi di atas adalah yang terbanyak dilakukan oleh orang beragama tapi harus dikoreksi. Sedangkan atheist tidak mengenal persembahan karena tidak mempercayai adanya Tuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Roma 12:1 mengatakan, “&lt;i&gt;Demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati.&lt;/i&gt;” Penyebabnya ialah “&lt;i&gt;Segala sesuatu adalah dari Dia, dan oleh Dia, dan kepada Dia: Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya!” (Rm 11:36)&lt;/i&gt;. Lalu apa yang menjadi motivasi persembahan, terutama yang terbesar yaitu seluruh tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Allah? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-4123757099407441366?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/4123757099407441366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/06/persembahan-yang-berkenan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/4123757099407441366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/4123757099407441366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/06/persembahan-yang-berkenan.html' title='PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian I'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/Sj72_AgGsHI/AAAAAAAAAPg/6gNfd5BjQvc/s72-c/roti+anggur.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-753121195252403941</id><published>2009-07-04T12:05:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T13:59:36.151+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Teologi'/><title type='text'>PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian II</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pertama, persembahan diberikan dengan kesadaran bahwa segala sesuatu diperoleh dari, oleh dan kepada Dia. Motivasi persembahan terpenting yang membedakan semua konsep agama dengan iman Kristen yaitu kesadaran bahwa semua yang ada di dunia ini adalah milik Tuhan yang dipercayakan kepada manusia. Maka tak seorang pun berhak mengambil walau hanya sebagian kecil dari seluruh hakekat hidup dan keberadaan dirinya. Sesungguhnya, konsep Rm 11:36 telah dimengerti dan dipegang oleh Ayub yang jauh lebih tua dari penulis Kitab Kejadian yaitu Musa. Walaupun manusia memiliki keahlian, ilmu, kepandaian, ketrampilan, tenaga dan kesempatan hingga mampu bekerja, semua itu bukanlah hasil usaha serta kehebatannya sendiri melainkan anugerah Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Konsep mandat budaya Kristen mengajarkan tidak hanya preserve the world seperti konsep New Age melainkan preserve and develop the world (memelihara dan mengusahakan dunia). Sedangkan dunia mengajarkan untuk menghancurkan dan mengatur segala sesuatu sesuka hati. Namun mereka tidak mampu melakukannya karena sejak pertama kali dunia diciptakan, Tuhan telah menatanya dengan sangat indah. Dengan bijaksanaNya, Ia tidak berkenan menciptakan manusia pada hari pertama karena keadaan dunia masih chaos dan kemungkinan belum ada oksigen. Tiga hari pertama, Ia menata seluruh alam semesta dengan sangat rapi. Setelah itu, Ia menciptakan binatang dan tumbuhan. Lalu yang terakhir barulah manusia.&lt;br /&gt;Konsep perpuluhan Kristen mengajarkan bahwa manusia menerima berkat Tuhan terlebih dahulu kemudian harus mengembalikan sebagian dari berkat itu kepadaNya. Tanpa berkat Tuhan sedikitpun, tak ada yang dapat dipersembahkan. Selain itu, Perjanjian Baru tidak pernah mengatakan berapa persen persembahan karena yang terpenting adalah jiwa, semangat dan kesadaran akan anugerah Tuhan hingga rela mempersembahkan seluruh tubuh sebagai persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepadaNya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Kedua, Rm 11:36-12:1 merupakan salah satu aspek yang membedakan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Menurut Perjanjian Lama, persembahan diwujudkan dalam bentuk binatang yang dikorbankan. Namun sebenarnya itu bukanlah persembahan yang asli karena hanya mengacu pada pengorbanan Kristus. Ketika berada dalam dosa, manusia harus mati dan tidak mampu berbuat sesuatu karena telah menjadi budak dosa. Setelah korban dosa ditebus oleh Kristus dengan kematianNya di kayu salib maka orang Kristen dapat melakukan persembahan sejati yaitu tubuhnya sendiri yang telah diperbaharui sebagai persembahan yang hidup dan lambang pengabdian hidup kepadaNya. Itulah alasan mengapa Tuhan menghendaki hanya orang-orang ‘hidup’ (secara spiritual) yang memberikan persembahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Kalau setiap anak Tuhan hidup mengabdi dan melayani dengan baik, jiwanya akan penuh dengan pengertian persembahan karena sudah belajar menyerahkan hidupnya. Di desa, setiap jemaat merasa ikut bertanggung jawab atas rumah Tuhan. Karena itu, mereka bekerja sama membangunnya dengan pengabdian seluruh hidup. Motivasi, sikap, sifat dan jiwa mereka sangat baik. Kalau di kota, biasanya jemaat mengumpulkan dana bagi pekerjaan Tuhan. Namun motivasinya harus tetap dipertahankan dan tidak boleh bergeser dari yang seharusnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Ketiga, Alkitab mengajarkan bahwa persembahan yang hidup, kudus dan berkenan kepada Tuhan merupakan ibadah sejati (the true worship). Sedangkan kebaktian adalah salah satu format ibadah dimana semua orang Kristen datang menyembah dan mendengarkan Firman Tuhan lalu bersekutu, berkomitmen serta ‘membungkukkan diri’ (ibadah = abodah = to bow down) yang menggambarkan ketaatan hati, penyerahan dan penaklukkan diri pada kehendak Tuhan secara mutlak dengan kerelaan. Sedangkan ibadah sejati mencakup seluruh totalitas hidup dan keberadaan manusia. Maka persembahan menjadi tanda penundukkan diri orang Kristen kepada Tuhan. Dengan demikian, hidupnya akan penuh ketaatan melalui persembahan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Di dunia ini terdapat filsafat ‘Di mana uangmu berada, di situ hatimu berada’. Hal ini akan terjadi bila manusia mulai mengejar uang. Yang benar justru sebaliknya, ‘Di mana hatimu berada, biarlah uang dan seluruh tubuhmu juga ke sana’. Persembahan Kristen harus diarahkan dalam visi dan motivasi yang berhubungan dengan Tuhan serta seluruh hidup seharusnya dipakai untuk mempermuliakanNya. Soli Deo Gloria (Rm 11:36). Dengan konsep ini, seluruh sikap dan perjalanan pelayanan persembahan Kristen akan sampai pada implikasinya dan tepat seperti yang Tuhan kehendaki. Ia menginginkan setiap anakNya dipakai untuk mengatur dan mengelola setiap hal yang dimiliki. Dengan jiwa seperti ini, orang Kristen akan mampu bekerja secara teliti, intens dan serius serta mempertanggungjawabkannya dengan baik. Ketika mengerjakan pelayanan bagi Tuhan, diharapkan tidak sekedar bekerja melainkan sesuai dengan tuntutan kualitas yang sangat tinggi dan motivasi, “I do it for God”. Spirit ini membuat semua pelayanan Tuhan dikerjakan dengan hasil terbaik. Maka dalam Kol 2:7 dikatakan, “&lt;i&gt;Hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.&lt;/i&gt;” Inilah keinginan untuk mempermuliakan Tuhan dan memberikan yang terbaik bagiNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Persembahan dan Korban &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Persembahan adalah korban (offering/sacrifice). Sebelum mulai melayani Tuhan, orang Kristen harus menggumulkan dan menetapkan motivasinya secara tegas. Jika tidak, fondasi pelayanannya pasti sangat lemah hingga akhirnya berubah menjadi boomerang yang menghancurkan diri sendiri. Selama dasar pijaknya tidak tepat, ketika mulai melangkah dan belum ada tantangan maka tidak akan terjadi apapun. Namun ketika tantangan mulai bermunculan secara mendadak, ia pasti langsung collaps (runtuh). Seharusnya, ia memiliki konsep pemikiran bahwa Tuhan memanggilnya sebagai imamat rajani (I Ptr 2:9) sehingga mampu memahami hubungannya dengan Tuhan dan apa yang harus dikerjakan dalam pelayanan. Kuncinya adalah kaitan antara persembahan dan korban. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Perjanjian Lama sangat keras membicarakan tentang korban, sedangkan Perjanjian Baru tidak pernah menyinggungnya. Ada 2 alasan penting: (1)Korban Perjanjian Lama mengarah kepada Kristus. Setelah digenapkanNya dengan kematian di kayu salib maka jemaat tidak dituntut untuk melakukannya lagi. (2)Tetapi, bukan berarti konsep korban dibuang karena terdapat 1 kunci penting yang tetap dijalankan secara konsisten yaitu bahwa korban merupakan pernyataan perdamaian sebagai anugerah Tuhan bagi manusia sehingga dapat kembali kepadaNya. Kedua hal di atas perlu dikaitkan secara serius. Ironisnya, ada orang Kristen yang menganggap persembahan sebagai sedekah (uang kecil) sama seperti ketika memberi uang Rp 100,- pada pengamen dan pengemis di jalan. Jadi, ketika kantong kolekte tiba di hadapannya maka ia langsung mencari uang terkecil dalam dompet. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Perjanjian Lama mengajarkan bahwa ketika datang ke bait Allah, jemaat harus membawa korban. Di Imamat dicatat 5 macam korban: (1)korban bakaran, (2)korban sajian, (3)korban keselamatan, (4)korban penghapus dosa dan (5)korban penebus salah. Korban bakaran adalah simbol pengertian jemaat bahwa mereka seharusnya binasa, sekaligus pernyataan syukur karena telah diperdamaikan kembali dengan Allah. Caranya, dengan membawa ternak terbaik dan sebelum disembelih, tangan si pemilik harus diletakkan di atas kepala binatang itu. Artinya, manusia telah berbuat dosa dan seharusnya mendapat murka Tuhan namun hukuman itu dipindahkan ke binatang korban. Bagaimanapun juga, lambang asli persembahan korban adalah Tuhan Yesus yang menanggung dosa manusia. Dan setelah disembelih, binatang tersebut harus dibakar secara keseluruhan di hadapan Tuhan sebagai persembahan yang harum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Korban sajian dipersembahkan setelah mendapatkan nafkah hidup. Pada jaman itu, hanya ada 2 macam nafkah hidup: (1)pertanian dan (2)peternakan. Kemudian sepersepuluh hasil terbaik dipersembahkan demi kemuliaan Tuhan. Tapi, tak semuanya dibakar di atas mezbah melainkan hanya sebagian saja sebagai tanda ucapan syukur dan juga melambangkan bahwa hidup manusia adalah anugerah Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Korban keselamatan berupa ternak tak bercela yang dibawa ke hadapan Tuhan. Korban ini tidak berurusan dengan dosa melainkan sebagai bakaran bagi Allah setiap kali datang ke baitNya. Sebelum disembelih, si pemilik juga harus meletakkan tangan di atas kepala binatang korban sebagai lambang keselamatan yang dianugerahkan Tuhan baginya sehingga tidak binasa dalam dosa. Ia dapat bertahan hidup hingga saat itu dan mengenal Allah merupakan anugerah Tuhan. Setelah disembelih, segala lemak, isi perut, buah ping¬gang dan umbai hatinya harus dibakar dan dipersembahkan bagi Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Korban penghapus dosa melambangkan kesadaran manusia (termasuk para imam) akan dosa lalu bersedia mengaku. Korban tersebut berupa lembu jantan muda yang disembelih dan dibakar di atas mezbah namun hanya lemak, isi perut, buah pinggang serta umbai hatinya sebagai bagian terharum. Sedangkan seluruh bagian lain harus dibakar di luar perkemahan karena Kemah Pertemuan tidak boleh dicemari. Sebelum disembelih, si pendosa harus meletakkan tangan di atas kepala lembu itu. Korban ini merupakan manifestasi nubuat tentang Tuhan Yesus yang disalibkan di luar kota Yerusalem demi menanggung dosa umat manusia. Selain itu, peristiwa ini menggambarkan betapa Tuhan tidak dapat menerima dosa dan diperlukan upaya pendamaian yang harus dijalankan manusia dengan kesungguhan hati serta kesetiaan.&lt;br /&gt;Korban penebus salah dilakukan setelah berbuat dosa tanpa sengaja karena kelalaian. Misalnya, secara tak sengaja melupakan janji dengan seseorang atau menabrak binatang piaraan orang lain hingga mati. Imamat mengajarkan bahwa si pelaku harus mengganti kerugian lalu mempersembahkan korban di bait Allah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-753121195252403941?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/753121195252403941/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-ii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/753121195252403941'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/753121195252403941'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-ii.html' title='PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian II'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-8546665795977227053</id><published>2009-07-04T12:04:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T13:59:22.381+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Teologi'/><title type='text'>PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian III</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Seluruh kisah tentang korban persembahan bagi Allah tercatat di Im 1-6 sebagai inti terpenting hingga Tuhan menegakkan peraturan ini dengan sangat ketat dan serius terutama jiwa, cara dan sikap manusia di hadapanNya ketika memberikan persembahan agar tidak mudah diselewengkan. Dari 5 macam korban di atas, penekanannya terletak pada 3 aspek global:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Pertama, Alkitab mengatakan bahwa persembahan merupakan gambaran keseriusan ketergantungan manusia kepada Tuhan. Ketika memberikan persembahan, orang Kristen seharusnya menyadari bahwa tak mungkin baginya untuk dapat menyelamatkan diri sendiri yang berdosa dari kebinasaan tanpa Tuhan membuka jalan keselamatan. Dengan demikian korban, persembahan dan dosa saling terkait erat.&lt;br /&gt;Kedua, orang Kristen seharusnya menyadari ketergantungan mutlak kepada Tuhan. Di tengah dunia yang semakin rusak dan hancur, orang Kristen membutuhkan bijaksana, anugerah, belaskasihan dan berkat Tuhan. Tak seorang pun dapat bertahan hidup dengan kekuatannya sendiri karena terlalu banyak faktor kemungkinan yang berada di luar kemampuan, strategi, prediksi dan planning manusia. Seluruhnya dapat runtuh hanya dalam waktu beberapa menit. Lalu kebanyakan orang dunia berpikir untuk bunuh diri atau berubah menjadi gila karena kehilangan harapan hidup. Dari sudut pandang Kekristenan, orang dunia seharusnya segera bertobat karena hidupnya bersandar mutlak kepada Tuhan. Ketika sungguh-sungguh mengerti akan Tuhan yang beranugerah, itulah alasan pemberian persembahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Ketiga, ketika mulai hidup dalam korban, itulah saatnya manusia mengerti bahwa ini bukanlah sekedar persembahan melainkan sacrifice dengan adanya binatang terbaik yang dibinasakan. Konsep ini menjelaskan beberapa aspek:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;(1)Tuhan tidak menghendaki barang sisa. Seorang pendeta seringkali merasa jengkel dan marah jika ada orang yang hendak masuk ke sekolah Teologi karena tidak diterima di universitas manapun atau jika sebuah keluarga yang memiliki 4 anak namun yang terbodoh dimasukkan ke sekolah Teologi sedangkan yang terpandai dimanfaatkan untuk mencari harta kekayaan. Seharusnya, anak terbaik dipersembahkan bagi kemuliaan Tuhan. Namun konsep ini dapat disalahgunakan seperti pada jaman Tuhan Yesus. Akibatnya, bait Allah dijadikan pasar untuk menjual binatang korban tak bercacat. Sedangkan binatang yang tidak dibeli di bait Allah dianggap tak sempurna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;(2)Memberi persembahan merupakan korban yang sangat serius di mana hidup si pemberi terkait di dalamnya. Banyak orang hidup dalam 2 ekstrim yang kadangkala tidak salah tetapi implikasinya dapat diselewengkan dan sangat berbahaya. Dalam Korintus diajarkan bahwa persembahan harus diberikan dengan sukarela. Maka jumlah persembahan menjadi sangat sedikit berdasarkan kerelaan hati. Dengan kata lain, tidak ada kerelaan untuk memberikan persembahan dalam jumlah besar. Lalu beberapa hamba Tuhan di Gereja tertentu merasa rugi dan mulai mengeluarkan konsep kedua yaitu persembahan adalah korban. Karena itu, jikalau persembahan tidak disertai dengan rasa sakit maka itu bukan persembahan sejati. Namun si penerima persembahan tidak merasa sakit. Padahal, Alkitab mengajarkan bahwa para imam besar yang juga berdosa justru harus mempersembahkan korban lebih dari persembahan jemaat dan disertai dengan perasaan sakit. Itulah teladan seorang hamba Tuhan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Seharusnya, setiap anak Tuhan memiliki jiwa ‘Give the best for others.’ Tanpa itu, Gereja belum melayani Tuhan dengan baik. Sedangkan persembahan uang hanyalah sebagian kecil dari hidup setiap orang Kristen karena uang bukanlah segalanya. Maka persembahan mencerminkan pandangan dan sikap si pemberi terhadap Tuhan. Setiap jemaat diharapkan untuk belajar menyadari positioning dan jiwa pelayanannya melalui persembahan. Dengan demikian, di antara jemaat akan saling melayani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;(3)Dalam persembahan terdapat kesadaran akan keberdosaan manusia. Di jaman Perjanjian Lama, setiap kali datang ke bait Allah, jemaat (kaya dan miskin) membawa korban persembahan. Akibatnya, timbullah jiwa ibadah dan pelayanan serta kesadaran bersama bahwa semua orang tidak sempurna. Kesadaran itu membuat Gereja dipakai Tuhan secara kompak dalam pekerjaanNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Di dunia ini, banyak orang ingin dilayani tapi tidak bersedia melayani dengan baik. Banyak pula yang mau menerima tapi tidak bersedia memberikan yang terbaik karena merasa dirugikan. Padahal, sebelum memberi, ia telah mengalami kerugian karena konsep pemikirannya sudah rusak. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;&lt;br /&gt;(4)Semua peraturan tentang korban tidak boleh disalahgunakan. Dalam Imamat dijelaskan bahwa tak semua korban boleh diambil oleh Imam sekeluarga atau si pemberi. Hanya korban keselamatan yang sebagian dapat dikembalikan dan dinikmati oleh pemiliknya. Selain itu, Tuhan tidak hanya menuntut jemaat untuk memikirkan tentang persembahan tapi juga menggumulkan pengelolaan dan pengembangannya secara bertanggung jawab. Karena itu, jemaat berhak memeriksa dan mempelajari keuangan Gereja. Maka diharapkan jemaat tidak mencantumkan sekedar NN ketika memberikan persembahan melainkan cukup dengan kode karena Alkitab memang mengajarkan bahwa orang lain tidak perlu mengetahuinya. Harus diingat bahwa Gereja adalah institusi yang Tuhan tegakkan sebagai manifestasi tubuh Kristus di tengah dunia. Jadi, yang berperan adalah setiap jemaat. Segala macam penyelewengan konsep Gereja perlu ditindak tegas dan keras sehingga nama baik Kekristenan tidak rusak.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-8546665795977227053?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/8546665795977227053/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-iii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8546665795977227053'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8546665795977227053'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-iii.html' title='PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian III'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-9135910007025107865</id><published>2009-07-04T12:03:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T13:59:08.958+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Teologi'/><title type='text'>PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian IV</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Persembahan dan persepuluhan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Perpuluhan baru berkembang menjadi topik sentral dan significant yang dipertanyakan dan dibahas dalam Gereja sejak abad 20. Inilah pentingnya mempelajari sejarah Teologi supaya tidak terkecoh oleh banyak isu sebagai produk filsafat, budaya dan permainan dunia yang menyusup lalu mengacaukan Kekristenan. Karena banyaknya pembicaraan tentang perpuluhan, jemaat menjadi bingung hingga beberapa pertanyaan muncul dalam pemikiran mereka: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(1)Perlukah memberi perpuluhan? Padahal, di sepanjang Perjanjian Baru tidak terdapat perintah tersebut. Hanya Perjanjian Lama yang membicarakannya. Sepanjang Perjanjian Baru, istilah ‘perpuluhan’ disinggung hanya di Ibrani namun sebenarnya Paulus hendak membicarakan tentang Kristologi dalam diri Melkisedek. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(2)Lalu perpuluhan jemaat digunakan untuk apa? Seringkali perpuluhan masuk ke kantong pendeta hingga semakin kaya. Sedangkan konsepnya diputarbalikkan untuk memancing jemaat agar memberi perpuluhan dengan setia namun bukan karena ketulusan hati melainkan jiwa materialistis. Maka kelak si pemberi mungkin akan mengalami banyak masalah hingga bangkrut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(3)Betulkah konsep yang mengatakan bahwa dengan memberi perpuluhan, si pemberi akan mendapat berkat?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Pertama kali istilah ’perpuluhan’ disebutkan di Perjanjian Lama yaitu dalam Kej 14:18-20 oleh Abram sebelum menjadi Abraham dan diberikan pada Melkisedek yang sangat unik dan misterius. Kej 14:18 mencatat, “&lt;i&gt;Melkisedek, raja Salem, membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah yang Mahatinggi.”&lt;/i&gt; Kalau pembaca Perjanjian Lama tidak mengacu pada Perjanjian Baru maka ungkapan ‘membawa roti dan anggur’ jadi tak bermakna. Padahal dalam konteks Perjanjian Baru, ungkapan tersebut berarti bukan sekedar makanan melainkan mempunyai makna khusus yang tampak dalam diri Tuhan Yesus. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Selanjutnya, tercatat bahwa Melkisedek memberkati Abram lalu Abraham memberi perpuluhan sebagai respon. Seringkali Kej 14:18-20 dipakai sebagai dasar pemberian perpuluhan oleh sebelas suku Israel kepada orang Lewi. Selain itu, ayat tersebut juga dijadikan alasan perpuluhan diberikan pada hamba Tuhan. Jikalau jemaat hanya membaca Perjanjian Lama maka langsung terjebak ke dalam pemikiran dan interpretasi yang sesat. Sebenarnya, hakekat perpuluhan telah diungkapkan di Kej 14 namun para pembaca sulit menangkap artinya, kecuali telah memahami Ibr 7. Dalam Kej 14:18 dinyatakan bahwa Melkisedek memiliki 3 jabatan sekaligus: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(1)raja Salem atau penguasa dunia sekuler, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(2)imam yang bertugas mewakili jemaat untuk menghadap Tuhan, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(3)nabi atau wakil Tuhan yang membawa berita pada manusia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:12;"  lang="IN" &gt;Jabatan ketiga ini tidak disebutkan tetapi dilakukan, “Lalu ia memberkati Abram” (Kej 14:19). Karena ia adalah manifestasi Kristus di Perjanjian Lama maka Abram memberi perpuluhan kepadanya. Artinya, perpuluhan hanya dipersembahkan bagi Tuhan. Tak seorangpun mampu mencakup ketiga jabatan tersebut sekaligus. Di sepanjang sejarah, hanya 1 pribadi yang berhasil mencakup ketiganya dengan sempurna total yaitu Kristus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-9135910007025107865?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/9135910007025107865/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-iv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/9135910007025107865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/9135910007025107865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-iv.html' title='PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian IV'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-8578953847450756600</id><published>2009-07-04T12:02:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T13:58:52.161+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Teologi'/><title type='text'>PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian V</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Tanpa membaca Ibr 7:1-3, orang Kristen tidak akan pernah mengerti perihal Melkisedek yang sangat misterius hingga dikatakan, “&lt;i&gt;Ia tidak berbapa, tidak beribu, tidak bersilsilah, harinya tidak berawal dan hidupnya tidak berkesudahan, dan karena ia dijadikan sama dengan Anak Allah.&lt;/i&gt;” Setelah memahami Melkisedek sebagai gambaran Kristus, barulah dimengerti bahwa roti dan anggur merupakan figurasi tubuh dan darah Tuhan yang dicurahkan demi penebusan dosa. Maka hingga hari ini, semua orang Kristen memperingati Perjamuan Kudus dengan roti dan anggur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Progressive Revelation (Wahyu progresif) tentang perpuluhan mencapai klimaks di Kitab Maleakhi sebagai bagian terakhir Perjanjian Lama. Dalam Mal 3, Tuhan membicarakan essensi perpuluhan dan Mal 3:8-9 merupakan motivasi mengapa Ia harus menjelaskan konsep tersebut. Mal 3:8 mencatat bagaimana Tuhan dengan keras mengkritik motivasi orang Kristen sebagai anakNya, pekerja dan pelayanNya yang tak sesuai kehendakNya, “Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: “&lt;i&gt;Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?&lt;/i&gt;” Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus!” Kitab Maleakhi ditulis setelah pembuangan Israel di Babel. Jadi, pada saat itu bangsa Israel sangat takut untuk mempermainkan aturan Tuhan bahkan tidak berani menyembah ilah lain atau berhala karena Tuhan adalah Allah yang murka. Tetapi, mereka tidak sungguh bertobat melainkan hanya memiliki konsep duniawi yang sangat materialistis dan bersifat aturan (law system) hukum Taurat. Yang ada dalam pemikiran mereka ialah Tuhan yang ingin selalu ditaati dan dihormati. Maka mereka sangat setia menjalankan persembahan korban setiap hari. Ironisnya, hidup mereka sangat liar, mulai dari para imam yang melayani Tuhan hingga kaum awam. Dengan demikian, para imam telah mencemarkan seluruh pelayanan dan ibadah yang dijalankan secara rutin di bait Allah hingga tak ada lagi jiwa pelayanan yang jujur, tulus dan takut akan Tuhan. Sedangkan umat Israel mempermainkan kehidupan iman Kristen dengan kawin campur dan kawin cerai. Karena itu, Tuhan murka, “&lt;b&gt;Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku!&lt;/b&gt;” (Mal 3:9).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Ada 1 ayat yang merupakan cetusan visi hati Tuhan dan jiwa seluruh pengajaran tentang perpuluhan yaitu Mal 1:6, “Seorang anak menghormati bapanya dan seorang hamba menghormati tuannya. Jika Aku ini bapa, di manakah hormat yang kepadaKu itu? Jika Aku ini tuan, di manakah takut yang kepadaKu itu? Firman Tuhan semesta alam kepada kamu, hai para imam yang menghina namaKu. Tetapi kamu berkata: “&lt;i&gt;Dengan cara bagaimanakah kami menghina namaMu?&lt;/i&gt;” Ayat tersebut menunjukkan bahwa orang Yahudi pada jaman itu tidak takut dan hormat kepada Tuhan. Maka Ia menuntut, “&lt;i&gt;Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan&lt;/i&gt;” (Mal 3:10). Perpuluhan harus didasarkan pada konsep Covenant Theology, seperti raja kecil yang telah ditundukkan, memberi upeti terbaik pada raja besar yang menaklukkannya. Covenant adalah perjanjian antara 2 pihak tak sejajar, dari atasan pada bawahan. Ketika raja besar mengadakan covenant dengan raja kecil maka selama raja kecil taat, perjanjian dirancangnya untuk menolong serta menjadi berkat kesejahteraan dan perlindungan bagi keberadaan raja kecil. Sedangkan raja kecil tidak berhak mengatur segalanya bahkan menyatakan setuju atau tidak. Maka pihak luar yang hendak menyerang raja kecil menjadi musuh raja besar. Ia segera mengirim pasukan untuk melawan musuh dan tidak akan membiarkan raja kecil dihancurkan. Ketika raja kecil mengalami krisis ekonomi atau kelaparan, ia akan mengirim makanan dan bantuan ekonomi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Dalam Kekristenan, prinsip Covenant menjadi sangat sentral dan terus dijalankan dari Perjanjian Lama hingga Perjanjian Baru sebagai hubungan antara Allah yang berdaulat dan umatNya. Sebagai simbol penundukkan diri mutlak, orang Kristen mempersembahkan perpuluhan kepada Allah supaya seluruh pekerjaanNya dapat dijalankan di tengah dunia demi kemuliaanNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Yang dimaksud dengan perpuluhan adalah 10% dari hasil yang diterima atas perkenanNya. Maka perpuluhan merupakan nilai yang Tuhan kehendaki untuk dikembalikan kepadaNya dengan motivasi murni. Ironisnya, orang Kristen jaman ini seringkali melakukan tindak penipuan terhadap Tuhan, misalnya meminta berkat lebih banyak dengan dalih agar dapat memberi perpuluhan lebih besar lagi. Atau, menganggap persentase perpuluhan terlalu besar dan berharap dapat diperkecil. Jadi, hasil semakin banyak tapi persentase makin diperkecil karena tidak rela. Padahal, ketika Tuhan memberi gaji sebesar Rp 1.000.000,-, hanya Rp 100.000,- saja yang dikembalikan kepadaNya, sedangkan Rp 900.000,- boleh dinikmati oleh si penerima gaji. Akan lebih baik lagi jika persentase perpuluhan dinaikkan. Itulah alasan Perjanjian Baru tidak membicarakan persentase perpuluhan melainkan jiwa, sikap dan komitmen kepada Tuhan. Jadi, perlukah perpuluhan tetap dijalankan? Ada 2 alasan penting yang perlu dipertimbangkan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Pertama, problem motivasi: hendak memberikan lebih atau kurang dari 10%? Manifestasi ibadah terlihat dari sikap ketika memberi persembahan. Orang Kristen yang takut dan hormat pada Tuhan, akan memberi persembahan terbaik dan melayani dengan sungguh karena ia berani berkorban tanpa pamrih serta tidak merasa dirugikan. Persentase perpuluhan telah diatur oleh Tuhan sedemikian rupa sehingga tidak terlalu besar atau kecil bagi seluruh jemaat. Selain perpuluhan, Alkitab mencatat adanya persembahan khusus. Jadi, perpuluhan bukanlah persembahan maksimum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kedua, konsep di Alkitab adalah kontinyuitas dan diskontinyuitas yang berjalan bersamaan serta tidak akan pernah berubah. Dalam konsep kontinyuitas terdapat praktek diskontinyu (berhenti lalu berubah). Misalnya, Perjanjian Lama mencatat adanya persembahan korban namun dalam Perjanjian Baru, seluruhnya dihentikan lalu diganti dengan pengorbanan Kristus di kayu salib sebagai domba Paskah terakhir dan kekal. Tapi, dalam konsep diskontinyuitas juga terdapat kontinyuitas yaitu prinsip yang dijalankan di Perjanjian Lama dan Baru, ‘Setiap orang berdosa harus ditebus dengan darah.’ Alkitab menjelaskan, ketika suatu konsep didiskontinyu maka pasti muncul ayat yang menegaskan bahwa praktek itu dihentikan lalu diganti dengan model baru. Demikian pula perpuluhan. Meskipun Perjanjian Baru tak memberi penjelasan tapi juga tidak ada diskontinyuitas perpuluhan. Dengan kata lain, perpuluhan tetap dijalankan sebagai kriteria minimal tapi harus dengan motivasi yang tepat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Mal 3:10 mencatat bahwa perpuluhan di jaman itu tidak diberikan pada orang Lewi melainkan ke rumah perbendaharaan supaya tidak terjadi penyelewengan penggunaan karena 12 suku Israel telah bubar, 10 suku menjadi orang Samaria dan 2 suku masih setia. Dahulu, suku Lewi sebagai penerima persembahan ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaan Tuhan saja. Karena itu, mereka ditunjang oleh 11 saudaranya dimana 2 suku kecil bergabung jadi 1 sehingga jumlah keseluruhan menjadi 10 suku yang memberi perpuluhan. Dengan demikian, mereka menerima 100% dikurangi dengan perpuluhan sehingga pendapatannya menjadi 90%, sama dengan saudara yang lain. Artinya, pelayan Tuhan tidak akan dirugikan ataupun dilewatkan karena prinsip Tuhan tidak merugikan siapapun. Pendeta akan mendapat jaminan hidup yang setara dengan rata-rata dari seluruh kondisi ekonomi jemaatnya. Karena jumlah jemaat tidak stabil maka perpuluhan diberikan ke rumah perbendaharaan supaya ada persediaan makanan di rumah Tuhan (Mal 3:10) dan sebagian lagi dapat disalurkan pada mereka yang membutuhkan, seperti sekolah Teologi, hamba Tuhan pedesaan, misi penginjilan di pelosok, pembukaan pos PI dan sebagainya. Namun pengelolaan uang persembahan dan pemeliharaan keberadaan rumah perbendaharaan merupakan tanggung jawab seluruh jemaat sehingga tidak terjadi penyelewengan. Jikalau telah diketahui bahwa uang persembahan akan dimanipulasi oleh phak tertentu maka sebaiknya tidak diberikan karena bagaimanapun juga, persembahan adalah uang Tuhan. Kalau si pemberi tidak mau tahu tentang hal itu maka ia telah berbuat dosa ignorance. Sedangkan pihak Gereja perlu menata sistem supaya penyelewengan dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-8578953847450756600?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/8578953847450756600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-v.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8578953847450756600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8578953847450756600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-v.html' title='PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian V'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-8948577689254829412</id><published>2009-07-04T12:01:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T13:58:39.576+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Teologi'/><title type='text'>PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian VI</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Persembahan dan berkat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Kita ini akan membahas aspek terakhir persembahan. Tuhan pasti memberkati setiap umatNya yang setia, taat dan sungguh-sungguh dalam beribadah termasuk memberi persembahan dengan baik. Tapi, kalau persembahan diberikan dengan motivasi untuk mendapat berkat Tuhan maka si pemberi berdosa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Sebelumnya telah dibahas bahwa persembahan diberikan ke rumah perbendaharaan supaya pengelolaan bait Allah berjalan dengan baik sehingga terpelihara dan tak kekurangan sesuatupun. Setelah itu, Tuhan berjanji, “&lt;i&gt;Ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan. Aku akan menghardik bagimu belalang pelahap, supaya jangan dihabisinya hasil tanahmu dan supaya jangan pohon anggur di padang tidak berbuah bagimu, firman Tuhan semesta alam. Maka segala bangsa akan menyebut kamu berbahagia, sebab kamu ini akan menjadi negeri kesukaan, firman Tuhan semesta alam” (Mal 3:10-12)&lt;/i&gt;. Inilah anugerahNya setelah perintah persembahan dijalankan. Sesungguhnya, Allah yang berotoritas tidak perlu menjanjikan apapun tetapi berhak menuntut orang Kristen untuk memberi persembahan ke rumahNya karena manusia dan seluruh harta dunia adalah ciptaanNya. Sedangkan manusia tak berhak melawanNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Allah yang agung sangat mengasihi manusia. Ironisnya, ketika mendengar janji tersebut, manusia berdosa cenderung bersikap kurang ajar dengan menganggapnya sebagai kesempatan untuk menguji Tuhan sekehendak hati. Padahal, seharusnya anak Tuhan bereaksi takut dan gentar. Memang, sangat sedikit orang Kristen yang mengerti hubungan vertikal ini dengan baik hingga jadi lebih rendah hati dan mawas diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Selain itu, janji tersebut juga menunjukkan bahwa Tuhan takkan pernah ingkar karena Ia berdaulat. Janji Tuhan bukanlah konsep sejajar. Maka tak seorang pun berhak mengklaimNya. Tapi, banyak orang Kristen justru berani menuntut Tuhan. Padahal sikap seperti itu termasuk pelecehan, seolah-olah Ia tidak akan memenuhi janjiNya. Kalau Tuhan tidak menepati janji, berarti Ia tak bertanggung jawab. Padahal, perjanjian diberikan oleh Allah demi memelihara umatNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Allah tak pernah bermaksud memanipulasi manusia. MotivasiNya sangat murni. Bahkan ketika Ia menuntut setiap orang Kristen untuk menjalankan perintahNya, itu demi kebaikan orang tersebut. God is a Self-Sufficient God (Tuhan adalah Allah yang mencukupkan Diri dalam segala sesuatu). Maka Ia tidak membutuhkan apapun dari manusia. Justru, kemurnian motivasiNya harus dijadikan pelajaran penting dalam Kekristenan. Jangan memakai janjiNya untuk egois materialis melainkan harus diresponi juga dengan kemurnian motivasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Seluruh konsep Alkitab mengatakan bahwa ketika Allah memberi janji, pasti ada perintah yang harus dijalankan terlebih dahulu. Takkan pernah terjadi, janji dicetuskan tanpa adanya perintah. Da¬lam Mal 3:10 dicatat, “&lt;i&gt;Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumahKu dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.” Yoh 15:16&lt;/i&gt; mencatat firman Tuhan, &lt;i&gt;“Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap.” Inilah perintah yang harus dikerjakan oleh semua anak Tuhan sebelum mendapatkan janjiNya, “supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam namaKu, diberikanNya kepadamu.” &lt;/i&gt;Namun kebanyakan orang berdosa termasuk orang Kristen mengingat hanya ayat b untuk mengklaim janji Tuhan dan melupakan perintahNya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Fakta ini menunjukkan betapa jahat dan egoisnya manusia. Padahal, jikalau perintahNya dikerjakan sebaik mungkin maka tanpa perlu diklaim, Tuhan pasti memenuhi janji. Mat 28:19-20 juga mencatat amanat agung, “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu.” Selanjutnya, kalimat terakhir menyatakan, “&lt;i&gt;Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir jaman.&lt;/i&gt;” God of Emmanuel. Allah beserta kita selamanya. Ayat ini seringkali dihafalkan untuk menghadapi kesusahan, ketakutan dan sebagainya. Tapi, perintahNya tak diingat apalagi dijalankan. Orang Kristen sejati seharusnya mengerti bagaimana berurusan dengan janji Tuhan yaitu melalui perintahNya. Jadi, setelah perintah Tuhan dimengerti maka janjiNya dapat dimengerti pula kemudian hubungan antara keduanya pun dapat dipahami. Dengan demikian, komposisi pengertian menjadi tepat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Dalam 2 Kor, Paulus menjelaskan pengertian berkat Tuhan, “&lt;i&gt;Camkanlah ini: Orang yang menabur sedikit, akan menuai sedikit juga, dan orang yang menabur banyak, akan menuai banyak juga” (2 Kor 9:6)&lt;/i&gt;. Prinsip ini sangat logis dan wajar. Maka dalam 2 Kor 9:7 ia memerintahkan, “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.”&lt;i&gt; Setelah perintah ini dijalankan, barulah janji diberikan, “Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan” (2 Kor 9:8).&lt;/i&gt; Dengan kata lain, Paulus menginginkan semua orang Kristen memahami berkat Tuhan, bukan hanya sekedar secara aspek material tetapi ia ingin mereka mengerti akan kebaikanNya melalui anugerah berlimpah dalam konsep yang lebih holistik, meluas dan menyatu ke seluruh hidup. Persembahan sebenarnya dapat membangun hati yang puas dan bersyukur kepada Tuhan. Orang yang tak pernah puas akan menyengsarakan hidupnya sendiri dan juga orang di sekitarnya di manapun ia berada. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-8948577689254829412?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/8948577689254829412/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-vi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8948577689254829412'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/8948577689254829412'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-vi.html' title='PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian VI'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-2059525635788422343</id><published>2009-07-04T12:00:00.000+07:00</published><updated>2009-07-04T13:57:56.655+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Teologi'/><title type='text'>PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian VII</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Salah satu hal yang indah dalam persembahan adalah kesadaran bahwa Tuhan telah menganugerahkan kecukupan hingga manusia mampu memberi persembahan kepadaNya. Perkataan Paulus yang sangat mengesankan yaitu, “&lt;i&gt;Aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan”&lt;/i&gt; (Flp 4:11-12). Kecukupan dalam Kristus bukan berarti pasif dan tak berjuang karena perjuangan dan hasil merupakan 2 aspek yang seharusnya dapat memberi kepuasan. Orang Kristen yang hidup dalam Tuhan akan mengerti bahwa berkat diterima bukan dari manusia melainkan Tuhan. Orang dunia tak mampu memahami konsep ini. Akibatnya, mereka sering menggerutu hingga merusak dirinya sendiri. Ketika orang Kristen sangat bersyukur kepada Tuhan, di manapun ia akan menjadi berkat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Kebanyakan orang berpikir bahwa ketika memiliki banyak uang dan harta maka pada saat itu Tuhan memeliharanya. Padahal banyak orang kaya dipelihara bukan oleh Tuhan melainkan setan. Akibatnya, uang yang sangat banyak itu digunakan dengan sia-sia dan tanpa tanggung jawab. Tapi, bukan berarti bahwa Tuhan tidak memperbolehkan orang Kristen menjadi kaya. Justru, ketika seseorang merasakan kekurangan, barulah ia mulai belajar the God of providence (Allah yang memelihara). Pada saat ia membutuhkan uang, Tuhan pasti melimpahkan kecukupan dengan perantaraan orang lain. Maka orang Kristen seharusnya tak perlu mengkuatirkan segala sesuatu selama ia taat kepadaNya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Ketika orang Kristen diperbolehkan belajar memberi persembahan dengan baik, Tuhan sedang melatihnya untuk mengerti penatalayanan uangNya. Dan kesadaran akan Tuhan yang mencukupkan merupakan anugerah besar. Setiap orang Kristen seharusnya menyadari bahwa Tu¬han mengetahui apa yang dilakukannya. Maka memberi persembahan dengan jujur sesuai dengan a¬nugerah yang diterima akan membuat semua relasi juga lebih jujur. Dengan demikian, jujur di hadapan Tuhan menjadi kunci persembahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Alkitab mengajarkan bahwa orang Kristen boleh menjadi kaya seperti Abraham yang mampu menguasai seluruh kekayaannya. Banyak orang kaya malah terjebak hingga menjadi budak uang. Akibatnya, ia tetap merasa kurang puas. Alkitab mencatat, “Adapun Abram sangat kaya, banyak ternak, perak dan emasnya. Juga Lot, yang ikut bersama-sama dengan Abram, mempunyai domba dan lembu dan kemah. Tetapi negeri itu tidak cukup luas bagi mereka untuk diam bersama-sama, sebab harta milik mereka amat banyak, sehingga mereka tidak dapat diam bersama-sama. Karena itu terjadilah perkelahian antara para gembala Abram dan para gembala Lot. Maka berkatalah Abram kepada Lot: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;“&lt;i&gt;Janganlah kiranya ada perkelahian antara aku dan engkau, dan antara para gembalaku dan para gembalamu, sebab kita ini kerabat. Bukankah seluruh negeri ini terbuka untuk engkau? Baiklah pisahkan dirimu dari padaku; jika engkau ke kiri, maka aku ke kanan, jika engkau ke kanan, maka aku ke kiri. Lalu Lot melayangkan pandangnya dan dilihatnyalah, bahwa seluruh Lembah Yordan banyak airnya, seperti taman Tuhan. Sebab itu Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu” (Kej 13:2, 5-11).&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Walaupun demikian, Abraham tidak marah terhadap kemenakannya yang kurang ajar. Padahal, sebenarnya ia berhak menggerutu karena kecewa. Namun ia tetap tenang meskipun hartanya diambil sebagian. Demikian pula Ayub. Ketika seluruh harta kekayaannya habis lenyap, yang kebingungan justru adalah istrinya. Ayub dengan tenang mengatakan, “&lt;i&gt;Dengan telanjang aku keluar dari kandungan ibuku, dengan telanjang juga aku akan kembali ke dalamnya. Tuhan yang memberi, Tuhan yang mengambil, terpujilah nama Tuhan!” (Ayb 1:21). &lt;/i&gt;Dengan demikian, ia tidak lagi terikat oleh kekayaannya. Maka Tuhanlah yang bertindak karena prihatin. Alkitab mencatat, “Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah Tuhan kepada Abram: “&lt;i&gt;Pandanglah sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, sebab seluruh negeri yang kaulihat itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya “ (Kej 13:14). &lt;/i&gt;Kalau seseorang sungguh setia dan mampu menjadi orang kaya yang tak mudah terpengaruh oleh materi maka prinsip Tuhan, “&lt;i&gt;Barangsiapa setia dengan perkara kecil, ia akan diberi hak untuk perkara lebih besar.”&lt;/i&gt; Kalau tidak mampu, Ia akan mengambil kembali semuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-2059525635788422343?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/2059525635788422343/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-vii.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/2059525635788422343'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/2059525635788422343'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/07/persembahan-yang-berkenan-bagian-vii.html' title='PERSEMBAHAN YANG BERKENAN Bagian VII'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-479277532479224339</id><published>2009-06-03T23:55:00.001+07:00</published><updated>2009-06-03T13:58:56.012+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Teologi'/><title type='text'>Allah = Kasih...???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SiYexSW9cyI/AAAAAAAAAPQ/CZiG4590k4o/s1600-h/godisloveew7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 289px; height: 308px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SiYexSW9cyI/AAAAAAAAAPQ/CZiG4590k4o/s320/godisloveew7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342991840012235554" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;Apa artinya Allah adalah kasih? Pertama-tama kita perlu melihat bagaimana Firman Tuhan, Alkitab, menggambarkan ”kasih,” dan kemudian kita akan melihat beberapa cara pengajaran ini diterapkan pada Allah. ”Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap” (1 Korintus 13:4-8).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah cara Allah menggambarkan kasih. Allah adalah seperti yang digambarkan itu, dan orang Kristen perlu menjadikan ini sebagai tujuan mereka (walaupun selalu dalam proses). Ekspresi yang paling utama dari kasih Allah dikomunikasikan kepada kita dalam Yohanes 3:16 dan Roma 5:8. ”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16). “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa” (Roma 5:8). Dari ayat-ayat ini kita bisa melihat bahwa Allah sangat menginginkan kita bersama-sama dengan Dia dalam rumahNya yang kekal, Surga. Dia telah membuka jalan dengan membayar harga dosa-dosa kita. Dia mengasihi kita karena Dia memilih untuk melalukan hal itu. ”Hati-Ku berbalik dalam diri-Ku, belas kasihan-Ku bangkit serentak” (Hosea 11:8). Kasih mengampuni. “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan” (1 Yohanes 1:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih (Allah) tidak memaksakan diri pada orang lain. Orang-orang yang datang kepadaNya, datang kepadaNya sebagai respons terhadap kasihNya. Kasih (Allah) menyatakan kemurahan pada semua orang. Kasih (Yesus) berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang bulu. Kasih (Yesus) tidak cemburu pada apa yang orang lain miliki, hidup sederhana tanpa mengeluh. Kasih (Yesus) tidak membesar-besarkan diri sekalipun Dia dapat mengalahkan semua orang lain. Kasih (Allah) tidak menuntut ketaatan. Allah tidak menuntut ketaatan dari sang Anak, namun sang Anak secara sukarela menaati BapaNya di surga. ”Dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku” (Yohanes 14:31). Kasih (Yesus) selalu memperhatikan kepentingan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambaran singkat mengenai kasih ini mengungkapkan hidup yang tidak mementingkan diri sendiri, sesuatu yang bertentangan dengan hidup mementingkan sendiri dari dunia ini. Yang luar biasa, Tuhan telah memberikan kepada mereka yang menerima AnakNya, Yesus, sebagai Juruselamat mereka dari dosa, kemampuan untuk mengasihi sebagaimana Dia mengasihi. Dia memberikan ini melalui kuasa Roh Kudus (lihat Yohanes 1:12; 1 Yohanes 3:1, 23, 24). Suatu tantangan dan hak istimewa yang luarbiasa!&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-479277532479224339?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/479277532479224339/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/06/allah-kasih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/479277532479224339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/479277532479224339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/06/allah-kasih.html' title='Allah = Kasih...???'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SiYexSW9cyI/AAAAAAAAAPQ/CZiG4590k4o/s72-c/godisloveew7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-2276131418561128107</id><published>2009-06-03T22:42:00.000+07:00</published><updated>2009-06-03T13:04:18.351+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Artikel Khotbah'/><title type='text'>Amanat Agung</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ShQl5wOJqAI/AAAAAAAAAOI/MmHLpYj0FLE/s1600-h/jesus-bible-14g.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 253px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ShQl5wOJqAI/AAAAAAAAAOI/MmHLpYj0FLE/s320/jesus-bible-14g.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337933132467906562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nats: Mat 28: 16- 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita merayakan hari kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga, pasti kita tidak pernah lupa akan Amanat yang Tuhan berikan kepada setiap orang yang percaya bahwa Yesus adalah Tuhan semesta alam. Karena Yesus mengatakan: “Kepada- Ku telah diberikan segala kuasa di Sorga dan di Bumi...” kepada beberapa orang yang ragu- ragu menyembah- Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Amanat dalam arti lainnya adalah perintah dan oleh karena yang memberi perintah itu adalah Tuhan, jadi sangatlah tepat kalau perintah itu adalah Agung (sesuatu yang besar dan mulia). Saya percaya di setiap dada orang Kristen ada kebanggaan yang telah terpatri kuat dalam setiap sikap, kelakuan, ucapan, dan perbuatan hidupnya. Adalah sebagai suratan Injil Kristus yang terbuka, sehingga tercermin sebagai saksi Kristus yang hidup dan setia untuk orang lain yang hidup di sekitarnya, dalam rangka menjalankan Amanat tersebut. Adapun Amanat Agung yang selengkapnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;: “...Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid- Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus...” Kalimat pergilah mengartikan sesuatu yang aktif, bergerak dan sesuatu yang dinamis, tidak boleh pasif atau yang kecenderungannya berjalan ditempat dan bermalas- malasan. Seringkali banyak umat  Tuhan pada saat sudah diberkati lupa akan peranannya tersebut  sehingga sudah merasa nyaman di zona itu dan tidak lagi merasa perlu untuk keluar (Eklesia) memberitakan Injil dalam ketaatan kepada Amanat Agung tersebut, sehingga sampai matinya tidak satupun jiwa dibawa kepada Tuhan. Payah dech!?&lt;br /&gt;Demikian juga pada saat mendapat masalah, hal yang sama seperti diatas juga dilakukan seperti itu, hidupnya hanya berputar- putar dengan masalah tersebut. Tidak lagi mementingkan Amanat Tuhan tersebut  akan tetapi lebih mementingkan dirinya sendiri dan masalahnya saja dan akhirnya malah mati dengan masalahnya. Padahal fiman Tuhan mengatakan: Tetapi carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu...(Mat 6: 33).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memuridkan setiap orang untuk menjadi murid Tuhan, sesungguhnya adalah pekerjaan yang mulia. Mengingat siapa kita ini sebelumnya yang adalah orang berdosa, orang yang cemar dan orang yang jahat. Yang pada akhirnya dipercayakan oleh Tuhan Yesus untuk menjadi kawan sekerja- Nya, alangkah bangganya kita kawan!? Jangan ditolak yach?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;: ...dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang  telah Kuperintahkan kepadamu. Kalau kita merenungkan Firman ini mungkin kita bingung, perintah yang mana yang akan kita ajarkan kepada orang lain itu, sebab perintah Tuhan yesus itu kan banyak sekali. Akan tetapi sebenarnya kalau kita cermati membaca Firman ini kita tidak bingung koq. Bagaimana caranya? Perhatikan kalimatnya: Ajarlah mereka melakukan. Untuk mengajarkan  orang lain melakukan perintah Tuhan itu, caranya adalah kitalah yang terlebih dahulu  memberikan contoh;  melakukannya dan mempraktekannya Firman itu, dalam kehidupan kita sehari- hari, sehingga aktifitas kita terlihat dengan jelas oleh orang- orang yang disekitar kita tersebut.Yang pada akhirnya orang- orang  tersebut memahami benar ajaran- ajaran Yesus itu dan sampai tergugah perasaannya sehingga timbul ketertarikannya dan otomatis mengikuti- Nya dengan penuh kesadaran. Dengan kata lain bukan hanya teori saja kita mengajar mereka, akan tetapi yang utama adalah prakteknya, mbock. Hidupku bukan aku lagi tapi Yesus didalamku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ketiga&lt;/span&gt;: “...dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,... Pertanyaannya disini mengapa mereka perlu dibaptis? Bukankah pada saat mereka telah melakukan segala perbuatan kebenaran yang sesuai diperintahkan Tuhan, itu sudah cukup? - Belum saudaraku! -Sesungguhnya mereka dan juga kita harus menerima pengesahan dalam bentuk  baptisan, sebagai bukti bahwa kita mati bersama Yesus Kristus dan bangkit juga bersama Yesus Kristus sebagai materai yang dari Sorga tersebut. Mengapa demikian? Bukankah kita masih ingat, bahwa keselamatan itu adalah merupakan sebuah Anugerah yang dari Tuhan Yesus. Bukan dari upaya manusia, ya kan? Jadi apabila nama kita ingin tercatat dalam kerajaan sorga; harus dimateraikan, nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus dan dalam nama Tuhan Yesuslah sebagai jaminan kita untuk memperoleh hidup yang kekal di Sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keempat&lt;/span&gt;:... Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Disini Tuhan memberikan jaminan kepada umat kepunyaan- Nya, untuk tidak takut dan tidak ragu dalam menjalankan amanat- Nya tersebut. Kita mempunyai Tuhan yang bertanggung- jawab atas setiap perintah- Nya dan kita tidak pernah ditinggalkan sendirian sebagai yatim piatu.  Perlindungan -Nya sempurna, penyertaan- Nya setia, Tuhan kita adalah Tuhan yang kekal untuk selama- lamanya. Namanya Tuhan Yesus Kristus, nama diatas segala nama, penasehat ajaib, Allah yang perkasa. Aleluyah amien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/164/A049A49434FEABA388BB8D7028A462F1.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6070978916748772594-2276131418561128107?l=denny-harseno.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://denny-harseno.blogspot.com/feeds/2276131418561128107/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/05/amanat-agung.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/2276131418561128107'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6070978916748772594/posts/default/2276131418561128107'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://denny-harseno.blogspot.com/2009/05/amanat-agung.html' title='Amanat Agung'/><author><name>Pdt. Denny Harseno, M. A., D. Min.</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12152124026824128994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='21' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ScMp9g4fvmI/AAAAAAAAAD0/P9lhQ8XgASg/S220/IMG_8347.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/ShQl5wOJqAI/AAAAAAAAAOI/MmHLpYj0FLE/s72-c/jesus-bible-14g.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6070978916748772594.post-2815659022210471031</id><published>2009-06-03T17:50:00.000+07:00</published><updated>2009-06-03T13:12:09.684+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ruang anak muda'/><title type='text'>KEPERCAYAAN YANG SEJATI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SiOzZb-cxNI/AAAAAAAAAOY/YKkv_DWNDAo/s1600-h/a-buterfly.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 261px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_M81f_u94zjY/SiOzZb-cxNI/AAAAAAAAAOY/YKkv_DWNDAo/s320/a-buterfly.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342310832579331282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;meta equiv="Content-Type" content="text/html; charset=utf-8"&gt;&lt;meta name="ProgId" content="Word.Document"&gt;&lt;meta name="Generator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;meta name="Originator" content="Microsoft Word 11"&gt;&lt;link rel="File-List" href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CYEBBY_%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml"&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt; &lt;!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Traditional Arabic"; 	panose-1:2 1 0 0 0 0 0 0 0 0; 	mso-font-charset:178; 	mso-generic-font-family:auto; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:24577 0 0 0 64 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-font-family:"Traditional Arabic";} @page Section1 	{size:595.3pt 841.9pt; 	margin:72.0pt 90.0pt 72.0pt 90.0pt; 	mso-header-margin:35.4pt; 	mso-footer-margin:35.4pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --&gt; &lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Nats : I Petrus 1:2-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita perhatikan, pada ayat 6 terdapat kalimat yang bersifat paradox (yang kelihatannya bertentangan) dimana dikatakan, "Bergembiralah akan hal itu, sekalipun sekarang ini seketika harus berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan." Itu tidak mudah! Kita dapat bersukacita pada saat jalan hidup kita lancar dan segala sesuatu beres tetapi disini justru dikatakan bergembiralah walaupun di dalam waktu yang seketika kamu mengalami satu dukacita. Dari ayat ini kita akan melihat dua hal yaitu: 1). Aspek Pencobaan. Dan 2) Manfaat dari pencobaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Ketika di ayat itu dikatakan "Bergembiralah akan hal itu", maksudnya adalah hal-hal yang di atasnya, yaitu berkenaan dengan keselamatan. Bergembira karena jemaat sudah memiliki keselamatan yang begitu indah yang dimulai sejak kekekalan dan yang dinyatakan dalam proses waktu (ayat 2). Kita harus membedakan dua dimensi sebab dimensi kekekalan tidak berada di dalam proses. Bagi Allah tidak ada past, present ataupun future tetapi selalu everpresent, selalu sekarang sedangkan di dalam proses ruang dan waktu kita mengenal adanya masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. Rencana Allah yang sudah memilih kita di dalam Kristus, dikerjakan oleh Roh Kudus dinyatakan di dalam ruang dan waktu. Di dalam ruang dan waktu dikatakan bagaimana Roh Kudus bekerja, memimpin kita, melahirbarukan sehingga kita dapat percaya kepada kematian dan kebangkitan Kristus (ayat 4). Pada waktu saya percaya kepada Kristus, maka pada waktu itu darah Kristus yang menyucikan dosa saya dan kebangkitan Kristus yang sudah membenarkan saya, maka sekarang saya sudah diberikan hidup yang baru yaitu pengharapan pada masa yang akan datang walaupun baru nanti hal itu akan digenapkan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Pada saat kita pertama percaya hingga menuju kekekalan, di sini terdapat satu proses yaitu sudah diselamatkan, sedang diselamatkan, dan akan menuju penggenapan keselamatan di kelak kemudian hari. Di dalam proses ini Alkitab mengatakan bahwa harus ada pencobaan. Jadi, pencobaan merupakan satu keharusan, kebutuhan vital kita untuk dibentuk menjadi sesuai dengan rencana Allah. Seperti yang dikatakan dalam I Petrus 1:6, "…, sekalipun sekarang ini kamu seketika harus berdukacita …" Di sini dikatakan "harus" dan bukannya "supaya" atau "mudah-mudahan". Mengapa harus? Beberapa penafsir mengatakan, "Karena tanpa adanya pencobaan, jangan harap kita dapat menjadi orang Kristen yang dewasa, yang diproses dan dibentuk oleh Tuhan." Di dalam kitab Yakobus dikatakan, "Anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan" (Yak 1:2). Kalau kita masuk ke dalam pencobaan, maka itu memang rencana Tuhan untuk memproses kita. Waktu diproses memang sakit dan berdukacita, tetapi justru disitulah kita diproses oleh Tuhan. Semua itu tetap berada di dalam limitasi kontrol dari yang membuat. Itu sebabnya dikatakan bahwa pencobaan itu hanyalah seketika. Pencobaan akan menghasilkan dukacita tetapi itu hanya seketika, dan tidak selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita akan masuk ke dalam point yang kedua, manfaat pencobaan. Apakah manfaat dari pencobaan bagi hidup kita? Manfaat pencobaan ditulis di dalam ayat 7: "Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu." Jadi Pertama, ujian dapat membuktikan apakah kita orang Kristen sejati ataukah palsu. Seperti emas, ketika dimasukkan ke dalam perapian, akan dapat diketahui yang mana emas dan yang mana yang bukan emas karena yang bukan emas akan hancur, tersingkirkan dan dibuang, sedangkan emas terus diproses untuk lebih menunjukkan bahwa ia adalah emas. Jadi, tujuan pencobaan bukan untuk menciptakan iman, tetapi justru untuk menyatakan iman. Kalau saudara diproses maka itulah saatnya saudara menunjukkan bahwa iman saudara itu asli atau palsu. Ujian dapat melalui banyak hal. Pada jaman Petrus, mungkin ujian itu bisa berupa serangan dari dunia kafir yang benci kepada Kekristenan, sehingga orang Kristen ditekan, dianiaya, dan bahkan ada yang dibunuh. Itu adalah suatu pencobaan. Tidak mudah menjadi Kristen di jaman itu, itu merupakan suatu waktu di mana Kekristenan ditekan dari dunia luar. Ini adalah tujuan yang pertama. Tujuan pencobaan adalah untuk membuktikan bahwa kita ini asli, milik Allah, atau kita palsu yang kelihatannya milik Allah, tetapi sebenarnya kita hanyalah benalu yang menempel di dalam Gereja, yang suatu kali akan Tuhan tebas dan bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, pencobaan berguna untuk memurnikan iman kita. Di ayat 7 dikatakan bahwa maksud pencobaan adalah untuk membuktikan kemurnian iman kita. Saat emas dibakar di dalam perapian, akan dapat diketahui mana yang emas dan mana yang bukan biji emas. Seringkali kita mengalami banyak gesekan, tetapi justru gesekan-gesekan itu dapat membersihkan. Saat emas diuji, maka disitu akan terjadi pemurnian demi pemurnian. Mungkin secara luar kita sudah kelihatan baik, orang melihat bahwa kita ini rohani, tetapi siapa yang tahu keliaran hati kita, pikiran kita dan hawa nafsu kita. Mungkin orang tua, suami atau isteri dan orang terdekat kita tidak tahu tetapi yang tahu hanya tiga yaitu setan, hati nurani kita dan Tuhan. Hal itulah yang membuat orang Kristen bukan orang yang di awan-awan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang saya takut ada di dalam Gereja. Yang pertama senang melayani kalau hidupnya lancar, kaya, sehat dan diberkati. Sedangkan yang kedua senang mendengar khotbah yang hebat, akan tetapi setelah mendengarkan selama bertahun-tahun ia tidak dapat merealisasikannya. Kedua hal ini dapat menimbulkan kerawanan jika suatu kali terjadi krisis. Maka mereka yang berada di Gereja pertama hanya mempunyai dua kemungkinan, goncang atau ia tetap membius diri di dalam kebimbangan dia. Sementara itu, orang yang ada di Gereja kedua mungkin menjadi hopeless mencapai titik jenuh karena apa yang ia dengarkan selama bertahun-tahun ternyata tidak dapat diaplikasikan. Disini juga hanya ada dua kemungkinan: 1) Dia menolak untuk belajar teori yang tinggi dan hanya ingin yang praktis; 2) Dia mungkin masih mau mendengarkan khotbah yang tinggi tetapi hanya menjadi pendengar dan tidak pernah mau untuk bergumul. Iman Kristen adalah iman yang normal, yang harus didasarkan pada ajaran yang kuat namun demikian tidak dapat dilepaskan dari praktika hidup. Kita harus siap dimurnikan sampai Tuhan memanggil kita, itulah titik akhir dari proses itu. Setiap orang berbeda sehingga kita jangan menghakimi orang lain tetapi mari kita menilai diri kita sendiri karena kita hanya dapat melihat yang nampak dan tidak dapat melihat hati manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="line-height: 150%;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pencobaan bertujuan agar kita lebih memahami firman. Martin Luther pernah berkata: "Justru di dalam kesengsaraanku aku memahami firman Tuhan." Ia adalah seorang yang lembut dan mau hidup suci tetapi tidak mampu. Baru di saat ia dicerahkan, ia tahu bahwa orang dibenarkan bukan oleh perbuatan tetapi oleh iman dan disitu ia semakin memahami firman. Terkadang kita dapat belajar firman dan tahu ayat-ayat dalam Alkitab tetapi ayat tersebut tidak pernah menyentuh hati yang paling dalam, kecuali saat kita berada di dalam satu proses pencobaan dimana firman menjadi bagian yang kuat dari kehidupan kita. Daud berkata: "Bahwa aku tertindas itu baik bagiku, supaya aku belajar ketetapan-ketetapan-Mu" (Mzm 119:71).&lt;br /&gt;Keempat, pencobaan membuat kita lebih dekat kepada Tuhan. Waktu hidup kita lancar dan sukses, seringkali kita malas berdoa, dan baru waktu ada masalah kita dekat dengan Tuhan. Oleh sebab itu Tuhan pernah berkata bahwa susah bagi orang kaya untuk masuk ke dalam kerajaan sorga. Yang menjadi masalah di sini bukanlah orang kayanya, karena di Alkitab juga ada orang kaya yang penuh iman seperti Abraham tetapi seringkali kekayaan ini menjauhkan hubungan seseorang dengan Tuhan. Mengapa gereja-gereja di dunia barat yang makmur dan enak, justru kerohaniannya tidak pernah maju dibandingkan dengan negara-negara yang penuh dengan tindasan dan tekanan? Karena melalui banyak kesulitan mereka dapat semakin bergantung dan lebih dekat kepada Tuhan. Saat Gereja merasa makmur dan lancar, kita jarang menyediakan waktu untuk berdoa dan bergumul. Padahal doa merupakan salah satu aspek yang sangat esensial di dalam keberadaan kita sebagai orang Kristen dan Tuhan Yesus sangat memprioritas hal ini. Bagaimana orang itu di belakang tembok yang tertutup, dengan lututnya bertekuk dihadapan Tuhan, berdoa di dalam kesendirian maka disitulah kualitas kerohaniannya dinyatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima. Pencobaan membuat kita menjadi berkat. Di Timur ada pandangan bahwa saat emas dibakar di dalam perapian maka biji emas ini kemudian melebur sampai suatu kali bercahaya di dalam perapian sehingga wajah dari pandai emas ini terpantul melalui emas ini. Dengan kata lain, emas ini menjadi cahaya yang memancar dan mungkin ini yang dimaksudkan oleh Petrus. Waktu kita dicobai dan diproses, disitu justru hidup kita lebih bercahaya. Lagu "Salib-Nya-Salib-Nya" ditulis oleh seorang yang bernama Fanny Crosby, yang buta sejak berusia sepuluh tahun akibat kesalahan seorang dokter. Dia tidak membenci dokter tersebut tetapi justru ia bersukacita karena meskipun matanya buta, hatinya lebih terang daripada orang lain yang mempunyai mata dan ia dapat mengarang kira-kira 6000-8000 lagu rohani. Terkadang pencobaan yang kita alami dapat membentuk kita menjadi emas yang bercahaya, membuat kita menjadi orang Kristen yang tidak mundur walaupun berada di tengah-tengah tekanan. Ayub merupakan teladan yang amat indah yang jarang dialami oleh banyak orang dan hingga sekarang banyak orang yang dikuatkan. Tuhan memproses hidupnya selangkah demi selangkah hingga akhirnya ia memahami dan menulis satu ayat yang menguatkan saya: "Karena Ia tahu jalan hidupku: seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas." (Ayb 23:10). Biarlah ketika Tuhan mengijinkan pencobaan menimpa kita, biarlah kita tahu bahwa itu merupakan suatu keharusan bagi kita. Pada waktu kita diproses dan kita semakin bercahaya, maka saat kita kembali kepada Bapa, Tuhan akan berkata: "Engkau anak-Ku yang baik, engkau sudah melakukan tugasmu." Ada satu pujian dari Tuhan yang mengasihi kita dan itu adalah suatu keindahan karena kita dicipta sama seperti matahari yang menyinari bulan untuk memantulkan kembali kemuliaan itu di dalam dunia yang sudah gagal dan jatuh ke dalam dosa.&lt;br /&gt;Kita telah mengerti bagaimana iman yang benar harus mengalami pencobaan. Manfaat dari pencobaan adalah: 1. Untuk menyatakan iman sejati. 2. Agar kerohanian kita mengalami pemurnian. 3. Agar semakin memahami kebenaran firman Tuhan. 4. Supaya kita lebih lebih berserah, bersandar dan berharap kepada Tuhan. 5. Supaya kita memancarkan cahaya kemuliaan Kristus dan boleh menjadi berkat. Kini kita akan meneliti apa iman yang sejati itu. Iman adalah harta yang Tuhan berikan di dalam diri manusia sehingga manusia berbeda dengan ciptaan yang lain. Iman adalah potensi yang diberikan sehingga manusia dapat terarah ke dalam empat relasi. 1. Di dalam relasi dengan alam materi. 2. Di dalam relasi dengan sesama. 3. Di dalam relasi dengan diri. 4. Di dalam relasi dengan Sang pencipta. Relasi terakhir ini sangat penting sekalli karena inilah yang akan mengatur seluruh relasi yang lain. Saat ini banyak orang menyatakan janji-janji dengan memakai nama iman, mulai dari hal yang paling sederhana sampai hal yang paling muluk. Apakah ini iman sejati? Dengan tegas saya mengatakan bahwa ini bukanlah iman yang sejati! Paul Tillich pernah mengatakan: “Sebelum kata iman ini digunakan untuk menyembuhkan orang lain maka kata iman ini harus disembuhkan dahulu”. Itu sebabnya, ketika kita membahas ini melalui I Petrus maka ada 3 point yang akan kita teliti: 1. Pengertian iman 2. Obyek iman 3. Rahasia Iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pertama&lt;/b&gt;, Pengertian iman. Iman dalam bahasa Yunani dapat diterjemahkan keyakinan/ percaya. Tetapi kita melihat 3 macam penggunaan: a) iman dalam arti isi iman, sehingga disini iman berkaitan dengan ajaran. Misalnya: di salah satu suratnya Paulus mengatakan, “Aku sudah memelihara iman.” Berarti ia sudah memelihara ajaran sehat yang Tuhan percayakan kepadanya. b) arti iman yang paling sering digunakan oleh Alkitab adalah sikap bersandar kepada satu pribadi yaitu Allah. Jadi, iman di sini berkenaan dengan tindakan iman. Abraham menjadi bapa kaum beriman karena ia mempunyai iman yang melangkah. Ketika Allah meminta Abraham mempersembahkan anaknya, walaupun dia tidak paham apa sebenarnya maksud Allah tetapi dia tetap mau melangkah membawa anaknya ke gunung Muria. Kesulitan orang Kristen dewasa ini adalah justru di dalam faktor ini. Kita menyebut Allah dengan sebutan Bapa dan kita tahu bahwa Bapa kita tidak mungkin merencanakan sesuatu yang jahat tetapi waktu Tuhan tantang, kita seringkali sulit untuk mau melangkah. c) iman di dalam arti kata setia. Disini iman merupakan satu keteguhan, dapat dipercaya dan diandalkan. Itu mengakibatkan seseorang mampu berelasi dengan Allah dan menjadi orang yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kedua&lt;/b&gt;, Obyek Iman. Iman berasal dari kata kerja transitif yang memerlukan obyek, karena tanpa obyek ia takkan mampu berdiri. Seringkali kita beriman pada iman, tetapi itu bukan iman yang sejati. Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa kita harus beriman kepada kuasa iman tetapi harus beriman kepada obyek iman sehingga Ia yang melakukan kuasa. Kedua hal ini tidaklah sama. Seringkali di saat seorang berdoa agar sembuh tetapi tidak dikabulkan, maka kita berkata bahwa ia lemah iman. Akan tetapi Kitab Suci tidak mengajarkan seperti itu. Di dalam Alkitab, iman hanyalah alat yang di dalamnya Allah bekerja. Jadi, kita tidak seharusnya beriman kepada iman, tetapi beriman kepada Obyek iman yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Tuhan Yesus menyembuhkan orang sakit, apakah itu bergantung kepada iman orang itu? Tidak! Misalnya: di saat Tuhan berada bersama-sama muridNya di dalam perahu. Pada saat itu Ia tidur dan tiba-tiba badai datang menerpa, murid-muridNya begitu takut dan membangunkanNya. Yesus tidak bertanya apakah murid-muridNya punya kuasa iman ataukah tidak, Ia langsung menenangkan badai itu. Baru setelah badai menjadi tenang, Tuhan menegur para murid karena tidak percaya. Siapakah di sini yang melakukan kuasa? Tuhan, bukan iman! Pada waktu Tuhan membangkitkan orang mati, bagaimana caranya orang yang mati itu dapat beriman? Yang menentukan orang itu bangkit atau tidak bukanlah terletak pada iman, tetapi pada kedaulatan Tuhan. Bahaya yang kedua adalah di saat kita beriman pada perasaan iman. Dulu di saat saya berdoa minta sesuatu, saya paksa perasaan saya terangkat naik, saya membayangkan apa yang saya inginkan, dan saya mati-matian berdoa. Bahaya yang ketiga adalah di saat kita beriman pada isi iman Reformed lebih daripada kita mencintai Tuhan. Jika iman Reformed yang kita percayai tidak membuat kita lebih dekat pada Tuhan, maka kita sedang berada di dalam keadaan yang berbahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seumpama ada seorang yang mengajak saya pergi ke Eropa. Waktu itu musim dingin dan orang itu mengajak saya berjalan di atas suatu danau yang ditutupi oleh lapisan es. Waktu saya berjalan di atas es itu, saya merasa amat takut. Saya ragu-ragu akan kekuatan es itu menahan bobot saya. Tetapi orang yang mengajak saya itu dapat dengan tenang duduk di sana dan memancing. Jadi, pada saat itu saya kurang iman, sementara ia sangat beriman kepada kekuatan lapisan es itu. Sekarang pertanyaannya: “Apakah imannya dan iman saya yang menjadi jaminan keamanan kami?” Tidak! Yang membuat kami aman bukan iman kami tetapi kekuatan es itu. Jadi, di saat kita percaya pada sesuatu yang sanggup menahan kita, maka kita akan aman karena sesuatu itu akan sanggup menjaga kita agar tidak jatuh. Meskipun iman saya pada es itu kecil, tetapi saya tidak jatuh karena kekuatan es itu memang tidak ditentukan dari iman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketiga&lt;/b&gt;, Rahasia Iman. Bagaimanakah kita dapat mempunyai iman yang kuat dan sekaligus benar? Kita dapat menemukan iman seperti ini jika kita mengerti rahasia iman. Rahasia iman terjadi di saat kita dapat melihat apa yang tidak kelihatan. Kalau kita berhenti hanya pada apa yang kelihatan, maka kita tidak akan pernah dapat menemukan rahasia iman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam salah satu penelitian science, dicetuskan tentang adanya realitas paralel. Maksudnya, di dalam dunia fisik ini sebenarnya terdapat satu dunia lain yang tidak dapat kita lihat karena keterbatasan mata kita. Oleh sebab itu kita tidak dapat berkata bahwa kita hanya percaya pada apa yang dapat kita lihat. Hal yang sama juga berlaku pada realita rohani. Jika Allah dapat dimengerti dengan pikiran kita yang terbatas, maka itu berarti Allah lebih kecil daripada pikiran kita. Alkitab mengatakan: “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat” (Ibr 11:1,3), atau “Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal” (2 Kor 4:18). Pada waktu iman kita menerobos kekekalan, maka walaupun kita melihat dunia berubah, kita masih mempunyai kekuatan. Tetapi kalau iman kita hanya tertuju pada apa yang kita lihat, misalkan uang kita, maka saat uang kita amblas, iman kita akan mulai goncang. Oleh sebab itu, rahasia iman terletak pada melihat apa yang tidak kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat Musa di Mesir, ia sebenarnya dapat hidup enak, tetapi penulis Ibrani mengatakan: “Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, karena ia lebih suka menderita sengara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah. Karena iman maka ia telah meninggalkan Mesir dengan tidak takut akan murka raja. Ia bertahan sama seperti ia melihat apa yang tidak kelihatan” (Ibr 11:24-27). Rahasia iman kita tidak ditentukan dari seberapa kita kaya, seberapa tinggi kedudukan kita, tetapi apakah iman kita terkait Sumber yang tidak berubah, yaitu Allah yang ada di kekekalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sejak kita diselamatkan hingga mati, kita berada di tengah proses. Di dalam proses ini, jika kita terkait dengan kekekalan, maka kita akan memiliki apa yang disebut dengan &lt;b&gt;TEKUN&lt;/b&gt;, yaitu singkatan dari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;T &lt;/b&gt;= Terkait dengan yang tidak kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;E&lt;/b&gt; = Erat bersekutu dengan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;K&lt;/b&gt; = kuat menanggung beban berat.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;U&lt;/b&gt; = Ulet menghadapi cobaan.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;N&lt;/b&gt; = Niat untuk memuliakan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah &lt;b&gt;TEKUN&lt;/b&gt;..! Orang yang punya pengharapan yang sejati kepada kekekalan sadar bahwa dunia ini hanya sementara dan kekekalan adalah harta yang paling indah. Maka di saat ia kehilangan apapun ketika berada di dalam dunia, ia tetap mempunyai kekuatan di dalam menghadapinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signature
